HSN 2025 : Momentum Kebangkitan dan Penguatan Peran Pesantren dalam Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia

Rabu, 22 Oct 2025 13:48
    Bagikan  
HSN 2025 : Momentum Kebangkitan dan Penguatan Peran Pesantren dalam Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia
Istimewa

Hari Santri Nasional 2025: Momentum Kebangkitan dan Penguatan Peran Pesantren dalam Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia.

NARASINETWORK.COM - Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 menjadi semakin istimewa dengan hadirnya kabar gembira yang menandai pengakuan dan perhatian lebih besar dari pemerintah terhadap dunia pesantren.

Tema Hari Santri Nasional 2025, yaitu "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia", mengandung semangat yang mendalam bagi seluruh santri di Indonesia untuk tidak hanya menjadi pewaris tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.

Semangat ini semakin diperkuat dengan disetujuinya pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama oleh Presiden Prabowo Subianto, sebuah langkah monumental yang diharapkan dapat meningkatkan peran strategis pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas disetujuinya pembentukan Ditjen Pesantren. Beliau secara khusus mengapresiasi Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i yang telah gigih memperjuangkan terbitnya izin prakarsa pembentukan Ditjen ini.

Usulan pembentukan Ditjen Pesantren sebenarnya telah diinisiasi sejak tahun 2019 pada era Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan terus diupayakan melalui pengajuan kembali pada tahun 2021 dan 2023 di era Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Akhirnya, pada tahun 2024, di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar, usulan tersebut kembali diajukan dan membuahkan hasil yang menggembirakan.

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menjelaskan bahwa persetujuan izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren tertuang dalam Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025. Dalam surat tersebut, Presiden memerintahkan pembentukan Ditjen Pesantren di lingkungan Kementerian Agama dengan tujuan untuk meningkatkan perhatian terhadap pesantren secara komprehensif, baik dari sisi personalia, pendanaan, maupun program, sehingga pemerintah dapat lebih hadir dalam mendukung perkembangan pesantren di seluruh Indonesia.

Kehadiran Ditjen Pesantren diharapkan dapat memperkuat fungsi pesantren dalam tiga ranah utama, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam ranah pendidikan, Ditjen Pesantren akan berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren melalui peningkatan kompetensi tenaga pengajar, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam ranah dakwah, Ditjen Pesantren akan mendukung pesantren dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan inklusif, serta memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan keilmuan dan kebudayaan Islam. Sementara itu, dalam ranah pemberdayaan masyarakat, Ditjen Pesantren akan mendorong pesantren untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pelatihan keterampilan, pengembangan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas hidup.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Ditjen Pesantren akan melakukan konsolidasi pondok pesantren secara nasional. Selama ini, masih terdapat pesantren yang belum terdata atau belum terjangkau oleh bantuan pemerintah. Dengan adanya Ditjen Pesantren, diharapkan seluruh pesantren dapat tertangani dengan lebih baik karena adanya perangkat kerja yang lebih luas dan sistem yang lebih terkoordinasi.

Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh pesantren dapat menjalankan peran strategisnya dengan baik, yaitu sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas, pusat dakwah yang moderat, dan motor penggerak pemberdayaan masyarakat.

Kehadiran Ditjen Pesantren juga akan memperkuat kontribusi Kementerian Agama dalam menciptakan kerukunan umat, sekaligus membangun generasi santri yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia. Sistem pendataan dan sertifikasi pesantren akan diintensifkan agar data menjadi lebih valid dan pelaksanaan program semakin tertib. Dengan demikian, program-program pembinaan pesantren dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan pesantren di seluruh Indonesia.

Hari Santri Nasional menjadi momentum kebangkitan semangat santri untuk menjawab tantangan zaman. Santri diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi bangsa dan negara, serta berkontribusi dalam mewujudkan peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban. Dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui Ditjen Pesantren, pesantren diharapkan dapat semakin berdaya dan berkontribusi besar bagi bangsa dan negara.

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

ICONNET Berikan Diskon 75 Persen Untuk Pelanggan Terdampak Bencana Sumatera
Program ILLA 2026 Angkatan Pertama Promosi Bahasa dan Budaya Indonesia ke Australia
Emisi Gas Rumah Kaca Dampak pada Ekosistem Laut dan Lonjakan Kerugian Ekonomi Global
Kendaraan Listrik di Indonesia Tren Pertumbuhan dan Tantangan Pasca Insentif Tahun 2026
KUHAP Baru Berlaku 2026, Aparat Dilarang Ekspos Wajah Tersangka ke Publik
Indonesia-UK Agreements Signed as President Prabowo Completes Official Visit
Wali Kota Jakarta Utara Hadiri Pengangkatan Wakapolres Baru AKBP Rohman Yonky Dilatha
PWI Pusat Gelar Kemah Budaya di Kawasan Adat Baduy untuk HPN 2026 Rumah Baca Ceria Bekasi Ikut Berpartisipasi
Sirkuit Motocross Selapajang Kota Tangerang Siap Beroperasi Dua Kejuaraan Nasional Akan Digelar Tahun 2026
10 Pojok Literasi Masyarakat Akan Dibangun di Kota Tangerang Tahun 2026 Pemkot Fokus Perluas Akses Literasi
Tanah Dirampas Proyek Tol Getaci, Lima Tahun Nenek Oom Menunggu Hak yang Tak Kunjung Datang
Penguatan Pangan, Energi, dan Infrastruktur Jadi Fokus Rakernas APKASI Tahun 2026
Menase Ugedi Degei : Kongres V Partai Buruh Jadi Momentum Konsolidasi Kekuatan di Papua Tengah
100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi IMLF-4 Jadi Bagian dari Rangkaian Perayaan Bersama SatuPena Sumbar
Komunitas Perupa Perempuan Indonesia Buka KOMPPI Art Space di Tamini Square Mall Jakarta Timur
Komppi Art Space Resmi Dibuka di Tamini Square Mall Hadirkan Art in Motion di Ruang Publik Jakarta
Dukung Peringatan HPN 2026 Narasinetwork.com Hadiri Kemah Budaya PWI ke Kawasan Adat Baduy
Kemah Budaya PWI Pusat 2026 Narasinetwork.com Ungkap Filosofi Hidup Masyarakat Baduy dalam Reportase Sketsa
Anak-anak Baduy Tanpa Sekolah Formal Pendidikan yang Tumbuh dari Bumi dan Nilai-Nilai Tradisi
Saat Libur Tahun Baru, PLN Tuntaskan Penggantian Trafo GITET Mandirancan