Bimtek Rp963,6 Juta di DLH Kabupaten Bandung Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Urgensi Anggarannya

Rabu, 1 Jul 2026 08:23
    Bagikan  
Bimtek Rp963,6 Juta di DLH Kabupaten Bandung Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Urgensi Anggarannya
Ilustrasi

Contoh Kegiatan Bimbingan teknis

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Di tengah berbagai persoalan lingkungan yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Bandung, alokasi anggaran hampir Rp1 miliar untuk kegiatan Belanja Bimbingan Teknis (Bimtek) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) justru menjadi sorotan.


Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Tahun Anggaran 2026, DLH Kabupaten Bandung menganggarkan Rp963.600.000 untuk satu paket kegiatan bertajuk Belanja Bimbingan Teknis.


Data tersebut mencantumkan:


Kode RUP: 63170023


Satuan Kerja: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung


Total Pagu: Rp963.600.000


Metode Pemilihan: Pengadaan Langsung


Jenis Pengadaan: Barang


"Bimbingan teknis yang seperti apa ya, dengan anggaran diperkirakan mencapai Rp 1 Miliar. Katanya lagi pada efisien ini pemerintah," ucap warga  Kabupaten Bandung, yang diminta tidak dipublikasikan identitas nya, Rabu (1/7/2026). 

Hal serupa juga disampaikan warga lainnya. Apakah dalam bimbingan teknis itu juga belanja alat-alat berat atau pembelian dump truk dan lainnya. 

"Ya harus dijelaskan oleh pengguna anggaran rincian yang seperti apa, bukan nominal nya saja. Peruntukkan nya itu yang harus jelas dan transparan," katanya. 


Yang menjadi perhatian, pada rincian paket tersebut tidak dijelaskan secara spesifik mengenai materi bimbingan teknis, jumlah peserta, lokasi kegiatan, durasi pelaksanaan, maupun rincian kebutuhan anggaran.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai dasar perhitungan anggaran yang nilainya mendekati satu miliar rupiah.


Secara umum, kegiatan bimbingan teknis bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah melalui pelatihan, workshop, atau pendampingan teknis.


Namun, dengan nilai anggaran hampir Rp1 miliar, masyarakat tentu berhak mengetahui secara rinci:


Berapa jumlah peserta yang mengikuti bimtek?


Berapa kali kegiatan dilaksanakan?


Di mana lokasi penyelenggaraannya?


Apakah menggunakan hotel atau luar daerah?


Berapa biaya narasumber?


Berapa biaya konsumsi, akomodasi, dan perlengkapan?


Apa indikator keberhasilan kegiatan tersebut?



Tanpa adanya rincian tersebut, sulit bagi publik menilai apakah anggaran yang disusun telah memenuhi prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas sebagaimana semangat pengelolaan keuangan negara.


Perlu Penjelasan Resmi


Sebagai instansi yang mengelola urusan lingkungan hidup, DLH Kabupaten Bandung diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai perencanaan kegiatan tersebut.


Transparansi penting agar tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat serta untuk memastikan penggunaan APBD benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik dan peningkatan kualitas lingkungan.

Masyarakat juga berharap rincian penggunaan anggaran dapat dipublikasikan secara terbuka sehingga dapat diketahui besaran biaya untuk setiap komponen kegiatan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi telah berupaya menghubungi pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung untuk meminta klarifikasi terkait dasar perencanaan, rincian anggaran, serta urgensi kegiatan Bimbingan Teknis senilai Rp963,6 juta tersebut.

Namun, sangat disayangkan belum ada tanggapan atau penjelasan resmi yang diberikan. Apabila di kemudian hari pihak DLH Kabupaten Bandung memberikan hak jawab atau klarifikasi, redaksi akan memuatnya sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip pemberitaan yang berimbang sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.



Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Bimtek Rp963,6 Juta di DLH Kabupaten Bandung Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Urgensi Anggarannya
Disorot Soal Layanan Pengaduan dan Informasi, Dewan Pengawas Tirta Raharja Akui Kritik Publik Jadi Masukan
TPS3R Manggungharja Diduga Tak Berfungsi Maksimal, Sampah Berakhir Dibakar, Ini Kata Pengelola
Lebaran Yatim Kebersamaan dan Pelestarian Budaya di Kabupaten Bekasi
Sesmenpora Pimpin Upacara Harganas Ke-33 Ajak Perkuat Peran Keluarga untuk SDM Berkualitas
Kemenpora dan Nestlé Indonesia Jalin Kerja Sama untuk Pengembangan Olahraga Nasional
Bogor Hornbills Juara IBL 2026 Menpora Erick Thohir Apresiasi Persaingan Liga yang Semakin Kompetitif
Tiga Orang Karyawan di Jakarta Mengaku Disekap dan Dianiaya oleh Bos Perusahaan
Rizki Fauzi Terpilih Secara Aklamasi Pimpin KNPI Kecamatan Ciparay
LIPSUS; Tower BTS Sudah Berdiri, Pemilik Lahan Terdampak Mengaku Tak Pernah Memberi Persetujuan
Rumah Aspirasi H. Asep Romy Romaya Resmi Dibuka, Cak Imin dan Bupati Bandung Hadir, Warga Nikmati Layanan
Situasi Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Kecamatan Ciparay berlangsung cukup panas
Geger! Mayat Perempuan Bertato Ditemukan Telanjang di Sungai Pacet, Polisi Masih Selidiki Identitas Korban
KNPI Baleendah Diharapkan Jadi Rumah Besar Pemuda, Camat Tekankan Kolaborasi
Rizki Haerul Fadli, Nahkodai Ketua PK KNPI Baleendah, Begini Katanya
Kapolda Sumbar Apresiasi Keberhasilan IMLF‑4 dan Dukung Perluasan Gerakan Literasi ke Seluruh Wilayah
Budi Santoso Pimpin PSAI Kabupaten Bogor dalam Pembinaan Atlet dan Persiapan Piala Kemenpora 2026
Bogor Jadi Tuan Rumah Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V yang Diikuti 224 Atlet dari 11 Klub
Rakor SPPG Ciparay Perkuat Sinergi, Pastikan Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran
Masih Bingung Mau Lanjut Sekolah ke Mana? SMK Wirakarya 2 Ciparay Bisa Jadi Pilihan