NARASINETWORK.COM -Keluarga pasangan suami istri yang menjadi korban pohon tumbang di kawasan Jembatan Sukalila, Jalan KS Tubun, Kota Cirebon, akhirnya angkat bicara.
Keluarga korban mengapresiasi langkah Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS CimanCis) yang memberikan santunan dan perhatian kepada keluarga pascamusibah.
Suryandi (39), adik dari almarhum Muhammad Faris (51), mengatakan pihak BBWS CimanCis telah memberikan santunan kepada keluarga korban.
Pemberian santunan tersebut dilakukan pada Jumat (21/8/2026) dan disaksikan oleh pihak keluarga, aparat kewilayahan setempat serta perwakilan Kodam III Siliwangi.
Menurut Suryandi, kedatangan perwakilan BBWS CimanCis tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga menyampaikan bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap kondisi keluarga korban.
"Alhamdulillah, kami mengapresiasi kepedulian dari BBWS CimanCis. Mereka datang memberikan santunan dan menyampaikan akan membantu untuk pendidikan serta kesehatan ibu yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Kasih," ujar Suryandi pada Sabtu (22/8/26).
Ia menyampaikan, perhatian tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi keluarga di tengah suasana duka setelah kehilangan Faris dalam peristiwa pohon tumbang tersebut.
Suryandi juga mengucapkan terima kasih kepada BBWS CimanCis dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian serta membantu keluarga korban.
Diketahui, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di kawasan Jembatan Sukalila, Jalan KS Tubun, Kota Cirebon. Saat itu, Faris bersama istrinya, Titin, tengah mengendarai sepeda motor dari arah utara menuju selatan.
Ketika melintas di sekitar Jembatan Sukalila, sebuah pohon tiba-tiba tumbang ke arah jembatan.
Batang pohon tersebut kemudian menimpa sepeda motor yang ditumpangi pasangan suami istri tersebut.
Keduanya langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Faris mengalami luka cukup serius, sementara Titin mengalami luka pada bagian wajah dan paha.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa Faris tidak tertolong. Ia akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan.
Sementara itu, Titin masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Kasih.
Keluarga berharap dukungan dan perhatian terhadap kondisi Titin serta keluarga korban dapat terus diberikan hingga proses pemulihan selesai.
