NARASINETWORK.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengusulkan pembuatan grand design pengembangan kawasan Pusat Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, yang terletak di Kelurahan Srengseng, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tujuan utama usulan ini adalah agar kawasan tersebut dapat berfungsi dengan lebih maksimal sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.
Salah satu poin penting yang disampaikan Rano Karno adalah kebutuhan akan adanya lembaga pendidikan di kawasan tersebut. "Harus ada lembaga pendidikan di sini," tegasnya saat menyampaikan gagasan pengembangan kawasan.
Rano Karno menjelaskan bahwa ia telah menerima penugasan langsung dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menangani beberapa proyek penting di ibu kota. "Ada penugasan yang diberikan Pak Gubernur kepada saya. Pertama Kota Tua, kemudian Pasar Baru dan Setu Babakan ini," ujarnya saat melakukan kunjungan ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan pada Kamis lalu (8/1/2026).
Selama kunjungan tersebut, Rano Karno secara langsung mengamati berbagai kondisi dan persoalan yang ada di kawasan. Ia menyampaikan bahwa telah melihat berbagai hal yang perlu diperbaiki dan akan segera melakukan tindak lanjut dengan mengadakan pembahasan bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Balai Kota DKI Jakarta.
Berdasarkan hasil pembahasan awal yang telah dilakukan, Rano Karno menilai bahwa fungsi dan peran Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan masih dapat ditingkatkan secara signifikan. Selain direncanakan menjadi basis bagi Lembaga Adat Betawi yang akan segera dibentuk, kawasan ini juga perlu menjadi tempat bagi pembentukan lembaga pendidikan khusus yang fokus pada kajian tentang Jakarta.
"Harus ada lembaga pendidikan di sini dan kalau sanggar tempat latihan itu sudah ada. Bukan universitas, tapi misal seperti institut tentang Jakarta," jelasnya menjelaskan konsep lembaga pendidikan yang diinginkan. Institusi semacam itu diharapkan dapat menjadi pusat kajian tentang sejarah, budaya, sosial, dan perkembangan kota Jakarta secara menyeluruh.
Selain kebutuhan akan lembaga pendidikan, Rano Karno juga mengungkapkan berbagai persoalan terkait infrastruktur yang perlu segera dibenahi. Di antara rencana yang akan diupayakan adalah pembangunan sarana transportasi publik berupa monorail yang akan menjangkau kawasan Setu Babakan. Rencana ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan kemacetan yang sering terjadi di jalur akses menuju kawasan, sehingga memudahkan masyarakat dan wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut.
Rano Karno menegaskan bahwa proses pengembangan kawasan tidak akan dilakukan secara sepihak. Selain melibatkan berbagai OPD terkait, hasil kunjungan dan analisis yang dilakukan pada hari tersebut akan segera dilaporkan secara rinci kepada Gubernur Pramono Anung. Nantinya, seluruh rangkaian pembangunan dan pengembangan akan dilakukan secara bertahap dan dengan perencanaan yang terukur, sesuai dengan konsep yang akan disepakati bersama oleh semua pihak terkait.
"Harus dibikin grand design, karena di sini ternyata belum ada. Walau mungkin nanti pembangunannya bertahap, tapi grand design harus kita punya," tandasnya menekankan pentingnya memiliki rancangan keseluruhan sebelum melakukan langkah-langkah pengembangan lebih lanjut. Dengan adanya grand design yang jelas, diharapkan pengembangan kawasan Pusat Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dapat berjalan dengan terarah dan menghasilkan manfaat yang optimal bagi masyarakat Betawi dan seluruh warga Jakarta.