“Di Depan Kantor Pemda Saja Semrawut”: Kabel Menjuntai di Kabupaten Bandung Dinilai Membahayakan Warga

Kamis, 12 Mar 2026 18:17
    Bagikan  
“Di Depan Kantor Pemda Saja Semrawut”: Kabel Menjuntai di Kabupaten Bandung Dinilai Membahayakan Warga
Gustav VR

Kabel-kabel semrawut di sekitar jalan Soreang

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG

-Pemandangan kabel listrik dan kabel jaringan yang menjuntai semrawut kini menjadi fenomena yang semakin sering terlihat di berbagai wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ironisnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di daerah pelosok, tetapi juga di pusat pemerintahan daerah.


Di kawasan Soreang yang merupakan ibu kota Kabupaten Bandung, kabel-kabel tampak menggantung tidak beraturan di sejumlah titik jalan. Kondisi itu dinilai merusak estetika kota sekaligus berpotensi membahayakan masyarakat.


Salah seorang warga, Yunus Solehudin (38), mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Menurutnya, kabel yang saling bertumpuk dan menjuntai terlihat bahkan di sekitar kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung.


“Ini di dekat kantor Pemda saja bisa dicek, kabel sana-sini penuh. Tak sedap dipandang,” ujar Yunus saat ditemui di sekitar kawasan Pemda Kabupaten Bandung, Kamis (12/3/2026). 


Warga lainnya menyebut pihak terkait tidak boleh membiarkan begitu saja. Apalagi sampai tidak ada tindakan yang dilakukan. 

"Negara berhak melayani, melindungi dan menjaga rakyatnya. Ini kabel berbahaya, ugal-ugalan pemasangan nya, diatas genteng rumah, toko, banyak juga, apa solusinya supaya tertib terutama tidak membahayakan," ucap Cecep Darmawan (55). 


Selain mengganggu pemandangan, masyarakat juga menilai kabel yang menggantung rendah berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, terutama jika terjadi kerusakan instalasi atau saat cuaca ekstrem seperti hujan dan angin kencang.


Fenomena kabel semrawut ini tidak hanya terjadi di Soreang. Kondisi serupa juga banyak ditemukan di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bandung, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.


Beberapa wilayah yang kerap dihiasi kabel tidak tertata di antaranya Ciparay, Baleendah, Kertasari, Pangalengan, Cimenyan, Pacet, Ciwidey, Rancabali dan beberapa daerah lainnya.


Warga berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Mereka menilai perlu adanya evaluasi dan penataan jaringan kabel secara serius bersama pihak perusahaan penyedia layanan listrik maupun telekomunikasi.


Penataan kabel dinilai penting tidak hanya untuk memperbaiki tata kota, tetapi juga untuk memastikan keamanan masyarakat dari potensi bahaya instalasi listrik dan jaringan yang tidak tertata dengan baik.


Jika kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat khawatir wajah Kabupaten Bandung sebagai daerah berkembang justru tercoreng oleh infrastruktur jaringan yang semrawut dan tidak tertata.


Kini publik menunggu langkah konkret pemerintah daerah bersama para penyedia jaringan untuk menertibkan kabel-kabel yang menjuntai tersebut, sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar bagi masyarakat.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

BREAKING NEWS "Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur"
Geger! Seorang Pria di Jelekong Kabupaten Bandung Tewas Bersimbah Darah, Diduga Terbakar Api Cemburu
Keluhan Pelanggan Meningkat, Layanan PDAM Tirta Raharja Jadi Sorotan di Ciparay
Ridwan Ginanjar Serukan Pemuda Jawa Barat Ambil Peran Solusi Berbasis Komunitas di 2026
Sketsa Gaya 'Gaya Skater Santai dan Nyaman' Vol.3
Industri Makanan dan Minuman Pertahankan Produksi Pemerintah Dorong Inovasi Kemasan Alternatif
Satpol PP Kabupaten Bandung dan Sejumlah Pihak Tertibkan Bangli Di Wilayah Margahayu
DPP Partai Cinta Negeri Deklarasikan Samsuri sebagai Calon Presiden RI 2029
Sketsa Gaya 'Distinguished Look Elegan Sesuai Usia' Vol.2
Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas Nasional Pemerintah
Percepatan Indonesia Financial Center Tarik Investasi Global
Kemenpora Dukung Upaya Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kartini di Era Digital Menjaga Nilai Tata Krama di Tengah Kemajuan Zaman
Gizi Kuat, Bangsa Hebat: Nurhadi Gaungkan Program Makan Gratis di Kediri
Borobudur Sebagai Living Heritage dalam Kirab Pusaka Nusantara
Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku
Ikan Bakar dan Dabu-Dabu Kombinasi Utama Kuliner Pesisir Sulawesi Utara
Menakar Keamanan Sistem Verifikasi Mandiri di Area Publik dan Hunian
UU PDP dan Dilema Keamanan Akses Gedung
Job Fair Bandung Bedas Expo 2026 Diserbu Pencari Kerja, Lebih dari 1.200 Lowongan Tersedia