Merayakan Hari Dongeng Sedunia Melalui Tradisi Tutur Lisan

Jumat, 20 Mar 2026 19:00
    Bagikan  
Merayakan Hari Dongeng Sedunia Melalui Tradisi Tutur Lisan
Istimewa

Hari Dongeng Sedunia diperingati setiap 20 Maret untuk menghargai tradisi tutur lisan. Bermula dari Swedia pada 1990-an, peringatan ini kini menjadi agenda global yang merayakan keberagaman budaya. 

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Peringatan Hari Dongeng Sedunia berlangsung setiap tanggal 20 Maret. Acara ini bertujuan menghargai tradisi tutur yang menjadi bagian sejarah manusia. Para pendongeng berkumpul untuk berbagi cerita, memperkuat hubungan antarwarga dunia, serta merayakan ragam budaya dan bahasa tiap bangsa.

Dongeng adalah cara paling sederhana untuk menyampaikan nilai kebaikan kepada anak tanpa harus menggurui.

Sejarahnya bermula dari tradisi di Swedia pada awal 1990-an. Kegiatan tersebut kemudian menyebar ke negara-negara lain seperti Norwegia, Denmark, dan Finlandia sebelum menjangkau wilayah Amerika hingga Australia. Pada tahun 2003, tanggal ini resmi menjadi perayaan global yang terlaksana secara serentak setiap tahun.
Bagi banyak orang, dongeng adalah alat komunikasi antar generasi. Cerita rakyat membawa pesan moral serta nilai kemanusiaan yang umum. Melalui perayaan ini, masyarakat diingatkan bahwa sebuah kisah dapat membantu orang memahami pengalaman hidup pihak lain yang memiliki latar belakang berbeda.
Mendongeng memiliki manfaat besar bagi pendidikan. Anak-anak yang mendengarkan cerita dapat melatih imajinasi serta menambah kosakata. Metode ini menjadi sarana belajar yang efektif karena penyampaian nilai budi pekerti dilakukan secara santai tanpa tekanan.
Dongeng juga berfungsi menjaga warisan budaya. Banyak cerita tradisional menyimpan informasi asal-usul tempat atau adat istiadat yang mulai jarang diketahui. Dengan terus menuturkannya, sejarah leluhur tetap terjaga. Selain itu, kegiatan ini membantu seseorang mengungkapkan perasaan melalui alur cerita yang disampaikan.
Pada masa kini, Hari Dongeng Sedunia tetap berjalan meski menggunakan media digital seperti rekaman suara atau video. Namun, interaksi langsung tetap menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan pesan. Peringatan ini menegaskan bahwa tutur kata manusia mampu menyatukan dan memberikan semangat untuk masa depan.


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Tata Kelola Migas dan Inovasi Teknologi dalam Menghadapi Tantangan Global
Waisak 2570 BE "Penghormatan dan Doa untuk Para Pejuang"
Riset Universitas Sebelas Maret Surakarta Ungkap Peran Adiwiyata dalam Membentuk Karakter
Mahasiswa Prodi Sosant UNS Teliti Penerapan Nilai Adiwiyata di Tiga Tingkatan Sekolah di Surakarta
Iyut Fitra Penyair yang Memeluk Kata Hingga Napas Terakhir
WOW! Rp. 220 Miliar Dianggarkan Untuk Pembangunan Danau, Retensi hingga Normalisasi Sungai di Kawasan Banjir
Dorong Prestasi dan Partisipasi, Raperda Keolahragaan Daerah Disetujui di Paripurna
KDS: Rekomendasi DPRD Jadi Acuan Perbaikan Kinerja Pemkab Bandung
KDS Tegaskan Komitmen Pembenahan Data Lahan di Rakor LP2B ATR/BPN
Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Terobosan Baru Susi Pudjiastuti, Ambil Alih Warga Terlilit Pinjol jadi Nasabah Bank BJB
BREAKING NEWS "Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur"
Geger! Seorang Pria di Jelekong Kabupaten Bandung Tewas Bersimbah Darah, Diduga Terbakar Api Cemburu
IMLF-4 Fadli Zon Dijadwalkan Tandatangani Sampul Peringatan Seabad Jam Gadang
Keluhan Pelanggan Meningkat, Layanan PDAM Tirta Raharja Jadi Sorotan di Ciparay
Ridwan Ginanjar Serukan Pemuda Jawa Barat Ambil Peran Solusi Berbasis Komunitas di 2026
Sketsa Gaya 'Gaya Skater Santai dan Nyaman' Vol.3
Industri Makanan dan Minuman Pertahankan Produksi Pemerintah Dorong Inovasi Kemasan Alternatif
Satpol PP Kabupaten Bandung dan Sejumlah Pihak Tertibkan Bangli Di Wilayah Margahayu
DPP Partai Cinta Negeri Deklarasikan Samsuri sebagai Calon Presiden RI 2029