AI Keislaman Aiman dan Aisha Diluncurkan Disarankan Lengkapi dengan Rujukan Kitab dan Fatwa

Sabtu, 7 Mar 2026 13:05
Pada (4/3/2026) Wamenkomdigi Nezar Patria meluncurkan platform AI keislaman Aiman & Aisha di Perpustakaan Nasional, Jakarta. Istimewa

NARASINETWORK.COM - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan pidato utama dalam acara Peluncuran Besar Platform AI Aiman & Aisha di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/3/2026). Acara tersebut menandai masuknya kecerdasan artifisial dalam ranah penyediaan informasi keagamaan bagi masyarakat.

Nezar Patria mengemukakan bahwa penggunaan teknologi AI untuk menjawab pertanyaan keagamaan perlu diperhatikan secara seksama. Sistem yang digunakan harus dilatih dengan data yang akurat dan dapat dipercaya. Tanpa proses pelatihan yang tepat, AI berpotensi menghasilkan jawaban yang memiliki kecenderungan tertentu dan tidak sesuai dengan ajaran yang sebenarnya, terutama pada isu yang membutuhkan pemahaman yang tepat.

"Untuk platform Aiman dan Aisha, jika data yang digunakan tidak dilatih dengan baik, hasil yang dihasilkan dapat menyimpang dari kaidah agama yang berlaku," jelas Nezar Patria dalam acara tersebut.

Wakil Menteri juga mengakui upaya yang dilakukan oleh pihak pengembang platform dalam mengantisipasi kemungkinan risiko. Langkah yang diambil meliputi pembatasan tanggapan terhadap pertanyaan yang memiliki sifat sensitif dan membutuhkan penilaian khusus.

"Ini merupakan langkah yang baik, karena telah disiapkan mekanisme untuk menyaring pertanyaan yang sensitif dan memiliki tingkat kerumitan tertentu. Jika ditemukan pertanyaan semacam itu, sistem akan langsung menyarankan pengguna untuk berkonsultasi dengan para ulama atau pihak yang berwenang," ucapnya.

Nezar Patria menyampaikan harapan agar platform Aiman dan Aisha dapat menjadi contoh penerapan teknologi yang bermanfaat dalam bidang keagamaan. Pengembangan yang berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sistem untuk memberikan jawaban yang lebih tepat dan luas cakupannya.

"Semoga dengan upaya pengembangan yang lebih intensif, platform ini dapat berkembang menjadi lebih baik dan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat," tutupnya.

Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujaddid Rais menjelaskan bahwa sebagian besar generasi muda saat ini mencari informasi terkait masalah agama melalui sarana pencarian di internet. Namun, tidak semua sumber dan rujukan yang tersedia di ruang daring memiliki kebenaran dan akurasi yang memadai.

"Kehadiran platform Aiman dan Aisha memberikan kontribusi bagi khazanah Islam yang ada di tengah masyarakat. Hal ini diharapkan dapat membantu terbentuknya pemahaman agama yang sesuai dengan ajaran yang benar," ujar Ahmad.

Ahmad juga mengajukan usulan agar platform tersebut terus melengkapi data yang dimiliki dengan berbagai rujukan dari kitab-kitab agama dan fatwa yang dikeluarkan oleh para ulama. Dengan demikian, informasi yang disampaikan dapat menjadi lebih lengkap dan sesuai dengan standar yang berlaku bagi seluruh pengguna.

 

 

 


Berita Terkini