Tajug Agung Pangeran Kejaksan Merawat Identitas Cirebon Melalui Cagar Budaya

Senin, 16 Feb 2026 21:52
    Bagikan  
Tajug Agung Pangeran Kejaksan Merawat Identitas Cirebon Melalui Cagar Budaya
Nana Wiyono

Tajug Agung Pangeran Kejaksan, masjid bersejarah di Cirebon yang berdiri sejak 1480, tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan dan destinasi wisata religi.

NARASINETWORK.COM - Tajug Agung Pangeran Kejaksan, masjid yang berdiri sejak 1480, terus menjadi penanda penting dalam sejarah dan budaya Kota Cirebon. Berlokasi di Jalan Siliwangi Pamitran Utara, Kecamatan Kejaksan, masjid ini adalah tempat ibadah dan destinasi wisata religi.

Pesona Tajug Agung Pangeran Kejaksan ada pada arsitekturnya. Warna putih dipadukan dengan ornamen piring klasik yang menghiasi dinding. Meskipun terletak di antara gang-gang sempit, masjid ini tidak pernah sepi dari kunjungan. Terutama saat akhir pekan, Tajug Agung Pangeran Kejaksan ramai dikunjungi peziarah dan wisatawan yang ingin mengenal sejarah dan keunikan masjid ini.

Dahulu, masjid ini berperan sebagai tempat dilangsungkannya pernikahan. Ruangan khusus untuk akad nikah membuat masjid ini dikenal dengan sebutan "balai nikah". Tradisi ini mulai ditinggalkan sejak 1960-an, seiring berdirinya Masjid Raya At-Taqwa yang lebih besar.

Meskipun fungsi balai nikah tidak lagi aktif, Tajug Agung Pangeran Kejaksan tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat sekitar. Ruang bekas balai nikah kini dimanfaatkan sebagai tempat salat khusus perempuan. Masjid ini juga menjadi tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan, seperti ratiban dan tawasulan yang rutin diadakan setiap malam Jumat.

Sebagai wujud komitmen untuk melestarikan nilai sejarah dan budaya, Tajug Agung Pangeran Kejaksan telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Upaya pelestarian ini juga mencakup pemeliharaan bangunan dan lingkungan sekitar masjid. Saat ini, masjid sedang direnovasi untuk meningkatkan kenyamanan jamaah, khususnya dalam menyambut Ramadan. Renovasi difokuskan pada perbaikan gapura, tembok, dan struktur bangunan yang rusak, tanpa mengubah elemen-elemen penting yang memiliki nilai sejarah.

Tajug Agung Pangeran Kejaksan diperkirakan telah berdiri selama 600 tahun, sejak masa pemerintahan Pangeran Kejaksan (Syekh Syarif Abdurrahim). Lokasinya yang berdekatan dengan Pusat Grosir Cirebon (PGC) memudahkan akses bagi pengunjung. Di sekitar masjid, terdapat papan informasi yang menjelaskan statusnya sebagai cagar budaya Cirebon, serta sejarah dan keunikan yang dimilikinya.

Masjid ini memiliki luas area sekitar 400 meter persegi, terdiri dari dua ruang ibadah. Ruang ibadah utama berukuran 9 meter x 7 meter, sedangkan ruang ibadah tambahan berukuran 13 meter x 7 meter. Dinding masjid dihiasi dengan keramik-keramik tua bercorak Eropa dan Tiongkok, yang menambah nilai artistik bangunan. Warna putih mendominasi seluruh bagian masjid, baik eksterior maupun interior.

Dengan keunikan dan nilai sejarah, Tajug Agung Pangeran Kejaksan bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Cirebon yang patut dijaga.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Batavia
Menilik Kemewahan dan Fasilitas Bisnis Premium di Vasa Hotel Surabaya
Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi Jakarta Tetap Sah Jadi Ibu Kota Negara
Orbit Bulan Perlahan Menjauh Kecepatan Rotasi Bumi Terdeteksi Melambat
Pasar Elektronik China Mengetat Samsung Resmi Tarik Lini Produk Rumah Tangga
Mengasah Kompetensi Psikologi di Akademi Militer:  Pengalaman Magang Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Destinasi Makan Siang Pengisi Tenaga di Sisi Jalur Rel
POMINDO Ekspansi Gila-Gilaan, Tembus 251 Depo di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke
Satpol PP Kabupaten Bandung Gaspol Tertibkan Reklame, Uwais Qorni: Ini Kebijakan Pemerintah Berlanjut
Ketua KPID Jabar: Disrupsi Teknologi dan Informasi Jadi Ancaman Mental Psikologis Generasi Muda
Belajar dan Bertumbuh Bersama Yard Cermin Jiwa yang Tak Bersuara
The Evolution and Philosophy of The Dark Horse
Review Film Narasinetwork The Legend of 1900 (1998) Eksistensi Bakat Musik Otodidak
The Burbs Kembali dalam Format Serial Televisi di Bawah Naungan Fuzzy Door Productions
Sketsa Gaya Rancangan Busana Tegas dan Berkarakter Vol.5
KTT ASEAN Presiden Prabowo Tegaskan Pangan Sebagai Penentu Kedaulatan Negara
Menjelang Iduladha 1447 H Kementan Perketat Pengawasan Penyakit Zoonosis dan Keamanan Pangan
Persib Berhasil Bungkam Persija di Segiri, Maung Bandung Makin Kokoh di Puncak
Big Match Panas! Persija vs Persib Sore Ini, Duel Gengsi yang Bikin Deg-degan
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek Dorong Perbaikan Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi Desa