Perwakilan Narasinetwork.com terpilih sebagai Pengurus Baru MKJ Periode 2025 - 2030

Rabu, 11 Feb 2026 15:35
    Bagikan  
Perwakilan Narasinetwork.com terpilih sebagai Pengurus Baru MKJ Periode 2025 - 2030
Istimewa

Masyarakat Kesenian Jakarta (MKJ) menggelar Malam Kesenian Jakarta pada 10 Februari 2026, di TIM Jakarta. Acara ini memperkenalkan pengurus baru MKJ periode 2025-2030, menampilkan orasi budaya oleh Ngatawi Al-Zastrow, serta berbagai pertunjukan seni.

NARASINETWORK.COM - Masyarakat Kesenian Jakarta (MKJ) dan UP PKMJ Cipta sukses menggelar Malam Kesenian Jakarta pada Selasa, 10 Februari 2026, di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Acara ini menjadi momentum penting bagi MKJ dalam memperkenalkan pengurus baru periode 2025-2030 serta menegaskan komitmennya mengembangkan seni dan budaya di tengah dinamika kota global.

Acara dibuka dengan orasi budaya bertajuk "Seni dalam Lanskap Kota Global Jakarta" yang disampaikan oleh Ngatawi Al-Zastrow. Dalam orasinya, Zastrow mengupas peran seni dalam menghadapi tantangan dan peluang di era globalisasi, serta bagaimana seni dapat menjadi identitas dan kekuatan bagi Jakarta.

Salah satu agenda utama dalam Malam Kesenian Jakarta adalah pengenalan pengurus baru MKJ periode 2025-2030. Susunan pengurus yang terdiri dari Majelis Kehormatan, Dewan Ahli, Badan Pengurus Harian, dan berbagai kompartemen seperti Sastra, Musik, Tari, Seni Rupa, Teater, dan Film, diharapkan dapat membawa angin segar bagi perkembangan seni di Jakarta.

Para pengurus terdiri dari sejumlah profesi dari Wartawan, Dosen hingga pengusaha, nama-nama besar dalam dunia jurnalistik seperti Mustafa Ismail (Tempo), Yusuf Susilo Hartono, Arie Batubara. Mereka memiliki kepedulian terhadap perkembangan Seni dan Budaya, selain juga sebagai pelaku seni budaya itu sendiri.

Berikut adalah susunan lengkap Pengurus MKJ periode 2025-2030 :

 MAJELIS KEHORMATAN :

Ahlils Suryapati (Ketua), Kurnia Effendi (Wakil Ketua), Atien Kisam (Wakil Ketua), Derry Setyana, Imam Ma’arif, Nadia Iskandar, Qubi Randhani, Sunu Wasono, Yusuf Susilo Hartono

DEWAN AHLI :

Mustafa Ismail (Ketua), Suryana MD (Wakil Ketua), Djaelani Manock, Jeriandi Usman, Rudi Aryanto, Rudolf Puspa, Uyung Mahagenta

BADAN PENGURUS HARIAN :

Arie Batubara (Ketua), Rintis Mulya (Sekretaris), Nana Diah Sugiarso (Bendahara) | Wakil Ketua Bidang: Dian Maryana, Prihanti Kusdini, Giyanto Subagyo, Nuyang Jaimee

KOMPARTEMEN :

SASTRA : Dedy Tri Riyadi, Anggie Widowati, Shantined, Sephia Balqis

MUSIK : Tora Kundera

TARI : Erna Winarsih Wiyono

SENI RUPA : Agus Supriyatna

TEATER : Madi Astuti

FILM : Jay Art

Ketua Badan Pengurus Harian MKJ, Arie Batubara, secara simbolis memperkenalkan satu per satu pengurus baru kepada seluruh anggota dan hadirin yang hadir. Acara ini menjadi momen sakral yang diwarnai dengan saling memberi selamat dan harapan agar MKJ dapat terus berkontribusi memajukan seni dan budaya di Jakarta.

