NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Sudah kurang lebih 1 tahun program MBG berjalan di Ciparay. 1 tahun bukan waktu sebentar. Ini fase yang cukup untuk kita melihat apa yang sudah jalan, apa yang perlu dibenahi, dan bagaimana kita menguatkan langkah ke depan.*
"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala SPPG dan seluruh mitra. Terima kasih atas dedikasi, tenaga, dan waktu yang dicurahkan. Dari dapur SPPG sampai ke tangan penerima manfaat, rantai itu tidak mudah. Cuaca, distribusi, bahan baku, sampai koordinasi lapangan semua ada tantangannya. Tapi sampai hari ini program tetap berjalan. Itu bukti komitmen kita bersama untuk anak-anak dan warga Ciparay," ujar Camat Anjar, dikonfirmasi Rabu (26/6/2026).
Melalui forum ini pihaknya berharap 3 hal jadi fokus evaluasi kita:
1. Kualitas & ketepatan sasaran: Apakah menu, gizi, dan distribusi sudah sesuai standar? Apakah data penerima manfaat sudah valid dan tepat sasaran?
2. Efisiensi & keberlanjutan*: Bagaimana sinergi dengan mitra lokal, petani, UMKM Ciparay *MELALUI KDMP* bisa kita perkuat? Supaya dampak ekonominya juga dirasakan warga.
3. Tantangan & solusi: Apa kendala 1 tahun kebelakang? Keterlambatan distribusi, kebersihan, komunikasi? Mari kita bedah bersama dan kunci solusinya hari ini.
Ia juga menyebut ada perbaikan sarana dan prasaran, salah satunya komunikasi dan sinergitas belum optimal terutama dengan mitra. Belum ada dampak sigfinkan atas MBG terhadap penurunan stunting.
"Belum terjalinnya antar program MBG dengan KDMP padahal sama-sama program presiden," ucapnya.
Kecamatan hanya bisa jadi fasilitator dan penguat. Kunci sukses MBG ada di tangan SPPG dan para mitra di lapangan. Pemerintah kecamatan siap mendukung dari sisi koordinasi, pembinaan, dan penyelesaian kendala lintas sektor.
"Ke depan, mari kita jadikan evaluasi ini bukan sekadar laporan angka, tapi pijakan untuk MBG yang lebih baik, lebih rapi, dan lebih berdampak untuk Ciparay," ungkapnya.
Dari hasil monitoring kecamatan 1 tahun ini, ada 3 capaian baik:
1. Kepatuhan menu. Gizi dan variasi menu sudah sesuai panduan BGN.
2. Keterlibatan UMKM. % bahan baku sudah diserap dari petani/pelaku usaha Ciparay.
3. Respons warga Antrean & antusiasme anak-anak jadi bukti program diterima.
"Kemudian tentu ada evaluasi. Kendala yang paling sering muncul, seperti distribusi saat hujan, fluktuasi harga bahan baku, validasi data penerima," terangnya.
Untuk tahun kedua, saya minta kita fokuskan 3 langkah:
1. Perkuat jalur distribusi: Mapping ulang rute + titik pooling di desa rawan hujan.
2. Kontrak jangka dengan mitra lokal: Kunci harga & pasokan bahan baku dari Ciparay biar stabil.
3. Sinkronisasi data: SPPG + sekolah + kecamatan bikin grup update mutasi siswa tiap bulan.
Camat Anjar menyampaikan bahwa Kecamatan dan forkopomcam siap dukung fasilitasi koordinasi lintas desa, bantu mediasi ke dinas terkait, dan jaga iklim kondusif program.
"Sekali lagi terima kasih untuk SPPG dan mitra. Mari kita jadikan evaluasi ini sebagai bahan evaluasi diri agar MBG tahun ke-2 di Ciparay lebih tepat, cepat, dan tepat," pungkasnya.
**
