NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Pelayanan air bersih oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PDAM Tirta Raharja, kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Ciparay. Sejumlah warga mengeluhkan distribusi air yang tidak lancar hingga dugaan kebocoran jaringan pipa yang belum tertangani secara maksimal.
Dari informasi yang berhasil di himpun, pada Jum'at (24/4/2026). Keluhan tersebut ramai disuarakan melalui media sosial, beberapa unggahan warganet menyampaikan keresahan mereka terkait kondisi air yang tidak mengalir secara normal, bahkan disebutkan sudah berlangsung cukup lama.
Situasi ini dinilai sangat merugikan, terlebih kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar sehari-hari.
Pernyataan yang muncul didominasi persoalan distribusi air yang kerap tersendat, dugaan kebocoran pipa, hingga dampak proyek galian yang dianggap mengganggu suplai air ke rumah warga.
“Air sering tidak mengalir, padahal pembayaran terus berjalan,” tulis salah satu warganet di Grup media sosial.
Warga lainnya juga menyoroti adanya proyek galian yang diduga berdampak pada terganggunya distribusi air ke rumah-rumah pelanggan.
Tak hanya soal distribusi, sistem penagihan juga menjadi sorotan. Beberapa warga mengaku tetap menerima tagihan rutin, "Ya bahkan dengan denda jika terlambat membayar, meski pasokan air tidak berjalan optimal," ucap warganet lainnya.
Hal ini memicu kekecewaan dan mempertanyakan transparansi serta kualitas layanan yang diberikan.
Kondisi tersebut memunculkan wacana aksi protes dari sebagian masyarakat. Mereka berharap ada respons cepat dan konkret dari pihak pengelola agar permasalahan tidak berlarut-larut.
Di sisi lain, masyarakat mendesak agar PDAM Tirta Raharja segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari perbaikan infrastruktur, penanganan kebocoran, hingga peningkatan komunikasi dengan pelanggan.
Kejelasan informasi dinilai penting agar warga tidak merasa diabaikan.
Air bersih bukan sekadar layanan, melainkan kebutuhan vital. Ketika distribusinya terganggu, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.
Oleh karena itu, publik berharap adanya langkah nyata dan cepat agar kepercayaan terhadap layanan BUMD ini dapat kembali pulih.
**