Malam Kesenian Jakarta juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni yang memukau. Atien Kisam menampilkan Tari Betawi yang khas, Kurnia Effendi membacakan cerpen, Tora Kundera menyuguhkan musikalisasi fiksi, Dian Maryana menampilkan tari yang indah, Tuti membawakan dramatic reading, Uyung Mahagenta dan Mogan menghibur dengan musik, Rudolf Puspa memukau dengan monolog, dan Erna Winarsih Wiyono menampilkan Tari Topeng Cirebon. Acara dipandu oleh MC kondang, Imam Ma’arif dan Nuyang Jaimee.

Acara ini juga menjadi ajang apresiasi bagi para seniman senior yang telah berkontribusi besar bagi perkembangan seni di Jakarta. Para dedengkot seni dari berbagai bidang dengan sukarela dan semangat naik panggung untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka.

Malam Kesenian Jakarta ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Dinas Kebudayaan, berbagai komunitas seni, Hari Cahaya Purnama, serta para pegiat seni yang bekerja di balik layar di bawah koordinasi Mustafa Ismail sebagai ketua panitia acara.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh seni dan budaya Jakarta, antara lain Anggie D. Widowati, Shantined, Embie C Noer, Ahmadun Yosi Herfanda, Nadia Nur Iskandar, Akhlis Suryapati, Rudi Arianto, Kemalsyah Kemal, Diana Prima Resmana, Remmy Novaris, Yon Bayu Wahyono, Nanang Ribut Supriyatin, Ical Vrigar, Moktavianus Masheka, Jenny Seputro, Jack Al-Ghazali, dan masih banyak lagi.

Dengan semangat baru dan dukungan dari berbagai pihak, MKJ diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi para seniman Jakarta untuk berkarya dan mengembangkan potensi seni di tengah lanskap kota global yang semakin kompleks.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Penerapan Pola Hidup Ramah Lingkungan untuk Masa Depan
Mengenal Risiko Gaya Hidup Sedentari di Era Modern
Mengenal Pola Perilaku Maladaptif Anxious Avoidance dan Penanganannya secara Medis
Seogwipo Sambut Musim Semi Melalui Festival Jalan Santai dan Ragam Kuliner Lokal
Sentuhan Arsitektur Lokal dan Kenyamanan Modern di Mercure Resort Sanur
Garpu Restaurant Destinasi Kuliner Tepi Pantai di Karangasem Bali
Legian Beach Hotel Penginapan Bintang Empat di Bali dengan Lokasi Strategis
Pemuda KNPI Kabupaten Bandung Hangatkan Silaturahmi Lewat Halal Bihalal Penuh Kebersamaan
Sidak Usai Lebaran, Bupati Bandung Tekankan Optimalisasi PAD dan Kejelasan Aset Daerah
Festival Randai IMLF-4 Digelar di Bukittinggi Bakal Disaksikan 200 Lebih Delegasi dari Puluhan Negara
Cipta Bella Garut Ramai Pengunjung, Kenyamanan Dipuji, Namun Pengelolaan Perlu Terus Ditingkatkan
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diharapkan 28-29 Maret Masyarakat Diminta Sesuaikan Jadwal Perjalanan Kembali
Krisis Pangan Dunia Meningkat Indonesia Dorong Swasembada Lewat Deregulasi dan Modernisasi
Kebuntuan Negosiasi Gaji dan Kontrak Lebih dari 1.000 Staf ABC Lakukan Mogok Kerja 24 Jam
Celah Tenang di Sudut Barat Nusa Ceningan
Shelter Pererenan Paduan Arsitektur Tropis dan Hidangan Mediterania
Menikmati Senja dan Kolam Infinity di Timbis Beach Club
Halal Bihalal 1447 Hijriah, Kang DS Ajak ASN Perkuat Silaturahmi dan Tingkatkan Pelayanan
Nahas! Wisatawan Asal Baleendah, Terseret Ombak Pantai Cilame Garut
Antara Target dan Realita: Ketua Komisi D Cecep Suhendar Beberkan Masalah Ketenagakerjaan