NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Wisma Habibie Ainun yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, resmi dibuka untuk umum sebagai ruang edukasi, sejarah, dan cagar budaya sejak pertengahan Januari 2025. Bangunan ini dulunya merupakan tempat tinggal pribadi Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, beserta istrinya, Hasri Ainun Habibie.
Di tempat ini tersimpan warisan pemikiran dan catatan perjalanan jabatan mereka bagi bangsa. Kompleks tersebut berdiri di atas lahan seluas seribu meter persegi, yang sebagian dibeli sendiri oleh keluarga sejak tahun 1975 dan sebagian lagi merupakan pemberian dari Pemerintah Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan.
Dari sisi arsitektur, wisma ini memadukan unsur tradisional Jawa dengan rancangan bangunan masa kini. Bagian utamanya terdiri dari ruang tamu dan aula pendopo yang dibangun menggunakan tiang kayu jati berukir asal Madura. Bagian langit-langitnya dihiasi motif batik truntum yang melambangkan ikatan hubungan keluarga. Pendopo ini memiliki nilai sejarah karena pernah menjadi tempat berkumpul para tokoh bangsa, tempat penyelenggaraan pertemuan, dan ruang penyusunan susunan Kabinet Reformasi Pembangunan pada bulan Mei 1998.
Selain area pendopo, terdapat jembatan kecil yang melintasi kolam ikan dan menjadi jalan penghubung menuju gedung perpustakaan pribadi berlantai dua. Gedung ini dilengkapi tangga melingkar dari kayu jati, yang bentuknya diambil dari gambaran bangunan dalam film klasik yang disukai oleh pasangan tersebut. Di dalamnya tersimpan lebih dari lima ribu judul buku yang mencakup bidang teknik kedirgantaraan, ilmu pengetahuan alam, matematika, filsafat Islam, dan ilmu sosial, yang sempat digunakan selama masa hidup keduanya.
Pengelola juga memamerkan sejumlah maket dan replika pesawat terbang yang dikembangkan oleh industri dirgantara nasional yang didirikan oleh Habibie, antara lain tipe N250 Gatotkaca dan CN235. Berdekatan dengan gedung perpustakaan, terdapat Taman Intelektual, yaitu area terbuka hijau berbentuk lingkaran yang diperuntukkan sebagai tempat diskusi di luar ruangan. Di taman ini dipasang tiga patung yang melambangkan kebudayaan dunia sebagai representasi asal mula ilmu dan pengetahuan.
Masyarakat yang hendak berkunjung diwajibkan mendaftar terlebih dahulu secara daring melalui laman Goers, karena tiket tidak disediakan untuk pembelian langsung di lokasi. Harga tiket reguler ditetapkan sebesar seratus tujuh puluh lima ribu rupiah per orang. Tersedia pula tarif khusus sebesar seratus lima puluh ribu rupiah per orang untuk rombongan dengan jumlah minimal sepuluh orang. Selain itu, ditawarkan paket kunjungan khusus senilai satu juta lima ratus ribu rupiah yang meliputi jamuan makan malam di area pendopo utama.
Wisma ini dibuka untuk kunjungan setiap hari Senin hingga Jumat, mulai pukul sepuluh pagi hingga lima sore WIB. Jumlah pengunjung dibatasi sebanyak enam puluh orang dalam setiap sesi demi menjaga keamanan dan kelestarian bangunan. Pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian berbahan batik serta mematuhi aturan yang berlaku, antara lain dilarang menyentuh koleksi buku tanpa izin dari pemandu. Lokasi ini beralamat di Jalan Patra Kuningan XIII Nomor 7 dan dapat dicapai menggunakan kendaraan umum Transjakarta dengan turun di Halte Patra Kuningan, maupun menggunakan LRT Jabodebek yang berhenti di Stasiun Kuningan.
