Perjanjian Perdagangan Energi dengan AS Tidak Perbesar Impor Nasional

Selasa, 3 Mar 2026 16:50
    Bagikan  
Perjanjian Perdagangan Energi dengan AS Tidak Perbesar Impor Nasional
Istimewa

Pemerintah menegaskan bahwa kesepakatan perdagangan energi dengan Amerika Serikat tidak menambah kuota impor energi nasional.

NARASINETWORK.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak akan menambah kuota impor energi nasional. Kesepakatan ini hanya mengalihkan sumber impor dari negara lain ke Amerika Serikat.

Pernyataan ini disampaikan Bahlil dalam acara Semarak Milad ke-28 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

"Kebutuhan LPG setiap tahun mencapai 8,3 juta ton, sementara produksi nasional sebesar 1,6 juta ton sehingga setiap tahun mengimpor sekitar 7 juta ton. Selanjutnya ada kebutuhan BBM serta minyak mentah; ketiga komoditas ini termasuk dalam kesepakatan pembelian senilai USD15 miliar dengan Amerika Serikat," jelas Bahlil.

Menteri ESDM menjelaskan bahwa kebutuhan energi seperti LPG, BBM, dan minyak mentah masih bergantung pada impor karena produksi dalam negeri belum mencukupi. Namun, perjanjian dengan Amerika Serikat tidak menambah volume impor, melainkan hanya mengubah asal pemasok.

Bahlil memastikan harga pembelian ketiga produk tersebut tetap mengikuti mekanisme pasar. Bahkan, harga LPG dari Amerika Serikat lebih kompetitif dibandingkan negara lain.

"Harga impor ketiga produk senilai USD15 miliar dari Amerika Serikat sesuai dengan harga pasar. Tidak ada perbedaan jika diimpor dari Timur Tengah atau Amerika Serikat. LPG dari Amerika Serikat justru lebih murah," ujar Bahlil.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan memberatkan negara maupun mengganggu kedaulatan energi nasional.

"Volume impor tetap sama, hanya pergantian sumber yang terjadi. Kedaulatan bangsa tetap terjaga; tidak ada tindakan yang merugikan negara," ungkapnya.

Perjanjian perdagangan energi senilai USD15 miliar tersebut tercantum dalam Reciprocal Trade Agreement (RTA) atau Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan ini difinalisasi pada pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Donald Trump di Washington DC pada Kamis (19/2/2026).

Dalam perjanjian itu, Indonesia berkomitmen meningkatkan pembelian produk energi dari Amerika Serikat dengan nilai indikatif sekitar USD15 miliar. Rinciannya meliputi impor LPG sekitar USD3,5 miliar, minyak mentah sekitar USD4,5 miliar, serta produk BBM olahan sekitar USD7 miliar. Selain itu, kerja sama meliputi komoditas energi lain sesuai kebutuhan domestik, seperti batubara metalurgi dan teknologi batubara bersih.

Pemerintah memastikan seluruh komitmen disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri, mempertimbangkan harga yang kompetitif dan menjaga kepentingan nasional.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Bea Cukai Tegaskan Penumpukan Kontainer Wuling Bukan Masalah Kepabeanan
Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas KLH/BPLH pada 2027
Yenny Wahid Apresiasi Dukungan Presiden terhadap Pelatnas Jangka Panjang
Mandiri Jogja Marathon 2026 Catat Rekor 10.200 Peserta dari 17 Negara
Pemandian Air Panas Cibolang Akan Bersolek, Begini Penjelasan Pengelola
Lomba Melukis Bung Karno dan Megawati Meriahkan Bung Karno Festival 2026 di Tugu Proklamasi Jakarta
Mahakarya Randai 4 "Bujang Sambilan" Hidupkan Legenda Danau Maninjau Di Taman Ismail Marzuki Jakarta
Kemenpora RI Apresiasi MCGJWC 2026 Dukung Pembinaan Atlet Golf Junior Internasional
Pameran Tunggal Andri Wintarso di Perpusnas Tampilkan Lebih dari 40 Karya Bertema Art Therapy
Kupang–Dili Perjalanan Darat Menembus Perbatasan Motaain dan Batugade
Dili 2026 Menata Perekonomian di Tengah Integrasi ASEAN
Hidangan Khas Malam Satu Suro dan Jejak Tradisi Tahun Baru Jawa
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Indonesia-Qatar Siapkan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Garuda Muda U-12 dan U-14 Wakili Indonesia pada AFC Vietnam Hanoi International 2026
RSUD Majalaya Menggelar Review Standar Pelayanan Lama dan Sosialisasi Standar Pelayanan Baru Bedah Saraf
Kopaja dalam Lintasan Sejarah Transportasi Jakarta
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial