NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026. Sebanyak 259 personel Dishub akan diterjunkan dan ditempatkan di 12 titik pos pengamanan yang tersebar di sejumlah wilayah strategis.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Hilman Kadar, mengatakan bahwa kegiatan pengamanan Idul Fitri merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahun dengan berbagai evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya.
“Setiap tahun kegiatan pengamanan Idul Fitri selalu kita laksanakan. Tentu kita juga melakukan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya agar persiapan tahun ini bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Hilman, kepada awak media di halaman kantor Dishub, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, meskipun diprediksi akan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat saat mudik, pihaknya berupaya mempersiapkan pengamanan secara optimal.
“Walaupun nanti ada prediksi kenaikan arus mudik, kita tetap berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan persiapan pengamanan. Saat ini sudah kita ploting 259 anggota yang akan bertugas di 12 pos,” jelasnya.
12 Pos Pengamanan Disiapkan
Dari total pos yang disiapkan, posko induk akan ditempatkan di kawasan Nagreg, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik krusial pergerakan arus kendaraan dari Bandung menuju wilayah selatan Jawa Barat.
Selain Nagreg, sejumlah pos pengamanan juga akan ditempatkan di beberapa titik lain seperti Cicalengka, Cileunyi, Pacira, Pangalengan, hingga Majalaya serta beberapa lokasi strategis lainnya di Kabupaten Bandung.
Pos-pos tersebut akan terintegrasi dengan pengamanan dari kepolisian, khususnya di pos pengamanan terpadu.
Perlengkapan Pengamanan Disiapkan
Selain menyiapkan personel, Dishub juga menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik.
Beberapa perlengkapan yang dipersiapkan antara lain:
- Water barrier
- Traffic cone
- Stick lamp
- Rambu-rambu portable
- Rambu penunjuk arah
Hilman mengungkapkan bahwa pihaknya juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa 200 unit traffic cone yang akan didistribusikan ke sejumlah titik rawan kepadatan.
“Kita juga mendapat bantuan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat sebanyak 200 traffic cone yang nantinya akan kita sebar di berbagai lokasi yang dianggap membutuhkan pengamanan arus mudik maupun arus balik,” terangnya.
Antisipasi Lonjakan Wisatawan
Dishub Kabupaten Bandung juga mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata, terutama bagi masyarakat yang tidak melakukan mudik namun memilih berlibur.
Beberapa daerah wisata yang menjadi perhatian utama antara lain Pacira dan Pangalengan, yang setiap musim libur Lebaran selalu dipadati pengunjung.
“Biasanya masyarakat yang tidak mudik akan mengunjungi objek wisata di Kabupaten Bandung, khususnya ke arah Pacira dan Pangalengan. Itu yang kita jadikan prioritas pengamanan,” ujarnya.
Puncak Arus Mudik Diprediksi 14–15 dan 19–20 Maret
Hilman menyebutkan, berdasarkan prediksi pemerintah pusat, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang, yaitu 14–15 Maret dan 19–20 Maret.
Untuk itu, personel Dishub dijadwalkan mulai bertugas di lapangan sejak 14 Maret hingga 29 Maret 2026, termasuk mengantisipasi arus balik setelah Lebaran.
“Mulai tanggal 14 anggota kita sudah mulai bertugas di lapangan sampai tanggal 29. Kita harus mewaspadai puncak arus mudik serta arus balik nanti,” katanya.
Pengamanan Jalur Alternatif
Selain jalur utama, Dishub juga memberi perhatian pada jalur alternatif yang sering digunakan masyarakat, seperti Cijapati dan Cukang Monteng.
Meski secara teknis jalur Cijapati tidak direkomendasikan sebagai jalur alternatif, kenyataannya masih banyak pengendara yang melintasinya.
Karena itu, Dishub tetap melakukan langkah antisipasi, seperti pemasangan penerangan jalan umum (PJU) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Walaupun Cijapati tidak termasuk ruas yang direkomendasikan, masyarakat tetap banyak menggunakan jalur itu. Karena itu kita tetap berupaya melakukan penanganan seperti pemasangan PJU dan pengawasan di lapangan,” jelasnya.
Di jalur Cukang Monteng, Dishub bahkan akan menambah personel pengamanan serta meminta dukungan dari petugas pemadam kebakaran untuk bersiaga, mengingat banyak kendaraan terutama sepeda motor yang melintas dan kerap terjadi kecelakaan.
Pembatasan Operasional Truk Sumbu Tiga
Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang sumbu tiga.
Pembatasan tersebut berlaku mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
Namun demikian, beberapa kendaraan angkutan tetap diperbolehkan beroperasi, di antaranya:
- Angkutan BBM
- Angkutan susu
- Angkutan pupuk
- Angkutan sembako
“Kendaraan tertentu seperti pengangkut BBM, susu, pupuk, dan sembako masih diperbolehkan melintas di ruas jalan tertentu sesuai aturan yang ada,” pungkas Hilman.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Dishub Kabupaten Bandung berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung yang menjadi jalur penting pergerakan kendaraan menuju wilayah selatan Jawa Barat.
**