Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Desa Kertajaya Cianjur

Senin, 9 Feb 2026 08:49
    Bagikan  
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Desa Kertajaya Cianjur
Dok. MBG

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Desa Kertajaya Cianjur

NARASINETWORK.COM -Desa Kertajaya menjadi daerah selanjutnya yang mendapat sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), langkah ini merupakan komitmen pemerintah untuk terus mewujudkan pemerataan gizi di masyarakat. Program strategis nasional ini menjadi kebijakan-kebijakan baru yang berpihak pada peningkatan kesehatan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat.


Kegiatan sosialisasi program MBG ini dilaksanakan di DKM Daarul Falah Sawolo, Desa Kertajaya, Kecamatan Tanggeung, Cianjur pada Sabtu, (7/2). Sosialisasi yang dimulai pada pukul 07.00 WIB itu dihadiri oleh ratusan masyarakat yang sudah antusias menantikan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis.

Acara sosialisasi program MBG ini mengundang Anggota Komisi IX DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa, Kepala KPPG Bogor, Haidir, Perwakilan DPC Perempuan Bangsa, Rusmiati Muchtar, serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pengurus DKM Daarul Falah Sawolo.
 
Melalui video zoom meeting, Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah menyapa dan menyampaikan tujuan dari diadakannya kegiatan sosialisasi ke seluruh peserta. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis nasional yang menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

“Program MBG sangat baik untuk membangun generasi yang akan datang, karena tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan makan anak-anak, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” papar Neng Eem Marhamah.

Disisi lain, selain memberikan asupan gizi seimbang dan tepat, program MBG juga telah dirancang agar dapat meningkatkan perekonomian warga setempat. Bagi warga yang terlibat langsung dalam program MBG ini akan memiliki pendapatan baru dengan bekerja di dapur sehat.
 
“Dengan skema yang berjalan saat ini, program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak usia sekolah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kehadiran dapur-dapur MBG diharapkan mampu memutar roda perekonomian masyarakat di sekitarnya, mulai dari tenaga kerja, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha local,” jelas Neng Eem.
 
Transformasi pendidikan dan pembangunan manusia saat ini tidak cukup hanya berbicara tentang kurikulum dan metode pembelajaran. Pemerintah harus memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh dalam kondisi sehat, tercukupi gizinya, serta memiliki kesiapan fisik dan mental yang baik. Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang seimbang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan manusia Indonesia.
 
Selain anak-anak usia sekolah, balita serta ibu hamil dan ibu menyusui juga menjadi penerima manfaat dalam Program Makan Bergizi Gratis ini. “Saya mengajak ibu-ibu yang masuk dalam kategori tersebut, terutama yang belum menerima manfaat, untuk melaporkan dan memberikan data kepada kami. Data ini sangat penting bagi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai dasar perencanaan program,” lanjut Neng Eem.
 
Program Makan Bergizi Gratis masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis, serta distribusi pangan yang belum merata. Diperlukan kerja sama dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta peran aktif masyarakat agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.



Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Cipta Bella Garut Ramai Pengunjung, Kenyamanan Dipuji, Namun Pengelolaan Perlu Terus Ditingkatkan
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diharapkan 28-29 Maret Masyarakat Diminta Sesuaikan Jadwal Perjalanan Kembali
Krisis Pangan Dunia Meningkat Indonesia Dorong Swasembada Lewat Deregulasi dan Modernisasi
Kebuntuan Negosiasi Gaji dan Kontrak Lebih dari 1.000 Staf ABC Lakukan Mogok Kerja 24 Jam
Celah Tenang di Sudut Barat Nusa Ceningan
Shelter Pererenan Paduan Arsitektur Tropis dan Hidangan Mediterania
Menikmati Senja dan Kolam Infinity di Timbis Beach Club
Nahas! Wisatawan Asal Baleendah, Terseret Ombak Pantai Cilame Garut
Antara Target dan Realita: Ketua Komisi D Cecep Suhendar Beberkan Masalah Ketenagakerjaan
Aplikasi Be My Eyes Fasilitasi Bantuan Visual Bagi Penyandang Gangguan Penglihatan Lewat Jaringan Relawan
Tak Mengindahkan Informasi Publik, UPT PJU Kabupaten Bandung Malah Bungkam dan Tutup Mata
Dongeng Anak Narasinetwork "Matahari dari Eragama"
SD Negeri Wobarek Distrik Kurulu Bukti Nyata Semangat Belajar di Papua Pegunungan
The Orient Jakarta Hadirkan Nuansa Tradisional di Jantung Bisnis Sudirman
Ekspansi Alaya Hotels dan Resorts Melalui Unit Hunian Eksklusif di Ubud
Tarya Witarsa: Sampah Tak Pernah Selesai, Antara Teknologi, Kebiasaan, dan Kesadaran
Pariwisata Jadi Harapan PAD, Komisi B Perkuat Fungsi Pengawasan
Green School Bali Terapkan Sistem Energi Terbarukan dan Kurikulum Ekologi Mandiri
Rahasia Masak Ketupat Empuk dan Tidak Cepat Basi
Kepemimpinan Gus Haris dan Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya di Probolinggo