Stiker Doa di WhatsApp Simbol Simpati atau Untaian Ibadah ?

Selasa, 18 Nov 2025 14:50
    Bagikan  
Stiker Doa di WhatsApp Simbol Simpati atau Untaian Ibadah ?
Istimewa

Imam An-Nawawi berpendapat bahwa doa bernilai jika dilafalkan, bukan hanya dikirim sebagai gambar atau teks. Meski stiker doa mudah dikirim, melafalkan doa dengan khusyuk tetap lebih utama agar doa tersebut bermakna dan bernilai ibadah.

NARASINETWORK.COM - Di zaman serba digital ini, media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Beragam kemudahan interaksi memungkinkan berbagai cara berkomunikasi, termasuk menyampaikan rasa duka dan harapan baik.

Munculnya fenomena kirim stiker doa di grup WhatsApp memunculkan pertanyaan, apakah tindakan ini bernilai spiritual dalam pandangan agama?

 Dalam percakapan WhatsApp, seringkali kita temui stiker doa seperti "Innalillahi" atau "Aamiin" sebagai respons terhadap kabar duka atau permohonan.

Praktisnya pengiriman stiker ini terkadang membuat seseorang alpa untuk melafalkan doa secara langsung.

Lalu, apakah hanya dengan mengirim stiker doa sudah cukup untuk mendapatkan nilai spiritual?

Terkait dengan doa yang hadir dalam bentuk visual atau teks, Imam An-Nawawi memberikan penjelasan berharga. Menurutnya, doa dalam wujud tulisan atau gambar saja tidak terhitung sebagai zikir yang dianjurkan dan tidak dianggap sebagai ibadah.

Imam An-Nawawi menekankan bahwa zikir dan doa akan bermakna jika terucap dengan lisan hingga terdengar oleh diri sendiri.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menyatakan :

اعلم أن الأذكار المشروعة في الصلاة وغيرها، واجبةً كانت أو مستحبةً، لا يُحسبُ شيءٌ منها ولا يُعتدّ به حتى يتلفَّظَ به، بحيثُ يسمعُ نفسهُ إذا كان صحيح السمع لا عارض له

Artinya:

“Ketahuilah bahwa zikir-zikir yang disyariatkan, baik dalam shalat maupun di luar shalat, baik yang wajib maupun yang sunnah, tidak dihitung dan tidak dianggap sah sampai diucapkan dengan lisan, sehingga orang yang mengucapkannya dapat mendengar dirinya sendiri, jika ia memiliki pendengaran yang normal dan tidak ada halangan”. (Imam Nawawi, Al-Adzkar, [Beirut, Dar Ibn Hazm: 2004], h. 46-47)

Dalam menjabarkan keterangan Imam An-Nawawi, Syekh Ibnu Allan dalam kitab Al-Futuhatur Rabbaniyyah menjelaskan bahwa doa atau zikir yang seharusnya terucap, seperti membaca Al-Fatihah saat salat, tidak akan terhitung jika hanya terlintas dalam batin.

Walau begitu, Syekh Ibnu Allan juga menegaskan bahwa zikir dalam batin tetap absah dalam syariat, bahkan menjadi jenis zikir yang utama. Zikir lisan diperlukan pada kegiatan yang mengharuskan pelafalan, seperti beberapa bagian penting dalam salat.

Oleh karena itu, mengirim doa lewat stiker di WhatsApp, seperti stiker innalillahi, amiin, dan beragam doa lain, tidak termasuk zikir yang bernilai ibadah, terkecuali jika diiringi dengan doa yang benar-benar terucap. Dengan pertimbangan ini, sebelum atau sesudah mengirim stiker doa, ada baiknya melafalkan doa tersebut dengan lisan disertai batin yang khusyuk dan penuh penjiwaan.

Berkirim stiker doa di WhatsApp adalah cara sederhana untuk berbagi simpati dan dukungan. Namun, agar tindakan itu bernilai ibadah, penting untuk tidak hanya bergantung pada stiker, tetapi juga mengucapkan doa dengan lisan serta meresapinya dalam hati. Dengan begitu, kita tidak sekadar mengirim pesan secara virtual, tetapi juga sungguh-sungguh berdoa dengan tulus.

Wallahu a’lam.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Tags
WhatsApp

Berita Terbaru

Liburan Backpacking Kebebasan Pembelajaran dan Keterhubungan dengan Lingkungan
Tasyakuran Program Sosial Jakarta Utara Bedah Rumah dan Bantuan untuk Guru Honorer
Bank Sampah Melati RW 02 Jakarta Timur Hasilkan Rp1 Juta dari 377 Kg Sampah Anorganik
Kota Tua Jakarta Bersinar dengan Jakarta Light Festival Menyambut Tahun Baru 2026
Pemkot Depok Komitmen Jaga Ketertiban 4.126 Objek Pelanggaran Ditertibkan
Pusdiklatcab Pramuka Kota Bogor Denny Mulyadi Tekankan Pentingnya Regenerasi dan Komunikasi
Jakarta Music Festival Rayakan Tahun Baru dengan Doa dan Penggalangan Dana untuk Korban Bencana Sumatra
Forkopimcam Ciparay Intensifkan Monitoring Malam Tahun Baru 2026, Jaga Kondusivitas Wilayah
Bukan Euforia, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Ajak Warga Awali 2026 dengan Refleksi dan Doa
Perjalanan Menemukan Jati Diri: Refleksi atas Pelajaran Hidup yang Tidak Ada di Modul Kuliah
Mahasiswa Hibah Asistensi Mengajar BK UNS Gelar Sosialisasi Parenting Kolaboratif di SMA Negeri 4 Surakarta
Keterbukaan Informasi Publik Pemkab Bandung, Diganjar Penghargaan dari Anugerah KIP Jabar 2025
Pemerintah Kabupaten Bandung Perkuat Kaderisasi Ulama Berbasis Desa untuk Pemulasaraan Jenazah
Gerai Obat KDKMP Diluncurkan di Depok Wawalkot Chandra Sebut Perkuat Akses Kesehatan
Refleksi Capaian Tahun 2025 Wali Kota Arifin Apresiasi Kerja Keras ASN dan Kerjasama dengan Media
Baznas Bazis Jakarta Pusat Dorong Partisipasi Masyarakat untuk Capai Target ZIS 49 Miliar
Pengalaman Belajar ke Luar Negeri Mengintegrasikan Pemikiran Barat dan Timur dalam Konteks Budaya Indonesia
Kesehatan Visual Saat Belajar Cara Memilih dan Menggunakan Lampu dengan Benar
Indonesia Represented by BRICS Literature Prize Winner at Cairo Book Fair 2026
Dari Solo ke Roma Kembali ke Hati Rakyat "Meneladani Hidup Romo Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ"