Dari Austria hingga Prancis Croissant merajai Pasar Roti Indonesia

Sabtu, 14 Feb 2026 22:12
    Bagikan  
Dari Austria hingga Prancis Croissant merajai Pasar Roti Indonesia
Istimewa

Croissant adalah viennoiserie yang awalnya berasal dari Austria dengan nama kipferl, kemudian dikenal sebagai produk khas Prancis dengan bentuk bulan sabit.

NARASINETWORK.COM - Croissant hidangan yang kini identik dengan Prancis, telah menjadi salah satu produk roti paling dicari di Indonesia. Dikenal dengan bentuk bulan sabit khasnya, produk ini tidak hanya menjadi pilihan favorit untuk sarapan atau camilan, tetapi juga menunjukkan bagaimana kuliner internasional dapat diterima dengan hangat oleh masyarakat lokal.

Croissant termasuk dalam kategori viennoiserie atau roti berlapis. Meskipun kini dikenal sebagai produk khas Prancis, akar sejarahnya berasal dari Austria dengan nama kipferl. Perjalanan kipferl ke Prancis membawa perubahan pada bentuk, ukuran, dan metode pembuatan, hingga akhirnya mendapatkan nama "croissant" yang diambil dari bahasa Prancis yang berarti "bulan sabit".

Proses pembuatan croissant menggunakan teknik laminasi, yaitu pelipatan adonan dan mentega secara berulang-ulang. Kombinasi adonan beragi yang difermentasi dengan lapisan-lapisan mentega menghasilkan tekstur luar yang renyah dan bagian yang lembut serta berpori. Interaksi antara uap air dari adonan dan lemak dari mentega selama pemanggangan menjadi kunci pembentukan struktur khas tersebut.

Selain varian polos, croissant juga tersedia dengan berbagai isian populer seperti cokelat, pasta almond, keju olahan, hingga kombinasi ham dan keju. Perkembangan kuliner modern telah melahirkan varian inovatif seperti croffle, yaitu perpaduan antara croissant dan waffle yang menggabungkan tekstur renyah croissant dengan bentuk khas waffle.

Untuk menikmati croissant disarankan menyantapnya ketika baru saja dipanggang atau setelah dihangatkan kembali dengan cara tepat menggunakan oven atau toaster. Produk ini sangat cocok disajikan bersama minuman hangat seperti kopi atau teh, menjadikannya kombinasi ideal untuk sarapan atau waktu istirahat.

Di Indonesia, croissant sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Berbagai toko roti, kafe, dan restoran menyajikannya dengan berbagai varian dan kualitas. Selain itu, croissant juga dapat ditemukan dalam bentuk adonan beku (frozen dough) di pasar swalayan atau toko bahan makanan, memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin membuat dan memanggangnya sendiri di rumah sesuai kebutuhan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Bandung: Infrastruktur Jalan Hingga Ribuan Rutilahu Jadi Prioritas
Kang DS Paparkan LKPJ 2025, Kinerja Pembangunan Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren Positif
Usai Puting Beliung di Pacet, BPBD Kabupaten Bandung: Ada 82 Jiwa dan 16 Rumah Rusak Terdampak
Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Pacet Kabupaten Bandung, Warga Panik Keluar Rumah
Penggunaan Tumbler Menjadi Pilihan Masyarakat Tekan Limbah Plastik
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia pada 84 Tahun
Penerapan Pola Hidup Ramah Lingkungan untuk Masa Depan
Mengenal Risiko Gaya Hidup Sedentari di Era Modern
Mengenal Pola Perilaku Maladaptif Anxious Avoidance dan Penanganannya secara Medis
Seogwipo Sambut Musim Semi Melalui Festival Jalan Santai dan Ragam Kuliner Lokal
Sentuhan Arsitektur Lokal dan Kenyamanan Modern di Mercure Resort Sanur
Garpu Restaurant Destinasi Kuliner Tepi Pantai di Karangasem Bali
Legian Beach Hotel Penginapan Bintang Empat di Bali dengan Lokasi Strategis
Pemuda KNPI Kabupaten Bandung Hangatkan Silaturahmi Lewat Halal Bihalal Penuh Kebersamaan
Sidak Usai Lebaran, Bupati Bandung Tekankan Optimalisasi PAD dan Kejelasan Aset Daerah
Festival Randai IMLF-4 Digelar di Bukittinggi Bakal Disaksikan 200 Lebih Delegasi dari Puluhan Negara
Cipta Bella Garut Ramai Pengunjung, Kenyamanan Dipuji, Namun Pengelolaan Perlu Terus Ditingkatkan
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diharapkan 28-29 Maret Masyarakat Diminta Sesuaikan Jadwal Perjalanan Kembali
Krisis Pangan Dunia Meningkat Indonesia Dorong Swasembada Lewat Deregulasi dan Modernisasi
Kebuntuan Negosiasi Gaji dan Kontrak Lebih dari 1.000 Staf ABC Lakukan Mogok Kerja 24 Jam