Forum OECD 2025 Indonesia Tekankan Pentingnya Pendidikan di Masa Karier dan Pemanfaatan Teknologi

Minggu, 30 Nov 2025 18:17
    Bagikan  
Forum OECD 2025 Indonesia Tekankan Pentingnya Pendidikan di Masa Karier dan Pemanfaatan Teknologi
Istimewa

Forum OECD 2025 membahas cara sistem pendidikan dapat mendukung momen-momen penting dalam kehidupan dan memperkuat lifelong learning, dengan Indonesia sebagai satu-satunya perwakilan dari ASEAN.

NARASINETWORK.COM - Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), melalui Education Policy Outlook Team, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional, Anak dan Remaja Luksemburg, menyelenggarakan Education Policy Reform Dialogues 2025 pada 27–29 November 2025 lalu.

Forum internasional ini menjadi wadah bagi para pemimpin dan pembuat kebijakan pendidikan dari 22 negara anggota OECD dan ekonomi mitra untuk berbagi ide dan pengalaman dalam merancang kebijakan pendidikan yang lebih adil dan inklusif, sejalan dengan Deklarasi Menteri OECD 2022 tentang Membangun Masyarakat yang Adil Melalui Pendidikan.

Acara ini dibuka oleh Menteri Pendidikan Nasional, Anak dan Remaja Luksemburg, Claude Meisch, yang menekankan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat dalam menghadapi perubahan zaman.

“Pembelajaran sepanjang hayat melampaui pendidikan orang dewasa, reskilling, upskilling, atau pembelajaran untuk rekreasi. Ini juga berarti tetap terbuka dan peduli terhadap dunia serta masyarakat, dan mengambil peran aktif di dalamnya,” kata Menteri Claude.

Indonesia menjadi satu-satunya perwakilan dari kawasan ASEAN. Delegasi Indonesia terdiri dari Yos Sunitiyoso (Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek), Saryadi Guyatno (Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikdasmen), serta Firman Hidayat (Kepala Bagian Evaluasi dan Kerja Sama Kemdiktisaintek). Kehadiran Indonesia menegaskan komitmen pemerintah terhadap pembelajaran sepanjang hayat dan aksesi menuju keanggotaan OECD.

Fokus forum tahun ini adalah bagaimana sistem pendidikan dapat memberikan dukungan terarah pada momen-momen penting dalam kehidupan, seperti masa kanak-kanak awal, awal remaja, dan pertengahan karier. Ketiga fase ini dianggap strategis untuk memperkuat lifelong learning, terutama di tengah transformasi digital.

Para delegasi membahas berbagai pendekatan lintas negara, strategi peningkatan motivasi belajar, serta cara memperkuat will, skills, and means para pembelajar di seluruh usia.

“Tiga isu utama menjadi perhatian Indonesia: penyelarasan kurikulum dan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat, pengakuan kredensial mikro oleh pendidikan formal, dan pemanfaatan teknologi seperti AI dalam pembelajaran sepanjang hayat,” ujar Yos.

Yos juga mengamati praktik baik dan tantangan yang dihadapi negara-negara peserta terkait implementasi pembelajaran sepanjang hayat. “Praktik baik yang dibagikan memberikan banyak inspirasi, dan beberapa dapat direplikasi dalam konteks Indonesia,” tambahnya.

Forum ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional dan menghasilkan rekomendasi kebijakan inovatif yang dapat diterapkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Laporan terbaru OECD Education Policy Outlook juga menekankan pentingnya motivasi, kompetensi, dan akses pembelajaran sebagai fondasi membangun masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi masa depan.

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Wawancara Tokoh : Nuyang Jaimee "Sastra Menyuarakan Perlindungan Perempuan dan Anak"
Goa Garunggang Bogor Tawarkan Wisata Alam Unik dengan Formasi Bebatuan dan Labirin Alami
Ketua APPMBGI Jawa Barat Hadiri Audiensi dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar
Wawancara Tokoh : Budi Santoso "PSAI Bogor to Host 5th National Amputee Football Competition"
Anna Ruswan Latuconsina Gelar Diskusi Buku “Arung Jeram Pernikahan” Bahas Perlindungan Perempuan
PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar pada 2026
Digital Detox Jadi Pilihan Saat Informasi Terus Membanjiri Ruang Digital
Kemkomdigi Ajak Generasi Muda Kembangkan Satelit Buatan Indonesia
INNOPROM 2026 Jadi Momentum Industri Agro Indonesia Perluas Pasar ke Kawasan Eurasia
Dari Batik hingga Drone Produk Manufaktur Indonesia Dipromosikan ke Pasar Eurasia melalui INNOPROM 2026
Indonesia Perluas Kemitraan Industri dengan Rusia melalui Tujuh MoU di INNOPROM 2026
Pertemuan Bilateral di INNOPROM 2026 Indonesia dan Armenia Bahas Perluasan Kerja Sama Industri
Wonogiri Kukuhkan Identitas sebagai Ibu Kota Mi Ayam Bakso
Sempat Hilang Kontak Sepekan, Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra Ditemukan Selamat