Lampu Kuning Kesehatan Mental Pelajar di Bandung, Puluhan Ribu Siswa Butuh Pendampingan Serius

Rabu, 11 Feb 2026 23:45
    Bagikan  
Lampu Kuning Kesehatan Mental Pelajar di Bandung, Puluhan Ribu Siswa Butuh Pendampingan Serius
AI

Ilustrasi para pelajar yang sedang mengantri didepan ruang psikolog

NARASINETWORK.COM - BANDUNG

-Hasil skrining Cek Kesehatan Jiwa (CKG) terhadap pelajar di Kota Bandung memunculkan sinyal peringatan serius. Dari total 148.239 siswa yang mengikuti pemeriksaan, sebanyak 71.433 siswa atau 48,19 persen terindikasi mengalami persoalan kesehatan mental, mulai dari kecemasan (ansietas) hingga gejala depresi.

Temuan ini menempatkan kondisi kesehatan mental pelajar pada kategori “lampu kuning” yang menuntut langkah cepat dan terukur dari berbagai pihak.

Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kota Bandung melalui kolaborasi Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jawa Barat berencana menghadirkan psikolog langsung ke lingkungan sekolah. Pendekatan ini dinilai penting agar intervensi tidak hanya bersifat administratif, melainkan menyentuh langsung kebutuhan siswa.

Dilansir dari akun Instagram @InfoBandungKota pada Rabu (11/2/2026). Anggota Majelis Psikolog Himpsi Jawa Barat yang juga dosen psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba), M. Ilmi Hatta, menyebut angka hampir separuh siswa yang terindikasi bermasalah secara psikologis tidak bisa dianggap sepele.

“Ini sudah masuk kategori lampu kuning. Artinya perlu penanganan profesional yang serius dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Ilmi, keberadaan guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah memang menjadi garda terdepan dalam pendampingan siswa. Namun, dalam kasus tertentu yang tergolong berat, diperlukan keterlibatan psikolog untuk melakukan asesmen lanjutan hingga terapi.

“Guru BK memiliki peran penting, tetapi kewenangannya terbatas. Untuk kasus yang membutuhkan intervensi klinis, psikolog harus turun langsung,” jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, para guru BK juga akan mendapatkan pelatihan khusus. Tujuannya agar mereka mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan emosional maupun perilaku, mengetahui mekanisme rujukan yang tepat, serta memberikan pendampingan awal secara profesional.

Langkah ini tidak hanya difokuskan pada lingkungan sekolah. Peran keluarga, khususnya orang tua, dinilai krusial dalam membentuk kondisi mental anak. Ilmi menekankan bahwa banyak persoalan psikologis pada anak berakar dari pola asuh, komunikasi dalam keluarga, hingga dinamika lingkungan rumah.

Karena itu, program ini juga akan diiringi dengan upaya psikoedukasi bagi orang tua, agar mereka memahami cara mendampingi anak secara sehat, mengenali perubahan perilaku, dan tidak ragu mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan.

Temuan “lampu kuning” ini menjadi momentum bagi seluruh elemen sekolah, keluarga, dan pemerintah untuk memperkuat sistem perlindungan kesehatan mental pelajar. Sebab di balik angka statistik tersebut, ada ribuan anak yang membutuhkan perhatian, pendampingan, dan ruang aman untuk tumbuh secara utuh.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lampu Kuning Kesehatan Mental Pelajar di Bandung, Puluhan Ribu Siswa Butuh Pendampingan Serius
Damri Padang Siap Dukung Transportasi Delegasi IMLF-4 di Bukittinggi
Perwakilan Narasinetwork.com terpilih sebagai Pengurus Baru MKJ Periode 2025 - 2030
Partai Bintang Timur Serukan Penyelesaian Status Papua Tanpa Kekerasan, Libatkan PBB
Aspirasi Warga Ibun Menggema di Musrenbang 2027: 6 Anggota Dewan Hadir Kawal Pembangunan
IMLF 2026 Kemlu Dorong Perayaan Budaya Minangkabau di Mata Dunia
Rapor Merah Kapolri Pilihan Jokowi Dibedah di Cirebon, Ahmad Bahar Singgung ‘No Viral, No Justice’
Program Makan Bergizi Gratis Arahkan Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Generasi Muda
Malam Kesenian Jakarta 2026 Siap Sajikan Ragam Pertunjukan dan Orasi Budaya di Teater Kecil TIM
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Ngancar Kediri Dorong Peningkatan Masyarakat
Narasinetwork.com Menaruh Jejak dalam Buku 'Belajar Mencintai dari Kearifan Baduy'" HPN 2026
Tujuh Buku Diluncurkan dalam Rangka HPN 2026 Dorong Penguatan Literasi dan Budaya Lokal
Konferensi Akademik ASEAN–Korea 2026 Bahas Kerja Sama Studi Asia Tenggara
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Desa Kertajaya Cianjur
Giliran Desa Ngranti Tulungagung, Tim Sosialisasi Program MBG Turun Langsung ke Warga
Program MBG Dapat Membantu Ringankan Beban Keluarga yang Berpenghasilan Rendah
DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Peran Strategis Pers di HPN 2026: Pilar Demokrasi di Tengah Disrupsi Informasi
Cetak Generasi Cerdas, Program Strategis Nasional MBG Kembali Disosialisasikan di Kediri
Respon WALHI Terkait Fenomena Macan Tutul Turun Gunung: Alarm Kerusakan Habitat di Jawa Barat
PLN Icon Plus Perkuat Budaya K3 Nasional melalui Apel Bulan K3 di Jawa Bagian Tengah