Insomnia Mengapa Sulit Tidur dan Bagaimana Mengatasinya?

Minggu, 25 Jan 2026 04:51
    Bagikan  
Insomnia Mengapa Sulit Tidur dan Bagaimana Mengatasinya?
Istimewa

Insomnia adalah gangguan tidur yang membuat sulit memulai atau menjaga tidur. Kondisi ini bisa disebabkan oleh stres, gangguan kesehatan, pola hidup tidak sehat, atau efek samping obat. Gejalanya meliputi kesulitan tidur, kelelahan pada siang hari, dll

NARASINETWORK.COM - Insomnia adalah gangguan tidur yang membuat penderitanya sulit memulai tidur atau sering terbangun di malam hari dan kesulitan untuk tertidur kembali. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup sehingga berdampak pada kesehatan dan keselamatan penderita.

Kebutuhan waktu tidur berbeda antar kelompok usia. Orang dewasa membutuhkan tidur sekitar 7–8 jam setiap malam. Anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur lebih lama, yaitu sekitar 9–13 jam setiap malam.

Insomnia dapat membuat penderitanya sulit memulai atau menjaga tidur yang nyenyak. Gangguan tidur ini bisa berlangsung selama beberapa hari atau minggu, umumnya disebabkan oleh stres. Selain itu, insomnia juga dapat berlangsung selama 3 bulan atau lebih, yang terjadi akibat kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Insomnia bisa terjadi tanpa disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu. Selain itu, insomnia juga dapat muncul akibat gangguan kesehatan, pola hidup tidak sehat, atau kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur.

Beberapa kondisi atau gangguan kesehatan yang menyebabkan insomnia antara lain :

- Stres, seperti akibat kematian orang terdekat, perceraian, atau kehilangan pekerjaan

- Perubahan jadwal tidur akibat jet lag atau pergantian jam kerja

- Kebiasaan buruk sebelum tidur, seperti makan dalam jumlah banyak atau waktu dekat dengan tidur; bekerja atau menonton televisi di kamar tidur; serta bermain ponsel dalam waktu lama

- Kondisi lingkungan yang tidak nyaman untuk tidur, seperti suara bising, pencahayaan terlalu terang, atau suhu yang terlalu dingin atau panas

- Gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, post-traumatic stress disorder (PTSD), atau depresi

- Nyeri kronis, misalnya akibat radang sendi atau nyeri punggung

- Gangguan tidur lainnya, seperti sleep apnea atau restless legs syndrome

- Masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes, pembesaran prostat, asma, penyakit jantung, penyakit asam lambung (GERD), atau hipertiroidisme

- Pola hidup tidak sehat, seperti kecanduan alkohol atau merokok dalam jumlah banyak

- Efek samping obat-obatan, seperti penghambat alfa, antidepresan, obat asma, dekongestan, atau kortikosteroid

Insomnia dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terjadinya lebih tinggi pada orang dengan faktor berikut :

- Berusia di atas 60 tahun

- Berjenis kelamin wanita, karena mengalami perubahan hormon selama menstruasi, menopause, atau kehamilan

- Mengalami stres berat atau berlangsung dalam jangka panjang

- Menderita gangguan kesehatan fisik atau mental yang sudah berlangsung lama

- Memiliki jadwal kegiatan yang sering berubah, seperti pergantian jadwal kerja atau sering bepergian

- Mudah terganggu oleh suara, cahaya, atau gerakan kecil saat tidur

- Mengalami rasa takut atau cemas saat tidur, misalnya akibat sering mengalami mimpi buruk

Gejala insomnia dapat berlangsung kurang atau lebih dari 3 bulan. Umumnya, penderita insomnia mengalami keluhan sebagai berikut :

- Sulit memulai tidur pada malam hari

- Sering terbangun di malam hari dan sulit tidur kembali

- Bangun terlalu awal pada pagi hari

- Merasa lelah atau mengantuk pada siang hari

- Mudah marah, merasa sedih, atau cemas

- Kesulitan berkonsentrasi, kurang fokus, atau sulit mengingat

- Kurang bertenaga setelah bangun tidur

- Sulit tidur pada siang hari meskipun tubuh terasa lelah

- Reaksi lambat saat mengemudi sehingga meningkatkan risiko kecelakaan

Bila insomnia berlangsung lebih dari 3 bulan, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau tidak membaik dengan perubahan kebiasaan tidur, Anda dapat berkonsultasi secara online dengan dokter. Pada sesi konsultasi, dokter akan mencari tahu penyebab insomnia dan memberikan saran penanganan.

