Kemenperin Perkuat Kebijakan Industri di Tengah Penurunan PMI Manufaktur Juni 2026

Kamis, 2 Jul 2026 12:29
    Bagikan  
Kemenperin Perkuat Kebijakan Industri di Tengah Penurunan PMI Manufaktur Juni 2026
Istimewa

Kementerian Perindustrian merespons penurunan PMI manufaktur Indonesia menjadi 46,9 pada Juni 2026 dengan memperkuat sejumlah kebijakan industri.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat sejumlah kebijakan untuk menjaga daya saing industri manufaktur setelah Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juni 2026 turun menjadi 46,9 dari 50,0 pada Mei 2026.

Penurunan tersebut dipicu melemahnya permintaan pasar, kenaikan biaya produksi, serta tekanan ekonomi global. Langkah itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, di Jakarta, Rabu (1/7/2026)..

Laporan S&P Global menunjukkan turunnya PMI dipengaruhi melemahnya permintaan baru, baik dari pasar domestik maupun ekspor. Kondisi itu berdampak pada berkurangnya aktivitas produksi, pembelian bahan baku, dan penyerapan tenaga kerja.

Sektor manufaktur juga menghadapi kenaikan biaya produksi akibat meningkatnya harga bahan baku serta pelemahan nilai tukar. Survei S&P Global mencatat inflasi harga input pada Juni menjadi yang tertinggi kedua sejak survei tersebut dimulai pada 2011.

Febri Hendri Antoni Arief mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab melalui penguatan kebijakan peningkatan daya saing industri nasional.

Menurutnya, tekanan terhadap PMI pada Juni terutama berasal dari melemahnya permintaan dan naiknya biaya produksi. Pemerintah berupaya memastikan kebijakan yang telah disiapkan berjalan efektif sehingga beban industri dapat berkurang dan aktivitas manufaktur kembali meningkat.

Salah satu kebijakan yang terus didorong ialah pelaksanaan program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Program tersebut bertujuan menekan biaya energi bagi industri yang memanfaatkan gas bumi sebagai bahan baku maupun sumber energi.

"Kebijakan ini sudah dirasakan oleh pelaku industri dan mampu meningkatkan efisiensi produksi serta menjaga daya saing produk manufaktur Indonesia. Implementasi HGBT perlu terus diperluas agar manfaatnya diterima lebih banyak industri," ujar Febri.

Pemerintah juga menetapkan penurunan harga liquefied natural gas (LNG) hasil regasifikasi untuk sektor industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU dari sebelumnya sekitar 20 hingga 23 dolar AS per MMBTU. Keputusan yang diumumkan pada Senin (29/6) itu bertujuan membantu industri menekan biaya produksi sekaligus mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurut Febri, penurunan harga gas tersebut menjadi salah satu langkah yang dapat mendorong PMI Manufaktur kembali memasuki zona ekspansi pada beberapa bulan mendatang.

Selain kebijakan gas industri, pemerintah terus memperkuat perlindungan terhadap industri nasional. Upaya tersebut ditujukan untuk menjaga kegiatan usaha, mempertahankan penyerapan tenaga kerja, serta meningkatkan kemampuan industri menghadapi persaingan dengan produk impor.

Febri menyatakan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga guna menciptakan iklim usaha yang mendukung pertumbuhan sektor industri. Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperluas peluang di pasar ekspor maupun pasar domestik.

Kementerian Perindustrian turut melanjutkan sejumlah program, antara lain meningkatkan penggunaan produk buatan Indonesia, memfasilitasi investasi manufaktur, mengamankan pasar domestik dari praktik perdagangan yang tidak sehat, serta memperluas akses ekspor ke pasar nontradisional.

Meski PMI mengalami penurunan, survei S&P Global menunjukkan optimisme pelaku industri terhadap prospek usaha selama 12 bulan mendatang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Keyakinan tersebut didorong perkiraan meredanya tekanan biaya produksi dan membaiknya permintaan pasar.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Pengusulan STA Sebagai Pahlawan Nasional Wujud Ikhtiar Merawat Warisan Bahasa Menuju Indonesia Emas 2045
Kemenperin Perkuat Kebijakan Industri di Tengah Penurunan PMI Manufaktur Juni 2026
Pelantikan Tiga Pejabat Baru Lengkapi Jajaran Eselon I Kementerian Keuangan
Ólafur Arnalds Konsisten Kembangkan Musik Neo Klasik Melalui Komposisi dan Teknologi
Presiden Prabowo Tegaskan Peran Polri dalam Menjaga Keamanan dan Mendukung Program Nasional
Bimtek Rp963,6 Juta di DLH Kabupaten Bandung Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Urgensi Anggarannya
Disorot Soal Layanan Pengaduan dan Informasi, Dewan Pengawas Tirta Raharja Akui Kritik Publik Jadi Masukan
TPS3R Manggungharja Diduga Tak Berfungsi Maksimal, Sampah Berakhir Dibakar, Ini Kata Pengelola
Lebaran Yatim Kebersamaan dan Pelestarian Budaya di Kabupaten Bekasi
Sesmenpora Pimpin Upacara Harganas Ke-33 Ajak Perkuat Peran Keluarga untuk SDM Berkualitas
Kemenpora dan Nestlé Indonesia Jalin Kerja Sama untuk Pengembangan Olahraga Nasional
Bogor Hornbills Juara IBL 2026 Menpora Erick Thohir Apresiasi Persaingan Liga yang Semakin Kompetitif
Tiga Orang Karyawan di Jakarta Mengaku Disekap dan Dianiaya oleh Bos Perusahaan
Rizki Fauzi Terpilih Secara Aklamasi Pimpin KNPI Kecamatan Ciparay
LIPSUS; Tower BTS Sudah Berdiri, Pemilik Lahan Terdampak Mengaku Tak Pernah Memberi Persetujuan
Rumah Aspirasi H. Asep Romy Romaya Resmi Dibuka, Cak Imin dan Bupati Bandung Hadir, Warga Nikmati Layanan
Situasi Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Kecamatan Ciparay berlangsung cukup panas
Geger! Mayat Perempuan Bertato Ditemukan Telanjang di Sungai Pacet, Polisi Masih Selidiki Identitas Korban
KNPI Baleendah Diharapkan Jadi Rumah Besar Pemuda, Camat Tekankan Kolaborasi
Rizki Haerul Fadli, Nahkodai Ketua PK KNPI Baleendah, Begini Katanya