NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Pemandangan yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih dan nyaman justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Tumpukan sampah yang menggunung di pinggir Jalan Raya Siliwangi, Baleendah, Kabupaten Bandung kini semakin meresahkan para pengguna jalan.
Setiap pengendara yang melintas di kawasan tersebut terpaksa menahan napas. Bau busuk dari sampah yang menumpuk di sepanjang pinggir jalan menyebar cukup kuat, terutama ketika kendaraan melintas perlahan di area tersebut.
Ironisnya, kondisi ini bukanlah kejadian baru. Sampah disebut sudah lama menumpuk dan seolah menjadi pemandangan yang “dibiarkan” tanpa penanganan serius.
Salah seorang warga sekitar, Dede Supriyadi (47), mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum pernah benar-benar tuntas ditangani.
“Asa ku mineung eta ninggali sampah, aya emang nu ngangkut tapi teu rutin, sampah terus berserakan,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, memang ada petugas yang sesekali melakukan pengangkutan. Namun frekuensinya tidak menentu sehingga sampah terus menumpuk kembali di lokasi yang sama.
"Bau na teu kuat aduh, sangat menjijikan," katanya.
Tumpukan sampah tersebut sulit dipastikan jenisnya, apakah organik atau non-organik. Sebagian besar sudah terbungkus dalam kantong plastik berbagai ukuran yang kemudian berserakan di sepanjang bahu jalan.
Situasi semakin parah karena saat ini masih memasuki musim penghujan. Air hujan membuat sampah menjadi basah, membusuk lebih cepat, dan menimbulkan aroma tidak sedap yang menyengat.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan menciptakan kesan kumuh di jalur yang setiap hari dilalui masyarakat.
Warga berharap pihak terkait dapat melakukan pengangkutan sampah secara rutin dan lebih disiplin agar permasalahan ini tidak terus berulang.
Di sisi lain, warga juga menyoroti perilaku sebagian orang yang masih dengan mudah membuang sampah sembarangan. Ulah tangan jahil tersebut dinilai memperparah kondisi lingkungan dan merugikan banyak pihak.
Jika tidak segera ditangani secara serius, bukan tidak mungkin Jalan Raya Siliwangi Baleendah akan terus dikenal bukan sebagai jalur utama masyarakat, melainkan sebagai “koridor bau sampah” yang memalukan bagi wajah Kabupaten Bandung.
**
