Asal Muasal Nama Cipadu Dari Pengguyangan Kerbau hingga Kawasan Jawara Lokal

Selasa, 16 Dec 2025 00:16
    Bagikan  
Asal Muasal Nama Cipadu Dari Pengguyangan Kerbau hingga Kawasan Jawara Lokal
Istimewa

Kawasan Cipadu (sentra niaga tekstil Kota Tangerang) memiliki dua versi asal muasal nama (dari buku karya Burhanuddin): berasal dari bahasa Sunda Ci (air) + Padu (bertemu) (tempat pengguyangan kerbau masyarakat persawahan dulu).

NARASINETWORK.COM - Sejarah Kota Tangerang memiliki hubungan erat dengan kawasan Cipadu salah satu sentra niaga tekstil terbesar di kota ini, yang dikenal sebagai "Tanah Abang" Kota Tangerang. Kawasan ini memiliki cerita asal muasal nama yang terus diwariskan secara turun-temurun, yang tercatat dalam buku "Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang" karya Burhanuddin.

Menurut buku tersebut, asal muasal nama Cipadu dapat dilacak dari struktur bahasa Sunda, yang berasal dari gabungan dua kata :

1. Ci: kata dalam bahasa Sunda yang berarti air

2. Padu: kata dalam bahasa Sunda yang berarti berpadu, bertemu, atau bersatu

Istilah Cipadu pertama kali digunakan karena kawasan ini dulunya merupakan lahan persawahan luas, dengan sumber air yang menjadi tempat pengguyangan (tempat memandikan) kerbau oleh masyarakat sekitar. Masyarakat pada masa itu menggunakan sumber air tersebut untuk membersihkan kerbau yang digunakan sebagai hewan kerja di persawahan, sehingga kawasan ini dikenal sebagai tempat "bertemunya air" untuk kegiatan tersebut.

"Kawasan sentra tekstil murah yang dikenal dengan 'Tanah Abang'-nya Kota Tangerang ini memiliki cerita asal muasal yang panjang. Jadi, istilah Cipadu berarti bertemunya air karena dulu di sana memang ada pengguyangan yang digunakan para penggembala untuk memandikan kerbaunya," tulis Burhanuddin dalam bukunya.

Selain versi tersebut, Burhanuddin juga menjelaskan versi lain dari asal muasal nama Cipadu: istilah ini mengacu pada kawasan pertemuan air keringat para jawara lokal yang suka berantem dan beradu kekuatan untuk mengasah kemampuan diri. Versi ini muncul karena kawasan Cipadu pada masa lalu menjadi tempat berkumpulnya para jagoan lokal yang melakukan latihan atau persaingan kekuatan.

Seiring waktu, Cipadu menjadi terkenal sebagai kawasan penghasil para jawara lokal legendaris, seperti Kong Risin, Kong Roman, Murtado, dan Haji Muali, nama-nama yang masih dikenali dan dihormati oleh masyarakat sekitar sampai saat ini.

"Cipadu juga bisa dipahami sebagai beradunya air keringat para jagoan di kampung ini yang suka berantem dan beradu kekuatan," tambah Burhanuddin.

Perkembangan kawasan Cipadu terus berlangsung seiring waktu: dari lahan persawahan dan tempat berkumpulnya jawara lokal, kini Cipadu berkembang menjadi kawasan urban dan pemukiman padat penduduk. Saat ini, kawasan Cipadu dimekarkan menjadi dua kelurahan: Kelurahan Cipadu dan Kelurahan Cipadu Jaya, yang keduanya termasuk dalam wilayah Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Kini, Cipadu tetap menjadi kawasan penting di Kota Tangerang: selain sebagai sentra niaga tekstil, kawasan ini juga menjadi tempat tinggal bagi ribuan warga, dengan berbagai fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan tempat ibadah. Cerita asal muasal nama Cipadu tetap diwariskan oleh masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah Kota Tangerang, yang menjadi bukti perkembangan kota dari masa ke masa.

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Pelantikan Pejabat Eselon II Kemenkeu Menkeu Soroti Pentingnya Kebijakan Fiskal yang Tepat
Presiden Prabowo Resmikan Dewan Energi Nasional Struktur Keanggotaan untuk Perumusan Kebijakan Energi
Film 'Para Perasuk (Levitating)' Wakili Indonesia dalam Ajang Sundance Film Festival 2026
Delegasi Uni Eropa dan AJI Gelar Lokakarya Perwakilan Polandia Berpartisipasi
FIFA Kunjungi Indonesia dengan Trofi Piala Dunia 2026 Menpora Erick Thohir Apresiasi Dukungan
Indonesian Embassy Empowers Young Representatives for CMUNCE 2026
Kemkomdigi Sabet Peringkat Keempat Nasional dalam Penilaian Kualitas Layanan Publik
Peran Strategis Data Dukcapil Diumumkan Mendagri dalam Pertemuan Tahunan PPATK
Indonesia’s Higher Education Modernisation Programme Aligns with UK International Education Strategy 2026
Wawancara Tokoh : Rini Intama "A Touch of Heritage by Dinayra Indonesian Wastra in Modern Fashion"
A Touch of Heritage by Dinayra Mengangkat Warisan Budaya dalam Desain Busana
POR DPRD Dimulai, Eksekutif dan Legislatif Bagai 2 Sisi Mata Uang
19 Kontributor Pajak Terbesar 2025, Diberi Hadiah Bapenda Kabupaten Bandung
Hadapi Pengurangan TKD Hampir Rp 1 Triliun, Bupati Bandung : Coret Belanja yang Tidak Penting!
Pemkab Bandung Teken SEB Penyelenggaraan Informasi Geospasial, Perkuat Integrasi Data Pembangunan
Targetkan 40 Ribu Bidang, Kakan ATR/BPN Kabupaten Bandung Lantik dan Ambil Sumpah Panitia Ajudikasi dan Satgas
Breaking News! Ekspose APBDes 2026 Perdana Digelar di Kecamatan Ciparay
Insomnia Mengapa Sulit Tidur dan Bagaimana Mengatasinya?
Museum Sastra Indonesia Resmi Beroperasi di Aia Angek Kegiatan Literasi Hadirkan Pelajar dan Sastrawan
Singapore Art Week 2026 Hadirkan Tokoh Internasional Program Seni Beragam