NARASINETWORK.COM -Dalam rangka memperkuat karakter peduli lingkungan sejak usia dini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi (Sosant) Universitas Sebelas Maret Surakarta melakukan penelitian mendalam melalui program pembelajaran berdampak terkait internalisasi nilai-nilai Adiwiyata. Penelitian ini dilaksanakan di tiga jenjang pendidikan di Kota Surakarta, yakni SD Warga, SMP Negeri 21 Surakarta, dan SMA Warga.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana nilai pelestarian lingkungan tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar terwujud dalam perilaku sehari-hari siswa melalui pendekatan sosiologi dan antropologi.

Pendekatan Lintas Jenjang untuk Keberlanjutan
Penelitian ini mengusung strategi lintas jenjang pendidikan guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesinambungan pendidikan lingkungan di Surakarta. Dengan menelaah praktik dari tingkat dasar hingga menengah, tim mahasiswa berupaya memahami bagaimana nilai Adiwiyata berkembang, mulai dari pembentukan kebiasaan sederhana hingga menjadi kesadaran kolektif yang lebih matang. Pendekatan ini dinilai penting agar nilai kepedulian lingkungan tidak terhenti di satu fase pendidikan, melainkan terus melekat sepanjang proses belajar siswa.
Dampak Nyata di Lapangan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai dilakukan melalui berbagai aktivitas kreatif, seperti pengelolaan sampah secara mandiri, pembuatan taman edukatif, serta pengintegrasian materi lingkungan ke dalam pembelajaran untuk memperkuat pemahaman hubungan antara manusia dan alam.
Diharapkan, temuan ini dapat menjadi referensi bagi sekolah lain di Surakarta dalam mengembangkan model pendidikan berbasis lingkungan yang lebih efektif dan aplikatif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa UNS dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan penanganan perubahan iklim.

Tentang Program Studi
Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi UNS berkomitmen mencetak pendidik dan peneliti muda yang memiliki kepekaan terhadap isu sosial serta mampu menawarkan solusi melalui pendekatan ilmiah yang humanis.