Tarya Witarsa: Sampah Tak Pernah Selesai, Antara Teknologi, Kebiasaan, dan Kesadaran

Senin, 23 Mar 2026 11:51
    Bagikan  
Tarya Witarsa: Sampah Tak Pernah Selesai, Antara Teknologi, Kebiasaan, dan Kesadaran
Istimewa

Ketua Komisi C DPRD kabupaten Bandung, H. Tarya Witarsa

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Praktik pembakaran sampah secara terbuka (open burning) masih menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan di tengah masyarakat. Di saat pemerintah mulai mengarah pada teknologi modern seperti Refuse Derived Fuel (RDF) hingga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), realitas di lapangan justru menunjukkan hal berbeda.

Warga masih kerap membakar sampah di lingkungan rumah. Penyebabnya tak jauh dari keterbatasan layanan pengangkutan serta minimnya kesadaran akan dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Melihat kondisi ini, Komisi C DPRD mengambil langkah strategis dengan pendekatan menyeluruh mulai dari edukasi hingga penerapan teknologi berkelanjutan.


Ketua Komisi C, H. Tarya, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah semata.

“Berbicara masalah sampah adalah berbicara tentang kita sebagai manusia sebagai penghasil sampah. Selama ini berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah, baik skala besar seperti pengolahan di Fuspa, Oxbow Cicukang dan lainnya, maupun skala kecil melalui TPS 3R di desa-desa, bahkan gerakan para penggiat sampah di masyarakat,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026). 

Namun ia mengakui, berbagai upaya tersebut masih belum mampu mengimbangi volume produksi sampah di Kabupaten Bandung yang terus meningkat.

“Semua itu memang belum mampu menangani produksi sampah secara keseluruhan,” tambahnya.
Yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup

H. Tarya menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan sampah melalui tiga fungsi utama DPRD.

“Sebagai Komisi C, kami bertugas mengoptimalkan fungsi anggaran, legislasi, dan pengawasan. Terutama bagaimana mendorong Dinas Lingkungan Hidup untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar persoalan sampah ini bisa selesai dari tingkat rumah tangga,” tegasnya.

Dalam fungsi pengawasan, Komisi C mendorong agar layanan pengangkutan sampah benar-benar merata hingga ke wilayah padat penduduk.

Dari sisi anggaran, perhatian diarahkan pada penyediaan sarana seperti kendaraan angkut skala kecil hingga pembangunan TPS3R di tingkat desa.
Sementara dari sisi regulasi, Komisi C juga mengawal aturan yang melarang pembakaran sampah sembarangan, lengkap dengan sanksi dan insentif.


Strategi yang disusun tidak hanya berhenti pada kebijakan, tetapi juga langkah konkret dalam beberapa tahapan.


Sosialisasi bahaya pembakaran sampah akan digencarkan, terutama terkait kandungan zat beracun seperti dioksin yang berisiko menyebabkan penyakit serius.

Optimalisasi Bank Sampah juga didorong agar sampah bernilai ekonomi tidak lagi dibakar, melainkan dimanfaatkan.

Infrastrukturnya berbasis komunitas
Pembangunan TPS3R menjadi fokus utama agar sampah bisa diolah langsung dari sumbernya.
Selain itu, pengadaan armada jemput bola seperti motor roda tiga diharapkan mampu menjangkau gang sempit yang selama ini tidak terlayani.

Sementara, Teknologi dan Sistem Insentif
Realisasi teknologi RDF didorong agar sampah dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif.
Selain itu, sistem insentif “Sampah Jadi Berkah” diusulkan untuk mendorong masyarakat lebih disiplin dalam memilah sampah.

Dasar hukum jelas, tinggal implementasi
Larangan pembakaran sampah sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Namun persoalan utamanya masih pada implementasi di lapangan yang belum maksimal.


Komisi C menilai bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan teknologi besar.
Tanpa perubahan perilaku di tingkat rumah tangga, sampah akan terus menumpuk atau lebih parah, dibakar dan mencemari udara.

Apa yang disampaikan H. Tarya menjadi penegasan bahwa persoalan sampah pada akhirnya adalah tanggung jawab bersama. Jika tidak dimulai dari diri sendiri, maka solusi sebesar apa pun hanya akan menjadi wacana.

**


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang
WOW! Ribuan ASN Pemkab Bandung Terindikasi Judi Online, Depo Sampai Miliaran Rupiah
Hari Ini Terakhir, Adira Experience Day Fasilitasi Test Drive hingga Promo Pembiayaan Berhadiah Kulkas 2 Pintu
Kebersamaan Makin Solid! Keseruan Gathering AxI Adira Finance Cabang Madiun
Adira Finance Kembali Gelar Program HARCILNAS 2026 dengan Hadiah Pelunasan Cicilan, Begini Caranya
Reses di Ciparay: Warga Bicara, H. Asep Ikhsan Siap Kawal Aspirasi sampai Jadi Program Nyata
SATRIA 2026 IKIP Siliwangi: Pengenalan Kampus dengan Pendekatan Humanis dan Berbasis Karakter
Mau Hadiah Langsung Kulkas 2 Pintu? Yuk, Hadiri Adira Experience Day 2026, Catat Tanggalnya
855 Warga Binaan Rutan Kelas I Bandung Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Program Pentahelix Tetap Berjalan, Sungai Cisungalah Harus Ada Pelebaran
Erick Thohir Sampaikan Pesan Prabowo pada Hari Pramuka ke-65, Dorong Peran Pemuda Hadapi Tantangan Zaman
Pemerintah Percepat Penanganan Pascagempa di Sejumlah Wilayah NTT
Harga Emas Dunia dan Antam Proyeksi Harga, Faktor Penggerak, dan Strategi Pembelian
A Mother’s Final Embrace "Woman Found Holding Her Baby Beneath the Rubble After Flores Earthquake"
Urban Raga Tampilkan Eksperimen Tari dan Teks pada SIPFest 2026
Pameran tunggal Ireng Halimun  “My Artistic Soul”, digelar di Koi Kemang, Jakarta, pada 11–31 Agustus 2026