NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Mahakarya Randai 4 bertajuk Bujang Sambilan: Legenda Danau Maninjau sukses dipentaskan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (19/6). Pertunjukan selama sekitar dua setengah jam itu mendapat sambutan hangat dari penonton yang memadati ruang pertunjukan.
Kisah legenda Danau Maninjau disajikan melalui perpaduan randai, silek, tari, dendang, dan musik talempong. Sutradara Jose Rizal Manua dan Joharsen mengemas cerita rakyat Minangkabau tersebut ke dalam pertunjukan teater yang mudah diterima berbagai kalangan.
Anindita Saraswati yang memerankan Puti Rasani, Ridwan Kainan sebagai Giran, dan Rio Chan sebagai Palimo Bayua tampil membawakan tokoh-tokoh utama dalam cerita yang telah lama dikenal masyarakat Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Sejumlah tamu undangan turut hadir menyaksikan pertunjukan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Syaiful Bahri yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri.
Pertunjukan ini merupakan hasil kerja sama Sumbar Talenta Indonesia, Gerakan Mudo Minangkabau (Gemumi), dan Sanggar Sofyani, dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Penampilan penyanyi Andha Zulfirman yang membawakan lagu Minangkabau pada pembukaan acara mendapat respons positif dari penonton. Beberapa penonton turut menyanyikan lagu tersebut bersama-sama.
Syaiful Bahri menilai Tari Manggaro Sofyani menjadi salah satu bagian yang menonjol dalam pertunjukan. Menurutnya, tari tersebut memiliki kekuatan pada gerak, musik, dan tema yang selaras dengan alur cerita.
Ia juga menyampaikan bahwa Mahakarya Randai 4 menunjukkan seni tradisi masih memiliki tempat di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat.
Turut hadir Sekretaris Satu Pena Armaidi Tanjung, Ketua Rang Kayo Minang Lusie Sofyan, serta Ketua Bundo Kanduang Tanah Datar Mira Gusniwarti. Mereka mengapresiasi keterlibatan generasi muda Minangkabau yang tetap aktif mempelajari dan menampilkan kesenian daerah.
Founder Sumbar Talenta Indonesia Sastri Bakry, penggagas Mahakarya Randai pertama bersama Agus Siswanto dan Kurniawati dari Gemumi, menyampaikan kebanggaannya terhadap para penari, penyanyi, pemusik, dan pendendang yang terus terlibat hingga penyelenggaraan Mahakarya Randai keempat.
Pertunjukan juga dihadiri istri dan keluarga besar almarhum Yus Dt. Perpatih Sabatang, tokoh yang selama ini dikenal sebagai penutur kisah Bujang Sambilan. Menjelang akhir acara, suasana menjadi haru saat diputar rekaman video pesan almarhum yang berisi ajakan untuk terus menjaga dan mengenalkan budaya Minangkabau kepada generasi muda.
