NARASINETWORK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lebak akan menyelenggarakan Kemah Budaya dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Belajar Kearifan Baduy” dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 16–17 Januari 2026, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan dibuka mulai 26 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026, dengan Kunni Masrohanti sebagai narahubung.
Kemah Budaya HPN 2026 dirancang sebagai ruang refleksi bagi insan pers untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal, menjaga etika jurnalistik, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan di tengah arus modernisasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HPN 2026 di Banten, yang bertujuan memperkuat pemahaman wartawan dan sastrawan terhadap budaya, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat adat Baduy yang masih terjaga hingga kini.
Ketua PWI Banten Rian Nopandra dalam keterangan di Serang menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan agar wartawan mengetahui kehidupan masyarakat adat secara langsung. Menurutnya, kearifan lokal masyarakat Baduy tercermin dalam kesederhanaan hidup mereka, antara lain konsistensi menjaga kawasan hutan sebagai titipan leluhur agar tetap hijau dan lestari. Kawasan hutan dan alam di pegunungan tempat tinggal Suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, sebagai hulu aliran sungai di Provinsi Banten, telah berhasil dijaga kelestariannya hingga saat ini.
Rian Nopandra menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi wartawan. “Kemah Budaya ini menjadi momentum bagi insan pers untuk belajar dari masyarakat Baduy tentang nilai kesederhanaan, kejujuran, dan hubungan erat dengan alam. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip jurnalisme yang beretika dan bertanggung jawab,” ujarnya pada Selasa (06/01/2026).
Menurutnya, dengan memahami budaya lokal, diharapkan wartawan dapat menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif. “Pers tidak boleh terlepas dari akar budaya. Dengan memahami budaya Baduy, wartawan dapat menghadirkan pemberitaan yang lebih berimbang, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Lebak menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Lebak sebagai wilayah yang memiliki kekayaan budaya masyarakat adat Baduy. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) DiskominfoSP Kabupaten Lebak, Sihabudin, menyatakan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian budaya serta memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang berakar pada nilai-nilai lokal.
Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, menyambut baik dan menyatakan kegembiraannya atas dipilihnya Kabupaten Lebak sebagai lokasi pelaksanaan Kemah Budaya HPN 2026.
Enam rangkaian agenda telah disiapkan dalam kegiatan ini, antara lain Workshop Reportase Budaya, Jelajah Budaya Baduy, Diskusi Budaya, Undangan Penulisan Buku, Malam Sastra, serta Dialog bersama Tetua Baduy. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap adat dan aturan yang berlaku di wilayah adat Baduy.
Peserta kegiatan diutamakan wartawan perempuan aktif yang dapat menunjukkan kartu pers dan kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Selain itu, sastrawan perempuan juga dapat mendaftar dengan melampirkan bukti karya sastra berupa buku tunggal puisi atau cerpen. Calon peserta diwajibkan mengirimkan karya feature atau foto jurnalistik yang telah diterbitkan di media massa dalam satu tahun terakhir.
Panitia juga menetapkan syarat bahwa peserta harus memiliki ketertarikan terhadap kebudayaan dan kearifan lokal, bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir, serta menaati adat istiadat Suku Baduy selama berada di kawasan adat. Setiap peserta diwajibkan menulis pengalaman selama mengikuti kegiatan di Baduy untuk dibukukan dan diluncurkan pada puncak peringatan HPN 2026 di Banten.