Rano Karno Tangani Pengembangan Setu Babakan Grand Design dan Lembaga Pendidikan Jadi Prioritas

Senin, 12 Jan 2026 15:11
    Bagikan  
Rano Karno Tangani Pengembangan Setu Babakan Grand Design dan Lembaga Pendidikan Jadi Prioritas
Istimewa

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengusulkan pembuatan grand design pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan setelah menerima penugasan dari Gubernur Pramono Anung.

NARASINETWORK.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengusulkan pembuatan grand design pengembangan kawasan Pusat Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, yang terletak di Kelurahan Srengseng, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tujuan utama usulan ini adalah agar kawasan tersebut dapat berfungsi dengan lebih maksimal sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.

Salah satu poin penting yang disampaikan Rano Karno adalah kebutuhan akan adanya lembaga pendidikan di kawasan tersebut. "Harus ada lembaga pendidikan di sini," tegasnya saat menyampaikan gagasan pengembangan kawasan.

Rano Karno menjelaskan bahwa ia telah menerima penugasan langsung dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menangani beberapa proyek penting di ibu kota. "Ada penugasan yang diberikan Pak Gubernur kepada saya. Pertama Kota Tua, kemudian Pasar Baru dan Setu Babakan ini," ujarnya saat melakukan kunjungan ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan pada Kamis lalu (8/1/2026).

Selama kunjungan tersebut, Rano Karno secara langsung mengamati berbagai kondisi dan persoalan yang ada di kawasan. Ia menyampaikan bahwa telah melihat berbagai hal yang perlu diperbaiki dan akan segera melakukan tindak lanjut dengan mengadakan pembahasan bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Balai Kota DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil pembahasan awal yang telah dilakukan, Rano Karno menilai bahwa fungsi dan peran Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan masih dapat ditingkatkan secara signifikan. Selain direncanakan menjadi basis bagi Lembaga Adat Betawi yang akan segera dibentuk, kawasan ini juga perlu menjadi tempat bagi pembentukan lembaga pendidikan khusus yang fokus pada kajian tentang Jakarta.

"Harus ada lembaga pendidikan di sini dan kalau sanggar tempat latihan itu sudah ada. Bukan universitas, tapi misal seperti institut tentang Jakarta," jelasnya menjelaskan konsep lembaga pendidikan yang diinginkan. Institusi semacam itu diharapkan dapat menjadi pusat kajian tentang sejarah, budaya, sosial, dan perkembangan kota Jakarta secara menyeluruh.

Selain kebutuhan akan lembaga pendidikan, Rano Karno juga mengungkapkan berbagai persoalan terkait infrastruktur yang perlu segera dibenahi. Di antara rencana yang akan diupayakan adalah pembangunan sarana transportasi publik berupa monorail yang akan menjangkau kawasan Setu Babakan. Rencana ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan kemacetan yang sering terjadi di jalur akses menuju kawasan, sehingga memudahkan masyarakat dan wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut.

Rano Karno menegaskan bahwa proses pengembangan kawasan tidak akan dilakukan secara sepihak. Selain melibatkan berbagai OPD terkait, hasil kunjungan dan analisis yang dilakukan pada hari tersebut akan segera dilaporkan secara rinci kepada Gubernur Pramono Anung. Nantinya, seluruh rangkaian pembangunan dan pengembangan akan dilakukan secara bertahap dan dengan perencanaan yang terukur, sesuai dengan konsep yang akan disepakati bersama oleh semua pihak terkait.

"Harus dibikin grand design, karena di sini ternyata belum ada. Walau mungkin nanti pembangunannya bertahap, tapi grand design harus kita punya," tandasnya menekankan pentingnya memiliki rancangan keseluruhan sebelum melakukan langkah-langkah pengembangan lebih lanjut. Dengan adanya grand design yang jelas, diharapkan pengembangan kawasan Pusat Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dapat berjalan dengan terarah dan menghasilkan manfaat yang optimal bagi masyarakat Betawi dan seluruh warga Jakarta.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Peringatan 52 Tahun Malari dan HUT Indemo ke-26 Dorong Aksi Kolektif Lawan Korupsi
Pelita Jaya Sukses Bungkam Dewa United 98-82 di IBL 2026 Efisiensi Field Goals Jadi Kunci Kemenangan
Bonus SEA Games 2025 Dimanfaatkan Bijak Dirga Wira Targetkan Asian Games dan Olimpiade
Indonesia, Bosnia, dan Herzegovina Sepakat Perluas Kerja Sama Pertahanan Pertemuan Resmi Digelar di Sarajevo
Rano Karno Tangani Pengembangan Setu Babakan Grand Design dan Lembaga Pendidikan Jadi Prioritas
398.519 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Tahun 2025 Pulau Pari Jadi Destinasi Favorit
'Sugianto' Indonesian Migrant Worker Recognised as National Ambassador After Yeongdeok Wildfire Rescue
Hari Tuli Nasional 2026 Inklusivitas Sebagai Tanggung Jawab Bersama Seluruh Elemen Masyarakat
Menciptakan Area Wisata Sendiri Cara Membuat Tenda Bermain di Kamar Anak
Kebijakan China Dorong Penggunaan Material Daur Ulang dalam Produksi Kendaraan
Kemkomdigi Pantau Penyalahgunaan Grok AI Lindungi Hak Privasi dan Citra Diri Warga
Panen Ikan Lele di Semper Timur Bukti Hasil Kerja Sama Masyarakat dan Pemerintah
Review Film Narasinetwork : Melihat Isu Lingkungan Melalui Film Kereta Berdarah
Awal Tahun, Bapenda Catat Realisasi Peningkatan Penerimaan Pajak Hampir Rp. 10 Miliar
Fenomena Hastag #KaburAjaDulu dalam Kehidupan Sosial Generasi Muda
Wawancara Tokoh : John Semuel's Weaving Love, Binding Affection' Life Values in Colour and Form
Konflik Kursi Transjakarta dan Kegagalan Komunikasi di Ruang Publik
Anak Kampung ke UGM Kisah Thomas Akaraya Sogen sebagai Guru Penulis yang Menginspirasi NTT
Ketika Arus Migrasi Bertemu Perbedaan Budaya
Manfaat Jus Seledri untuk Kesehatan Dari Hidrasi hingga Kesehatan Jantung