Indonesia Hadirkan Produk Kerajinan Unggulan di Pameran Home InStyle 2026 Hongkong

Rabu, 11 Mar 2026 21:51
Ekspor kerajinan Indonesia tahun 2025 mencapai USD806,63 juta, tumbuh 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Para peserta akan mendapatkan fasilitas booth dan promosi, serta menampilkan produk dengan karakteristik masing-masing. Istimewa

NARASINETWORK.COM - Industri kerajinan menjadi sektor penting dalam struktur industri nasional, dengan fokus pada kreativitas, budaya lokal, dan pemanfaatan sumber daya daerah. Perdagangan global berkembang, dan industri ini menunjukkan ketahanan serta kemampuan bersaing, dengan dukungan dari inovasi desain, peningkatan kualitas produk, dan perluasan jalur ekspor.

Kementerian Perindustrian menjalankan program untuk mendukung sektor ini, seperti peningkatan kapasitas pekerja, fasilitasi sertifikasi dan standardisasi, penguatan desain dan branding, serta pembukaan akses pasar melalui ajang internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, industri kerajinan berperan dalam memperkuat struktur industri berbasis nilai tambah dan budaya. "Industri kerajinan mendukung ekonomi masyarakat, dan menjadi representasi budaya Indonesia di pasar global," ujar Menperin di Jakarta, Senin (11/3/2026).

Sebagai bagian dari strategi ekspansi pasar global, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) membantu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan untuk berpartisipasi dalam pameran internasional Home InStyle 2026, yang diselenggarakan pada 27 – 30 April 2026 di Hongkong.

Pameran bisnis-ke-bisnis (B2B) untuk produk rumah tangga dan gaya hidup yang diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) menjadi wadah untuk pertemuan produsen, desainer, distributor, dan pembeli dari berbagai negara.

Menurut rilis HKTDC, pameran Home InStyle menarik sekitar 100.000 pembeli dari seluruh dunia, dengan lebih dari 20.000 orang berasal dari 131 negara dan wilayah. Partisipasi yang tinggi menjadikan ajang ini sebagai sarana promosi, penjajakan kerja sama, dan peningkatan peluang ekspor melalui platform digital yang terpadu.

Menperin menyampaikan, keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi IKM untuk memperluas jaringan kerja sama, meningkatkan ekspor, dan memperkuat posisi produk kerajinan dalam rantai pasok global. Dengan kualitas, inovasi, dan kekayaan budaya sebagai keunggulan, produk ini dapat diterima dan diminati di pasar luar negeri.

"Melalui partisipasi ini, IKM kerajinan Indonesia mempromosikan produk terbaik, menjajaki kerja sama dagang, dan meningkatkan peluang transaksi ekspor," ujarnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, ekspor kerajinan Indonesia menunjukkan hasil yang baik. Pada tahun 2025, nilai ekspor mencapai USD806,63 juta, tumbuh 15,46 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar USD 698,62 juta.

"Tren positif ekspor kerajinan harus dipertahankan dan ditingkatkan. Pemerintah mendorong IKM untuk terintegrasi dalam rantai pasok global melalui peningkatan kualitas produk, inovasi desain, dan perluasan akses pasar," ujar Reni.

Dirjen IKMA menambahkan, partisipasi BPIFK pada tahun 2026 merupakan kelanjutan kerja sama dengan HKTDC pada tahun sebelumnya, yang mendapatkan tanggapan baik dari pasar internasional.

"Produk kerajinan Indonesia menarik perhatian pembeli dari Amerika Serikat dan Jepang, sehingga memperkuat keyakinan terhadap kemampuan bersaing dan peluang ekspansi IKM di pasar global," tambahnya.

Tiga IKM terpilih setelah proses seleksi, yaitu Manamu, Kampoeng Anyaman, dan Koto Batu. Ketiga IKM ini mendapatkan fasilitas booth di area Cultural and Creative Avenue.

Para peserta juga mendapatkan dukungan Top-up Product Display Package untuk penataan produk, serta fasilitas promosi melalui Default Online Package pada platform resmi pameran untuk memperluas jangkauan pembeli.

Masing-masing IKM menampilkan produk dengan karakteristik berbeda. Manamu menghadirkan kerajinan tenun tangan menggunakan kawat baja dari Sumba Timur yang disebut lulu amah, menggabungkan teknik tradisional dengan desain modern.

Kampoeng Anyaman menampilkan produk anyaman daun pandan buatan tangan, dengan fokus pada kualitas dan prinsip lingkungan. Koto Batu menawarkan perhiasan berbahan batu alam, yang menonjolkan keindahan alami dengan sentuhan estetika modern dan nilai filosofis.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menjelaskan, partisipasi ini sejalan dengan penguatan ekosistem industri yang diusung BPIFK melalui konsep 3C (Create, Connect, dan Catalyze).

"Partisipasi ini memperkuat ekosistem melalui aspek Connect, yaitu memperluas akses pasar ekspor dan jaringan kerja sama internasional. Kami akan terus mendorong IKM agar mampu berkembang, berorientasi ekspor, dan bersaing di pasar dunia," kata Dickie.

Berita Terkini