Industri Makanan dan Minuman Pertahankan Produksi Pemerintah Dorong Inovasi Kemasan Alternatif

Kamis, 23 Apr 2026 13:39
    Bagikan  
Industri Makanan dan Minuman Pertahankan Produksi Pemerintah Dorong Inovasi Kemasan Alternatif
Istimewa

Kementerian Perindustrian memastikan sektor makanan dan minuman tetap stabil meski harga bahan baku plastik dipengaruhi situasi global. Pemerintah mendorong penggunaan kemasan alternatif seperti kertas, kaca, logam, dan bahan daur ulang.

NARASINETWORK.COMJAKARTA, Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa industri agro nasional, khususnya sektor makanan dan minuman, tetap mampu menjaga stabilitas produksi di tengah dinamika global yang memengaruhi harga bahan baku plastik. Pemerintah terus mendorong pengembangan bahan kemasan alternatif guna memperkuat daya saing industri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, berpotensi memengaruhi rantai pasok bahan baku kemasan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum untuk memacu industri kemasan dalam negeri yang ramah lingkungan serta memiliki kemampuan bersaing.

“Industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang banyak memanfaatkan produk plastik untuk berbagai kebutuhan kemasan. Situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini menjadi peluang untuk memacu peningkatan efisiensi sekaligus mempercepat inovasi kemasan alternatif,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menambahkan, pelaku usaha telah mulai melakukan diversifikasi material kemasan dengan memanfaatkan kertas, kaca, logam, serta bahan plastik hasil daur ulang seperti recycled PET (rPET). Khusus kemasan berbahan dasar kertas, industri pulp dan kertas nasional memiliki pondasi kuat untuk mendukung transformasi tersebut. Pada 2025, industri ini didukung 113 perusahaan dengan kapasitas produksi pulp mencapai 14,48 juta ton per tahun dan kertas 25,37 juta ton per tahun. Nilai ekspornya mencapai USD 8,2 miliar, sekaligus menyerap sekitar 1,48 juta tenaga kerja.

“Potensi pengembangan kemasan berbasis kertas sangat besar, terutama untuk kebutuhan ritel, industri makanan dan minuman, perdagangan elektronik, dan logistik. Saat ini fokus juga diberikan pada pengembangan aseptic packaging yang banyak digunakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok dingin. Ke depan, inovasi seperti barrier paper, paper bottle, nano-cellulose coating dan active paper packaging perlu terus diperkuat melalui riset dan investasi,” kata Putu.

Selain kemasan berbasis kertas, Kementerian Perindustrian juga memacu pengembangan bioplastik berbasis bahan hayati seperti singkong dan rumput laut. Sejumlah pelaku industri dalam negeri telah memulai produksi kemasan ramah lingkungan berbasis pati singkong maupun kemasan berbahan dasar laut. Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri ini karena merupakan salah satu produsen utama ubi kayu dan rumput laut dunia.

“Saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha bioplastik berbahan baku ubi kayu dan rumput laut. Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional, total kapasitas industri bioplastik berbahan baku ubi kayu sebesar 8 ribu ton per tahun, sedangkan total kapasitas industri bioplastik berbahan baku rumput laut sebesar 28 ton per tahun,” ungkap Putu.

Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan global dan memfokuskan kebijakan pemerintah untuk memperkuat struktur industri nasional melalui diversifikasi bahan baku, penguatan sektor hulu, dan pengembangan variasi produk kemasan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperkuat ketahanan industri agro Indonesia menghadapi gejolak eksternal. 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sketsa Gaya 'Gaya Skater Santai dan Nyaman' Vol.3
Industri Makanan dan Minuman Pertahankan Produksi Pemerintah Dorong Inovasi Kemasan Alternatif
Satpol PP Kabupaten Bandung dan Sejumlah Pihak Tertibkan Bangli Di Wilayah Margahayu
DPP Partai Cinta Negeri Deklarasikan Samsuri sebagai Calon Presiden RI 2029
Sketsa Gaya 'Distinguished Look Elegan Sesuai Usia' Vol.2
Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas Nasional Pemerintah
Percepatan Indonesia Financial Center Tarik Investasi Global
Kemenpora Dukung Upaya Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kartini di Era Digital Menjaga Nilai Tata Krama di Tengah Kemajuan Zaman
Gizi Kuat, Bangsa Hebat: Nurhadi Gaungkan Program Makan Gratis di Kediri
Borobudur Sebagai Living Heritage dalam Kirab Pusaka Nusantara
Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku
Ikan Bakar dan Dabu-Dabu Kombinasi Utama Kuliner Pesisir Sulawesi Utara
Menakar Keamanan Sistem Verifikasi Mandiri di Area Publik dan Hunian
UU PDP dan Dilema Keamanan Akses Gedung
Job Fair Bandung Bedas Expo 2026 Diserbu Pencari Kerja, Lebih dari 1.200 Lowongan Tersedia
Semarak Hari Jadi ke-385, Bapenda Kabupaten Bandung Ajak Warga Ramaikan “Bandung Bedas Expo 2026”
Situasi Selat Hormuz Dorong Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor
Tiga Regulasi Baru Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
WALHI Soroti Lahan Kritis dan Tutupan Hutan Kabupaten Bandung yang Terus Menyusut