NARASINETWORK.COM - Seni wayang kulit kembali mempesona. Lakon "Pulung Ratu" sukses dipentaskan oleh dalang Ki Heri Sutrisno di Kota Tangerang untuk pertama kalinya. Acara ini diselenggarakan oleh Paguyuban Warga Karanganyar (Pagaranyar).
Ketua Umum Pagaranyar, Ragil, menjelaskan bahwa Ki Heri Sutrisno bersama para seniman dari ISI Surakarta berhasil menggabungkan tradisi wayang kulit dengan sentuhan kritik sosial. Pertunjukan ini berhasil menghibur ratusan penonton dari berbagai kalangan, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, di Tangerang Convention Center (TCC) Karawaci.
Lakon "Pulung Ratu" mengisahkan tentang pencarian jati diri seorang pemimpin. Selama enam jam, penonton diajak untuk merenungkan nilai-nilai kepemimpinan, pengorbanan, dan ketulusan dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.
"Kami bangga bisa menyajikan pagelaran wayang kulit yang istimewa ini. Pemilihan lakon 'Pulung Ratu' bertujuan untuk menyajikan kisah tentang kepemimpinan yang relevan bagi generasi masa depan," ujar Ragil.
Pagelaran ini juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-108 Kabupaten Karanganyar dan HUT ke-19 Pagaranyar Jabodetabek. Masyarakat perantau asal Karanganyar pun turut hadir memeriahkan acara.
"Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Sekitar 500 penonton hadir dan menikmati pagelaran ini," tambah Ragil.
Diharapkan, pagelaran wayang kulit ini dapat memberikan edukasi dan mengenalkan seni tradisional kepada masyarakat luas, khususnya di Kota Tangerang.
"Kami berharap acara seperti ini dapat terus diadakan dengan lebih meriah di tahun-tahun mendatang, serta memberikan inspirasi bagi masyarakat," pungkas Agus Supriadi, warga Karanganyar yang merantau di Jabodetabek.