Polemik Lahan Carik Desa Bumiwangi: Proyek Lapangan Bola Mandek, Warga Pertanyakan Motif Pengelolaan

Rabu, 26 Nov 2025 00:40
    Bagikan  
Polemik Lahan Carik Desa Bumiwangi: Proyek Lapangan Bola Mandek, Warga Pertanyakan Motif Pengelolaan
Gustav VR

Lahan carik desa yang akan dibuat lapangan bola

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Rencana pembangunan lapangan sepakbola di atas lahan carik Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung kini menjadi sorotan warga. Proyek yang digagas sejak beberapa waktu lalu itu dinilai tidak menunjukkan progres berarti dan justru memunculkan dugaan kepentingan lain di balik pengelolaannya.



Beberapa warga yang tinggal tak jauh dari lokasi mengaku heran dengan pilihan lokasi lapangan. Menurut mereka, area di sekitar puncak Gunung Bumiwangi tersebut bukanlah tempat yang ideal.

"Ini kalo hujan lumpuran tanah merah itu kebawah dari bukit, wah pokoknya parah licin banyak warga dan pengguna jalan terjatuh," ucap warga yang meminta namanya dipublikasi. 

"Buat apa lapangan bola di sana? Warga juga tidak pernah meminta itu. Kita nilai ada udang di balik batu sebenarnya,” kata warga lainnya.



Tidak hanya mempertanyakan urgensinya, warga juga menyinggung adanya aktivitas yang dianggap janggal. Mereka menyebutkan bahwa tanah buangan dari pengerjaan lokasi diduga diperjualbelikan.


"Tanahnya juga dijual-belikan kepada berbagai pihak untuk kepentingan pribadi,” kata warga lainnya.

Dugaan tersebut memperkuat persepsi bahwa proyek ini tidak dikelola secara transparan.



Sementara itu, Kepala Desa Bumiwangi, Ayi Lukman Hakim, menepis tudingan bahwa proyek lapangan bola dibiarkan terbengkalai. Ia menyebutkan, keterlambatan terjadi karena keterbatasan dana.


“Jadi bukan mangkrak. Dana anggarannya belum ada lagi. Itu pun sebelumnya hanya separuh dari dana desa, seadanya,” jelasnya.


Ayi menegaskan bahwa pembangunan lapangan bola merupakan bagian dari janji kampanye Pilkades, sebagai respons terhadap aspirasi para pemuda desa.


“Itu aspirasi pemuda. Saya janji waktu kampanye akan membuat lapangan bola. Sekarang polemiknya saja yang belum tuntas,” katanya.


Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan lapangan dipercayakan kepada seseorang bernama Revin.

“Yang mengelola ini Revin, anak dari bendahara Partai Golkar DPC Kabupaten Bandung. Dia dipilih dan didukung oleh pemuda Bumiwangi,” tambah Ayi.

Penyebutan nama tersebut justru memantik pertanyaan warga mengenai kemungkinan adanya kepentingan politik atau relasi tertentu dalam pengambilan keputusan.


Selain polemik lahan carik, Desa Bumiwangi juga tengah dihadapkan pada maraknya pembangunan perumahan dan kavling yang diduga melanggar aturan tata ruang. Kepala desa mengakui bahwa banyak pengembang tidak memenuhi syarat administrasi.


“Saya baru menjabat dua tahun. Dari puluhan perumahan dan kavling di sini, baik yang baru maupun lama, perumahannya memang belum menyampaikan surat-surat persyaratan perizinan. Termasuk fasos dan fasumnya,” ungkap Ayi.


Pengakuan tersebut menunjukkan lemahnya kontrol dan kepatuhan dalam pengelolaan ruang di wilayah tersebut. Situasi ini semakin memperkuat dugaan bahwa tata kelola lahan di Desa Bumiwangi perlu ditinjau ulang secara menyeluruh.


Mandeknya pembangunan lapangan bola, dugaan jual beli tanah buangan, serta maraknya pembangunan perumahan tanpa izin yang lengkap, menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari pengelolaan lahan di Bumiwangi?



Hingga kini, warga menilai pemerintah desa belum memberikan penjelasan menyeluruh terkait progres, penggunaan anggaran, maupun skema pengelolaan tanah carik. Ketiq1dakjelasan inilah yang memicu lahirnya berbagai spekulasi dan ketidakpercayaan.


**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Ketika Arus Migrasi Bertemu Perbedaan Budaya
Manfaat Jus Seledri untuk Kesehatan Dari Hidrasi hingga Kesehatan Jantung
Membedah Kekuasaan dan Ideologi Gender dalam Masyarakat elalui Perspektif Feminis
PLN ULP Baleendah Hadirkan Gebyar Awal Tahun 2026, Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya untuk Pelanggan.
Layanan PUSPA untuk Warga Jakarta Konsultasi dan Informasi Seputar Keluarga
Industri Rumput Laut Indonesia Ditingkatkan Melalui Inisiatif Investing in Women dan Birufinery
Informasi Penting tentang Pengajuan Visa Pelajar untuk Semester Pertama 2026 di Australia
Sanur SEZ Hosts New Australia-Indonesia Oncology Facility as Part of Invested Strategy
BPKW III Sumbar Gelar Sabudaya di IMLF-4 Peringati 100 Tahun Jam Gadang
Setelah Sempat Viral, Jembatan Hijau Cijeruk Kini Jadi Kebanggaan Masyarakat Bojongsoang dan Sekitarnya
Dibersihkan Hari Ini, Muncul Lagi Besok: Sampah Liar Jadi Masalah Kronis
Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Penipuan YS dan MI, Korban Nilai Proses Persidangan Janggal
Para Ahli CASA dan Kemenhub RI Bahas Strategi Komunikasi Keselamatan Penerbangan
Para Praktisi AI Indonesia Eksplorasi Implementasi Teknologi di Bali
Swasembada Pangan Nasional Terwujud Tahun 2025 Presiden Berikan Penghargaan
Panen Raya Karawang Presiden Prabowo Tinjau Inovasi Pertanian Modern
Stabilitas Inflasi Kota Tangerang Tetap Terjaga Capai 2,55 Persen
Pasar Kombongan Jakarta Pusat Dibuka Hadirkan Layanan Pembayaran Digital
IMLF-4 dan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi Diwarnai Demonstrasi Kaligrafi 100 Meter
PDI Perjuangan Tegaskan Tetap Dukung Kang DS dan Jaga Koalisi Bedas