In Memoriam: Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (1948-2025), Pelindung Agung Budaya Jawa

Minggu, 2 Nov 2025 23:20
    Bagikan  
In Memoriam: Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (1948-2025), Pelindung Agung Budaya Jawa
Istimewa

Sri Susuhunan Pakubuwono XIII berpulang pada 2 November 2025, dan duka yang menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta serta masyarakat Jawa. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII dikenal sebagai sosok yang bijaksana, pelindung setia budaya Jawa.

NARASINETWORK.COM - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan segenap masyarakat Jawa berduka cita atas wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada hari Minggu (2/11/2025) Kepergian Sang Raja, yang dikenal sebagai sosok bijaksana dan pelindung setia budaya Jawa, merupakan kehilangan yang mendalam bagi upaya pelestarian tradisi dan nilai-nilai luhur di tengah pusaran modernisasi.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Hangabehi, yang kemudian dikenal sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, dilahirkan di Surakarta pada tanggal 28 Juni 1948. Beliau adalah putra sulung dari Sri Susuhunan Pakubuwono XII. Setelah menggantikan ayahandanya yang telah memimpin selama 59 tahun, Pakubuwono XIII dinobatkan sebagai raja pada tahun 2004. Selama masa pemerintahannya, beliau senantiasa didampingi oleh Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwono, sang permaisuri, dan dikaruniai seorang putra bernama KGPH Purbaya.

Sebagai pemimpin, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII dikenal memiliki kepribadian yang teduh dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Jawa. Beliau secara konsisten menjaga keberlangsungan upacara adat dan spiritualitas tradisional yang menjadi ciri khas keraton. Tradisi-tradisi agung seperti Sekaten dan Tingalan Jumenengan Dalem tetap lestari di bawah kepemimpinannya. Selain itu, beliau aktif memberikan dukungan bagi berbagai kegiatan seni dan ritual budaya lainnya yang diselenggarakan di Keraton Surakarta.

Di bawah kepemimpinan Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Keraton Surakarta tampil sebagai pusat pelestarian budaya dan pendidikan kebangsaan yang penting. Beliau proaktif mendorong kolaborasi antara pihak keraton dengan pemerintah daerah, akademisi, serta seniman muda dalam berbagai program kebudayaan. Selain itu, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII membuka akses bagi masyarakat luas untuk lebih mengenal sejarah dan tradisi keraton melalui wisata budaya. Program-program edukasi budaya secara berkelanjutan dikembangkan untuk menarik minat generasi muda terhadap warisan budaya Jawa yang adiluhung.

Kanjeng Sinuhun Pakubuwono XIII dikenang sebagai figur yang bijaksana, bersahaja, dan dekat dengan rakyat. Dedikasi beliau yang mendalam terhadap budaya Jawa menjadikannya simbol kelestarian tradisi di tengah gempuran modernisasi. Beliau senantiasa berupaya menjaga nilai-nilai luhur budaya Jawa agar tetap relevan dan lestari, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas.

Kabar duka mengenai wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII disampaikan secara resmi oleh adik ipar beliau, R.Ay Febri Hapsari Dipokusumo. Sang Raja menghembuskan napas terakhir pada usia 77 tahun di RS Indriati Solo Baru pada pukul 07.29 WIB. Hingga saat ini, pihak Keraton Surakarta belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab wafatnya. Kepergian Sri Susuhunan Pakubuwono XIII merupakan duka yang mendalam bagi segenap masyarakat Jawa dan keluarga besar keraton.

Kuasa hukum Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, KPAA Ferry Firman Nurwahyu Pradotodiningrat, membenarkan kabar duka tersebut dan mengungkapkan bahwa Sang Raja telah lama menderita sakit serta menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak bulan September. Adik dari Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, KPH Eddy Wirabhumi, menjelaskan bahwa beliau menderita sakit komplikasi yang diperparah oleh faktor usia. Gusti Moeng, adik lainnya, menambahkan bahwa Sri Susuhunan Pakubuwono XIII sempat mengalami kondisi kritis beberapa kali sebelum akhirnya wafat.

Sejumlah tokoh adat, pejabat pemerintah daerah, perwakilan dari berbagai kalangan masyarakat Solo, serta para pecinta budaya dari berbagai penjuru turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian Sri Susuhunan Pakubuwono XIII. Keraton Surakarta tengah mempersiapkan serangkaian ritual adat untuk menghormati Sang Raja.

Jenazah akan disemayamkan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. KPH Eddy Wirabhumi menyampaikan bahwa upacara pemakaman diperkirakan akan dilaksanakan pada hari Selasa, 4 November 2025.

Kepergian Sri Susuhunan Pakubuwono XIII meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Solo dan seluruh pecinta budaya Nusantara. Beliau akan senantiasa dikenang sebagai penjaga setia nilai-nilai luhur budaya Jawa dan sebagai pemersatu budaya di Surakarta. Dedikasi dan kontribusi beliau dalam melestarikan warisan budaya Jawa akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Banana Tart Klasik Camilan Manis yang Mudah Dibuat Sendiri
Noodles at Night 'A Cosy Bite After a Busy Day'
Bulan Sya’ban Peristiwa Penting dan Tradisi yang Membentuk Kehidupan Beragama
Menghidupkan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban
Nisfu Sya’ban Momentum Istimewa di Bulan Sya’ban Tahun 2026
Pelantikan Pejabat Eselon II Kemenkeu Menkeu Soroti Pentingnya Kebijakan Fiskal yang Tepat
Presiden Prabowo Resmikan Dewan Energi Nasional Struktur Keanggotaan untuk Perumusan Kebijakan Energi
Film 'Para Perasuk (Levitating)' Wakili Indonesia dalam Ajang Sundance Film Festival 2026
Delegasi Uni Eropa dan AJI Gelar Lokakarya Perwakilan Polandia Berpartisipasi
FIFA Kunjungi Indonesia dengan Trofi Piala Dunia 2026 Menpora Erick Thohir Apresiasi Dukungan
Indonesian Embassy Empowers Young Representatives for CMUNCE 2026
Kemkomdigi Sabet Peringkat Keempat Nasional dalam Penilaian Kualitas Layanan Publik
Peran Strategis Data Dukcapil Diumumkan Mendagri dalam Pertemuan Tahunan PPATK
Indonesia’s Higher Education Modernisation Programme Aligns with UK International Education Strategy 2026
Wawancara Tokoh : Rini Intama "A Touch of Heritage by Dinayra Indonesian Wastra in Modern Fashion"
A Touch of Heritage by Dinayra Mengangkat Warisan Budaya dalam Desain Busana
POR DPRD Dimulai, Eksekutif dan Legislatif Bagai 2 Sisi Mata Uang
19 Kontributor Pajak Terbesar 2025, Diberi Hadiah Bapenda Kabupaten Bandung
Hadapi Pengurangan TKD Hampir Rp 1 Triliun, Bupati Bandung : Coret Belanja yang Tidak Penting!
Pemkab Bandung Teken SEB Penyelenggaraan Informasi Geospasial, Perkuat Integrasi Data Pembangunan