Jika dinilai mengalami gangguan tidur yang memerlukan tindakan medis khusus, dokter akan memberikan rujukan ke dokter spesialis di rumah sakit terdekat.

Jangan menunda pemeriksaan jika Anda mengalami kondisi berikut :

- Kantuk yang sulit ditahan pada siang hari

- Tidur singkat (microsleep), terutama saat berkendara atau bekerja

- Sedang menderita penyakit yang dapat memengaruhi waktu tidur

Diagnosis insomnia oleh dokter dimulai dengan wawancara mengenai kondisi pasien, antara lain :

- Gejala yang muncul dan lama keluhan berlangsung

- Dampak negatif gejala terhadap kegiatan sehari-hari

- Penyakit yang pernah atau sedang diderita

- Pola hidup, seperti kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol

- Peristiwa atau kejadian baru-baru ini yang menyebabkan stres

Informasi tersebut membantu dokter menentukan penyebab insomnia. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik termasuk tes darah untuk mengetahui apakah insomnia disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti hipertiroidisme.

Pasien juga akan diminta mencatat waktu tidur dan bangun tidur selama 2 minggu. Catatan yang perlu dibuat meliputi :

- Jam mulai tidur dan bangun tidur

- Waktu yang diperlukan untuk terlelap

- Jumlah kali terbangun di malam hari

- Jam konsumsi minuman berkafein atau beralkohol

Bila diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan sebagai berikut :

- Polisomnografi atau sleep study, untuk memantau aktivitas otak dan kondisi tubuh saat tidur

- Actigraphy, untuk mengetahui pola tidur dengan memasang alat di pergelangan tangan atau kaki pasien

Insomnia dapat ditangani dengan perawatan mandiri atau tindakan medis dari dokter. Berikut adalah penjelasannya :

Perawatan mandiri untuk insomnia dapat dilakukan dengan mengubah rutinitas siang hari dan menerapkan sleep hygiene. Langkah-langkahnya adalah : 

- Menerapkan jadwal tidur dan bangun tidur yang sama setiap hari agar tubuh terbiasa dengan waktu tidur teratur

- Tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga berat dekat dengan waktu tidur

- Membatasi waktu tidur siang tidak lebih dari 30 menit dan tidak tidur setelah pukul 15.00

- Menghindari atau membatasi konsumsi minuman berkafein atau beralkohol pada sore atau malam hari

- Tidak makan makanan berat atau minum banyak air menjelang waktu tidur

- Mengatur kamar tidur dengan pencahayaan redup dan suhu nyaman

- Membuat jadwal rutin menjelang tidur agar tubuh tetap rileks, seperti mandi air hangat atau mendengarkan musik lambat

CBT-I bertujuan membantu pasien mengubah pikiran dan perilaku negatif yang menyebabkan kesulitan tidur. Beberapa metode dalam CBT-I antara lain :

- Teknik relaksasi, untuk mengurangi perasaan cemas sebelum tidur

- Terapi kontrol stimulus, untuk melatih pasien agar menggunakan kamar tidur hanya untuk beristirahat atau berhubungan intim

- Paradoxical intention, untuk mengurangi rasa khawatir tidak bisa tidur yang memperparah kondisi

- Fototerapi, untuk menormalkan ritme sirkadian dengan paparan cahaya terang selama 30–40 menit setelah bangun tidur

