NARASINETWORK.COM - Proses perbaikan plafon yang ambruk akibat tidak mampu menampung rembesan air hujan di lantai empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pademangan Timur 05 telah mencapai 95 persen. Peristiwa ambruknya plafon terjadi saat cuaca ekstrem melanda wilayah Jakarta Utara pada Senin (12/1/2026).
Insiden tersebut terjadi di ruang kelas VI yang berada di lantai empat gedung sekolah. Plafon berbahan gipsum tidak mampu menahan rembesan air hujan yang meluap dari talang atap akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. Hal itu dijelaskan Kepala SDN Pademangan Timur 05, Eka Bahari saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (14/1/2026).
Eka memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Pihak sekolah langsung melakukan evakuasi siswa setelah mendapati tanda-tanda awal kerusakan berupa retakan dan air yang mulai merembes dari plafon. “Saat itu, anak-anak baru selesai makan pagi MBG. Begitu hujan semakin deras dan air mulai mengalir, kami langsung mengevakuasi siswa ke lantai bawah. Prinsip kami jelas, keselamatan siswa adalah yang utama,” tegasnya.
Eka menambahkan, proses perbaikan lantai empat dilakukan secara intensif dengan dukungan berbagai pihak. Selain jajaran internal sekolah, bantuan material dan personel juga datang dari Polsek Pademangan yang turut membantu pembersihan puing serta pemasangan plafon baru.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan kehadiran Polsek Pademangan. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga proses perbaikan bisa berjalan lebih cepat,” ungkapnya.
Pihak sekolah tidak hanya melakukan perbaikan plafon, tetapi juga mengambil langkah antisipatif untuk mencegah kejadian serupa terulang. Salah satunya dengan menambah saluran pembuangan air dari atap agar air hujan dapat langsung mengalir dan tidak kembali meluap. Selain itu, instalasi listrik di area terdampak telah diperiksa secara menyeluruh.
“Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Saluran air sudah kami tambah dan instalasi listrik juga sudah dicek agar benar-benar aman bagi anak-anak,” jelasnya.
Selama proses perbaikan, kegiatan belajar mengajar sempat dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari. Dengan kondisi bangunan yang hampir sepenuhnya pulih, pihak sekolah optimistis pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan mulai Kamis (15/1). “Hari ini, kami fokus membersihkan dan merapikan seluruh area. Insyaallah mulai besok anak-anak sudah bisa kembali belajar tatap muka,” katanya.
Untuk sementara, kegiatan belajar akan dipusatkan di ruang kelas lantai satu dan dua yang telah dinyatakan siap digunakan. Sementara lantai tiga dan empat akan digunakan secara terbatas dan bergantian dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca. “Lantai tiga dan empat masih kami waspadai, terutama jika hujan kembali turun. Teknis pembelajaran akan kami atur secara bergiliran,” tambahnya.
Eka berharap cuaca di Jakarta segera membaik agar hasil perbaikan dapat teruji secara maksimal dan proses belajar mengajar berjalan lancar. “Ini murni musibah akibat cuaca ekstrem. Kami mohon pengertian dari semua pihak dan yang terpenting saat ini anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.