Ekonomi Triwulan I-2026 Diprediksi Tumbuh 5,5% APBN 2026 Fokus Pembangunan Jangka Panjang

Minggu, 8 Mar 2026 17:40
    Bagikan  
Ekonomi Triwulan I-2026 Diprediksi Tumbuh 5,5% APBN 2026 Fokus Pembangunan Jangka Panjang
Istimewa

Pemerintah siap antisipasi harga minyak hingga USD 80-90 per barel, merancang APBN 2026 dengan defisit 2,68% PDB, dan memprediksi pertumbuhan triwulan I-2026 sebesar 5,5%. Indonesia berupaya manfaatkan bonus demografi untuk mencapai target negara maju.

NARASINETWORK.COM - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik. Ia memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia dikelola secara prudent dan fleksibel.

"Fundamental ekonomi masih kuat dan resilient. Pertumbuhan terjaga, inflasi terkendali, dan defisit fiskal berada di bawah batas undang-undang," ujarnya dalam Rapat Nasional Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang digelar di Jakarta pada (5/3/2026).

Konflik geopolitik berpotensi mendorong kenaikan harga minyak. Juda menyatakan pemerintah telah menyiapkan skenario untuk menjaga stabilitas fiskal. Indonesia mampu mengantisipasi kenaikan harga minyak hingga USD 80-90 per barel dengan defisit tetap di bawah 3%.

Kinerja ekonomi domestik tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat sekitar 5,11 persen, dengan triwulan IV mencapai sekitar 5,39 persen. Defisit fiskal dijaga di bawah 3 persen, yakni sekitar 2,92 persen, sesuai aturan Undang-Undang Keuangan Negara.

Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto masih relatif aman di kisaran 40 persen, jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang ditetapkan undang-undang. Kondisi tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia dibandingkan negara lain dengan peringkat kredit setara. Data Bank Dunia per April 2025 mencatat rasio utang pemerintah pada 2025 sebesar 39,6 persen terhadap PDB, dengan proyeksi mencapai 40,8 persen pada 2026 dan 41,4 persen pada 2027.

Kondisi fundamental menjadi modal bagi Indonesia untuk mencapai target negara maju pada 2045. Pendapatan per kapita Indonesia berada di kisaran US$5.000; data IMF World Economic Outlook Oktober 2025 memperkirakan angka tersebut mencapai sekitar US$5.074 pada 2025. Standar negara maju berada di atas US$13.000 per kapita per tahun.

Indonesia memiliki momentum bonus demografi hingga sekitar 2035–2040. "Kalau periode ini dilewatkan, berisiko menjadi negara tua sebelum kaya," kata Juda. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, bahkan hingga 8 persen, untuk menghindari jebakan negara berpendapatan menengah.

Pemerintah merancang APBN 2026 yang diarahkan pada penguatan pembangunan jangka panjang. Kesepakatan antara pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI pada 18 September 2025 menetapkan total belanja negara sekitar Rp3.842,7 triliun, dengan penerimaan sekitar Rp3.153,6 triliun, sehingga defisit dijaga sekitar 2,68 persen dari PDB. Penerimaan perpajakan ditargetkan sebesar Rp2.693,7 triliun, sementara penerimaan negara bukan pajak ditetapkan sebesar Rp459,2 triliun. Belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp3.149,7 triliun dan transfer ke daerah Rp693,0 triliun.

Juda optimis ekonomi triwulan I-2026 dapat tumbuh melampaui capaian akhir tahun lalu, didorong oleh momentum Ramadan dan pemberian Tunjangan Hari Raya, dengan baseline pertumbuhan pada angka 5,5%.

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia tahun 2025 menunjukkan peningkatan, mencapai 75,90 poin atau meningkat 0,88 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didukung oleh peningkatan umur harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, serta pengeluaran riil per kapita.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Bea Cukai Tegaskan Penumpukan Kontainer Wuling Bukan Masalah Kepabeanan
Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas KLH/BPLH pada 2027
Yenny Wahid Apresiasi Dukungan Presiden terhadap Pelatnas Jangka Panjang
Mandiri Jogja Marathon 2026 Catat Rekor 10.200 Peserta dari 17 Negara
Pemandian Air Panas Cibolang Akan Bersolek, Begini Penjelasan Pengelola
Lomba Melukis Bung Karno dan Megawati Meriahkan Bung Karno Festival 2026 di Tugu Proklamasi Jakarta
Mahakarya Randai 4 "Bujang Sambilan" Hidupkan Legenda Danau Maninjau Di Taman Ismail Marzuki Jakarta
Kemenpora RI Apresiasi MCGJWC 2026 Dukung Pembinaan Atlet Golf Junior Internasional
Pameran Tunggal Andri Wintarso di Perpusnas Tampilkan Lebih dari 40 Karya Bertema Art Therapy
Kupang–Dili Perjalanan Darat Menembus Perbatasan Motaain dan Batugade
Dili 2026 Menata Perekonomian di Tengah Integrasi ASEAN
Hidangan Khas Malam Satu Suro dan Jejak Tradisi Tahun Baru Jawa
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Indonesia-Qatar Siapkan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Garuda Muda U-12 dan U-14 Wakili Indonesia pada AFC Vietnam Hanoi International 2026
RSUD Majalaya Menggelar Review Standar Pelayanan Lama dan Sosialisasi Standar Pelayanan Baru Bedah Saraf
Kopaja dalam Lintasan Sejarah Transportasi Jakarta
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial