SIPD Dorong Transparansi Wamendagri Tekankan Sinergi Pemda dan BPK

Jumat, 13 Feb 2026 12:49
    Bagikan  
SIPD Dorong Transparansi Wamendagri Tekankan Sinergi Pemda dan BPK
Istimewa

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menegaskan perlunya sinergi Pemda dan BPK dalam pemeriksaan LKPD Tahun 2025 untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.

NARASINETWORK.COM - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan perlunya kerja sama yang erat antara pemerintah daerah (Pemda) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pelaksanaan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025. Langkah ini ditujukan untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan tanpa hambatan serta mendukung penerapan tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel.

Ribka Haluk menyampaikan bahwa esensi dari pemeriksaan bukanlah untuk mencari kesalahan pada pihak Pemda, melainkan untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan telah menerapkan standar tata kelola keuangan daerah yang tepat. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Tahun 2025 yang berlangsung di Kantor Perwakilan BPK Provinsi Bali pada hari Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, pemeriksaan LKPD tahun ini menjadi kesempatan yang tepat untuk memperkuat koordinasi antara BPK, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan seluruh Pemda di Indonesia. Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat sesuai dengan amanat yang tercantum dalam konstitusi negara. Ribka juga mengajak para kepala daerah untuk menunjukkan sikap yang kooperatif, terbuka dalam setiap informasi, serta aktif berkomunikasi selama tahapan pemeriksaan berlangsung.

Selain memperkuat sinergi antar lembaga, Ribka Haluk juga menegaskan pentingnya penerapan integrasi data melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai bentuk nyata dari transparansi dalam pengelolaan urusan pemerintahan daerah. Ia menyampaikan bahwa dari total 546 pemerintah daerah yang ada di Indonesia, sebanyak 524 daerah telah berhasil menerapkan sistem SIPD dalam aktivitas pemerintahannya. Sedangkan sisanya masih menghadapi beberapa kendala yang terkait dengan ketersediaan jaringan komunikasi dan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan untuk operasional sistem.

"Kita harus memanfaatkan kemampuan yang ada dalam SIPD, karena melalui sistem ini pihak BPK dapat melakukan akses data dengan mudah, demikian juga dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta seluruh pihak yang membutuhkan informasi terkait aktivitas pemerintahan. Semua catatan dan informasi mengenai penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah telah tercatat dan terintegrasi dalam sistem SIPD," tutupnya.

Acara Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Tahun 2025 ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari berbagai lembaga. Di antaranya adalah Anggota Komisi VI BPK RI Fathan Subchi, Direktur Jenderal Pengawasan dan Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) VI BPK RI Laode Nusriadi, serta para gubernur, sekretaris daerah, dan inspektur daerah yang berada dalam wilayah lingkup kewenangan Direktorat Jenderal PKN VI BPK RI.

Para peserta acara menyampaikan komitmen untuk mendukung proses pemeriksaan dengan penuh kerjasama. Beberapa kepala daerah menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan awal terkait kelengkapan dokumen dan data yang akan diperiksa, serta siap memberikan klarifikasi setiap saat jika diperlukan selama proses pemeriksaan berlangsung.

Pihak BPK menyampaikan bahwa pemeriksaan LKPD Tahun 2025 akan dilaksanakan dengan prinsip objektivitas dan berdasarkan bukti yang jelas. Proses pemeriksaan akan mencakup evaluasi terhadap penggunaan anggaran, pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah, serta penerapan standar tata kelola keuangan yang telah ditetapkan. Hasil pemeriksaan kemudian akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan bagi Pemda untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan di tahun-tahun mendatang.

Kemendagri akan terus memberikan dukungan teknis kepada Pemda yang masih menghadapi kendala dalam penerapan SIPD. Langkah yang akan dilakukan antara lain adalah menyediakan pelatihan bagi petugas terkait, serta bekerja sama dengan pihak terkait untuk memperbaiki infrastruktur jaringan di daerah-daerah yang membutuhkan. Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh Pemda dapat menerapkan sistem informasi yang terintegrasi sehingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pemerintahan dapat terwujud secara menyeluruh.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Bandung: Infrastruktur Jalan Hingga Ribuan Rutilahu Jadi Prioritas
Kang DS Paparkan LKPJ 2025, Kinerja Pembangunan Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren Positif
Usai Puting Beliung di Pacet, BPBD Kabupaten Bandung: Ada 82 Jiwa dan 16 Rumah Rusak Terdampak
Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Pacet Kabupaten Bandung, Warga Panik Keluar Rumah
Penggunaan Tumbler Menjadi Pilihan Masyarakat Tekan Limbah Plastik
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia pada 84 Tahun
Penerapan Pola Hidup Ramah Lingkungan untuk Masa Depan
Mengenal Risiko Gaya Hidup Sedentari di Era Modern
Mengenal Pola Perilaku Maladaptif Anxious Avoidance dan Penanganannya secara Medis
Seogwipo Sambut Musim Semi Melalui Festival Jalan Santai dan Ragam Kuliner Lokal
Sentuhan Arsitektur Lokal dan Kenyamanan Modern di Mercure Resort Sanur
Garpu Restaurant Destinasi Kuliner Tepi Pantai di Karangasem Bali
Legian Beach Hotel Penginapan Bintang Empat di Bali dengan Lokasi Strategis
Pemuda KNPI Kabupaten Bandung Hangatkan Silaturahmi Lewat Halal Bihalal Penuh Kebersamaan
Sidak Usai Lebaran, Bupati Bandung Tekankan Optimalisasi PAD dan Kejelasan Aset Daerah
Festival Randai IMLF-4 Digelar di Bukittinggi Bakal Disaksikan 200 Lebih Delegasi dari Puluhan Negara
Cipta Bella Garut Ramai Pengunjung, Kenyamanan Dipuji, Namun Pengelolaan Perlu Terus Ditingkatkan
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diharapkan 28-29 Maret Masyarakat Diminta Sesuaikan Jadwal Perjalanan Kembali
Krisis Pangan Dunia Meningkat Indonesia Dorong Swasembada Lewat Deregulasi dan Modernisasi
Kebuntuan Negosiasi Gaji dan Kontrak Lebih dari 1.000 Staf ABC Lakukan Mogok Kerja 24 Jam