Metode lain untuk mengatasi insomnia adalah pemberian obat-obatan. Jenis obat yang dapat diresepkan dokter antara lain :

- Benzodiazepine, misalnya estazolam

- Zolpidem

- Gabapentin (seperti Alpentin, Epiven, Nepatic, atau Simtin), untuk mengobati insomnia akibat sindrom kaki gelisah

Kurang tidur atau tidur tidak nyenyak dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti :

- Penurunan kinerja di tempat kerja

- Sulit mencapai prestasi di sekolah

- Penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan sakit

- Gangguan metabolisme, seperti obesitas, sindrom metabolik, atau diabetes, akibat perubahan hormon pengatur rasa lapar

- Peningkatan risiko penyakit atau perburukan kondisi kesehatan, seperti hipertensi, stroke, atau penyakit jantung

- Gangguan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan

- Penyalahgunaan NAPZA

- Penurunan gairah seksual, konsentrasi, dan kemampuan mengingat

Insomnia dapat dicegah dengan melakukan upaya berikut :

- Terapkan kebiasaan tidur dan bangun tidur pada waktu yang sama setiap hari

- Batasi waktu tidur siang tidak lebih dari 30 menit dalam sehari

- Jangan mengonsumsi minuman berkafein mendekati waktu tidur

- Batasi konsumsi minuman beralkohol

- Hindari mengonsumsi makanan berat atau minum banyak air sebelum tidur

- Rutin melakukan olahraga

- Lakukan kegiatan menenangkan sebelum tidur, seperti mandi air hangat atau mendengarkan musik

 

 

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Insomnia Mengapa Sulit Tidur dan Bagaimana Mengatasinya?
Museum Sastra Indonesia Resmi Beroperasi di Aia Angek Kegiatan Literasi Hadirkan Pelajar dan Sastrawan
Singapore Art Week 2026 Hadirkan Tokoh Internasional Program Seni Beragam
Kelme Asal Spanyol Jadi Mitra Apparel Timnas Indonesia dan Timnas Futsal
Australia Highlights New Colombo Plan on International Day of Education Focus on Asia Capability
Tanpa Ekspektasi Juara Alvin Nomleni dari NTT Sukses Bawa Pulang Medali Emas ASEAN Para Games
PAUD Sebagai Pondasi Pembentukan Karakter Anak Himpaudi Jakarta Pusat Gelar Rakerda Ke-II Tahun 2026
Kali Krukut Belum Diturap Tanggul Jebol Bikin Genangan
Banjir Kota Tangerang Gubernur Banten Pantau Lapangan Pemkot Siapkan Bantuan dan Posko Kesehatan
Penghargaan Sastra BRICS Pertama Anugerahkan Kepada Perwakilan Indonesia dan Mesir
ICONNET Berikan Diskon 75 Persen Untuk Pelanggan Terdampak Bencana Sumatera
Program ILLA 2026 Angkatan Pertama Promosi Bahasa dan Budaya Indonesia ke Australia
Emisi Gas Rumah Kaca Dampak pada Ekosistem Laut dan Lonjakan Kerugian Ekonomi Global
Kendaraan Listrik di Indonesia Tren Pertumbuhan dan Tantangan Pasca Insentif Tahun 2026
KUHAP Baru Berlaku 2026, Aparat Dilarang Ekspos Wajah Tersangka ke Publik
Indonesia-UK Agreements Signed as President Prabowo Completes Official Visit
Wali Kota Jakarta Utara Hadiri Pengangkatan Wakapolres Baru AKBP Rohman Yonky Dilatha
PWI Pusat Gelar Kemah Budaya di Kawasan Adat Baduy untuk HPN 2026 Rumah Baca Ceria Bekasi Ikut Berpartisipasi
Sirkuit Motocross Selapajang Kota Tangerang Siap Beroperasi Dua Kejuaraan Nasional Akan Digelar Tahun 2026
10 Pojok Literasi Masyarakat Akan Dibangun di Kota Tangerang Tahun 2026 Pemkot Fokus Perluas Akses Literasi