Film 'Para Perasuk (Levitating)' Wakili Indonesia dalam Ajang Sundance Film Festival 2026

Jumat, 30 Jan 2026 00:28
    Bagikan  
Film 'Para Perasuk (Levitating)' Wakili Indonesia dalam Ajang Sundance Film Festival 2026
Istimewa

Film Para Perasuk (Levitating) karya Wregas Bhanuteja resmi berkompetisi di World Cinema Dramatic Competition Sundance Film Festival 2026, bersama 9 film internasional lainnya dari ribuan usulan.

NARASINETWORK.COM - Industri perfilman Indonesia telah mencapai prestasi baru melalui Para Perasuk (Levitating), karya sutradara Wregas Bhanuteja. Film ini resmi masuk dalam kompetisi World Cinema Dramatic Competition pada Sundance Film Festival 2026, bersama sembilan produksi internasional lainnya yang terpilih dari ribuan usulan yang diterima dari berbagai negara di seluruh dunia.

Para Perasuk (Levitating) mengangkat cerita mengenai tokoh bernama Bayu dan ritual trance yang dijalankan oleh sebuah komunitas adat. Produksi ini menggambarkan bagaimana kelompok tersebut menghadapi pengaruh akibat modernisasi, dengan menyajikan warisan budaya Indonesia bukan sebagai gambaran yang eksotis—melainkan sebagai pengalaman bersama yang masih aktif dan memiliki makna bagi khalayak di berbagai daerah di dunia.

Acara peringatan perdana dunia yang diselenggarakan di Park City mendapatkan sambutan antusias dari penonton, dengan pemberian tepuk tangan yang berlangsung lama dan seluruh tiket tayangan harian terjual habis. Kondisi ini menunjukkan bahwa cerita yang memiliki dasar kuat dalam tradisi lokal dapat menyampaikan pesan yang relevan lintas batas budaya.

Para Perasuk (Levitating) menjadi wakil Indonesia di ajang perfilman internasional tersebut. Produksi ini menyajikan sisi bangsa dengan cara yang terbuka dan jujur, serta mampu menghubungkan diri dengan penonton dari berbagai latar belakang budaya.

Kompetisi World Cinema Dramatic Competition pada Sundance Film Festival menjadi wadah bagi karya-karya perfilman dari luar Amerika Serikat untuk diperkenalkan kepada masyarakat global. Seleksi karya dilakukan melalui proses yang ketat oleh dewan juri, dengan mempertimbangkan berbagai aspek termasuk kualitas alur cerita, penyajian elemen budaya, dan nilai seni yang terkandung di dalamnya.

Sutradara Wregas Bhanuteja menjelaskan bahwa pembuatan Para Perasuk (Levitating) bertujuan untuk menyajikan gambaran autentik mengenai kehidupan komunitas adat di Indonesia. Ia menambahkan bahwa fokus utama dalam pembuatan produksi ini adalah untuk menghormati nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh kelompok tersebut, serta menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.

Proses pembuatan film melibatkan kerja sama dengan anggota komunitas adat yang menjadi latar cerita. Para anggota kelompok tidak hanya berperan sebagai pemeran tambahan, tetapi juga memberikan masukan mengenai cara penyajian ritual dan tradisi yang sesuai dengan kaidah yang berlaku. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa representasi budaya dalam produksi dibuat dengan akurat dan penuh rasa hormat.

Selain mendapatkan sambutan positif dari penonton pada acara perdana, Para Perasuk (Levitating) juga menarik perhatian dari sejumlah kritikus perfilman internasional. Beberapa kritikus menyampaikan bahwa produksi ini berhasil menyajikan cerita yang kuat dan relevan, serta memberikan pemahaman yang berharga mengenai budaya Indonesia kepada penonton global.

Keikutsertaan Para Perasuk (Levitating) dalam Sundance Film Festival 2026 menjadi bukti bahwa karya perfilman Indonesia memiliki kapasitas untuk tampil di tingkat internasional. Hal ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi industri perfilman Indonesia kepada dunia, termasuk bakat para pembuat film, aktor, serta sumber daya alam dan budaya yang dapat menjadi bahan cerita bagi karya-karya mendatang.

Pemerintah Indonesia melalui instansi terkait menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Para Perasuk (Levitating). Dukungan diberikan dalam bentuk fasilitasi izin lokasi syuting serta bantuan dalam promosi film di tingkat internasional. Ke depan, instansi terkait berencana untuk terus mendukung pengembangan industri perfilman Indonesia agar dapat menghasilkan lebih banyak karya yang mampu tampil di kancah global.

Keberhasilan Para Perasuk (Levitating) di ajang internasional diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para pembuat film muda di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa cerita dengan latar belakang lokal dapat memiliki daya tarik yang luas, selama disajikan dengan cara yang baik dan penuh dengan nilai yang positif. Dengan demikian, industri perfilman Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi dunia perfilman.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Film 'Para Perasuk (Levitating)' Wakili Indonesia dalam Ajang Sundance Film Festival 2026
Delegasi Uni Eropa dan AJI Gelar Lokakarya Perwakilan Polandia Berpartisipasi
FIFA Kunjungi Indonesia dengan Trofi Piala Dunia 2026 Menpora Erick Thohir Apresiasi Dukungan
Indonesian Ambassador Welcomes CMUNCE 2026 Delegation from SMA Lab School Cibubur
Kemkomdigi Sabet Peringkat Keempat Nasional dalam Penilaian Kualitas Layanan Publik
Peran Strategis Data Dukcapil Diumumkan Mendagri dalam Pertemuan Tahunan PPATK
Advancing National Competitiveness Cabinet Analyses Indonesia-UK Academic Partnerships
Wawancara Tokoh : Rini Intama "A Touch of Heritage by Dinayra Indonesian Wastra in Modern Fashion"
A Touch of Heritage by Dinayra Mengangkat Warisan Budaya dalam Desain Busana
POR DPRD Dimulai, Eksekutif dan Legislatif Bagai 2 Sisi Mata Uang
19 Kontributor Pajak Terbesar 2025, Diberi Hadiah Bapenda Kabupaten Bandung
Hadapi Pengurangan TKD Hampir Rp 1 Triliun, Bupati Bandung : Coret Belanja yang Tidak Penting!
Pemkab Bandung Teken SEB Penyelenggaraan Informasi Geospasial, Perkuat Integrasi Data Pembangunan
Targetkan 40 Ribu Bidang, Kakan ATR/BPN Kabupaten Bandung Lantik dan Ambil Sumpah Panitia Ajudikasi dan Satgas
Breaking News! Ekspose APBDes 2026 Perdana Digelar di Kecamatan Ciparay
Insomnia Mengapa Sulit Tidur dan Bagaimana Mengatasinya?
Museum Sastra Indonesia Resmi Beroperasi di Aia Angek Kegiatan Literasi Hadirkan Pelajar dan Sastrawan
Singapore Art Week 2026 Hadirkan Tokoh Internasional Program Seni Beragam
Kelme Asal Spanyol Jadi Mitra Apparel Timnas Indonesia dan Timnas Futsal
Australia Highlights New Colombo Plan on International Day of Education Focus on Asia Capability