Diskominfo Kabupaten Bandung Dorong Kesadaran Keamanan Digital di Tengah Maraknya Ancaman Siber

Senin, 12 Jan 2026 18:44
Kadiskominfo Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi usai mengikuti kegiatan anugerah Wira dharma tahun 2025 Dok.Kominfo

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Di era digital seperti saat ini, gadget telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. 

Mulai dari berkomunikasi, bekerja, hingga menikmati hiburan, hampir seluruh aktivitas dilakukan melalui satu genggaman. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko yang perlu diwaspadai bersama.


Gadget seperti ponsel, laptop, maupun tablet menyimpan berbagai data penting, mulai dari informasi pribadi, foto, dokumen, hingga akses ke akun perbankan dan media sosial. 

Apabila tidak dijaga dengan baik, data-data tersebut berpotensi dicuri, disalahgunakan, bahkan dimanfaatkan untuk tindak kejahatan digital seperti penipuan dan pencurian identitas.


Oleh karena itu, kesadaran akan keamanan digital menjadi hal yang sangat penting. 

Masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga keamanan gadget. Di antaranya dengan menggunakan kunci layar yang kuat, mengaktifkan autentikasi ganda, serta rutin memperbarui sistem dan aplikasi agar terlindungi dari celah keamanan.


Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung H. Teguh Purwayadi memberikan penjelasan terkait keamanan gadget dan keamanan digital. 

"Terkait keamanan gadget dan keamanan digital, Diskominfo Kabupaten Bandung melakukan beberapa langkah kongkrit agar tidak terjadi kebocoran data khususnya di lingkungan Pemerintah Kab. Bandung," kata Teguh, saat dihubungi, Senin (12/1/2026). 


Adapun, langkah-langkah yang sedang dilakukan saat ini diantaranya adalah :

1. Penguatan Kebijakan dan Standar Keamanan Informasi, termasuk Penerapan Tata Kelola Keamanan Data dan Kepatuhan terhadap regulasi Perlindungan Data.


2. Peningkatan Pengamanan Sistem dan Perangkat, seperti Pengamanan Akses , Penggunaan Autentikasi Berlapis, serta pemantauan Keamanan Sistem secara berkala.


3. Memberikan Kesadaran Keamanan Informasi bagi seluruh pegawai melalui Sosialisasi dan Edukasi , agar lebih waspada terhadap risiko kebocoran data dan serangan digital.


4. Koordinasi dengan Pihak Pusat dan Instansi terkait untuk penanganan insiden , evaluasi akar masalah, serta perbaikan berkelanjutan agar kejadian kebocoran data tidak terulang. 


"Langkah-langkah ini dilakukan sebagai upaya Preventif dan Responsif guna menjaga Keamanan Data Pemerintah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat Kab. Bandung," ungkapnya. 


Selain itu, kewaspadaan dalam berselancar di dunia digital juga perlu ditingkatkan. Jangan mudah mengklik tautan mencurigakan, mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, atau mempercayai konten yang belum jelas kebenarannya, termasuk konten palsu berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kian marak beredar.

**

Berita Terkini