Libur Lebaran Waktu yang Tepat untuk Kurangi Ketergantungan Anak pada Media Sosial

Jumat, 13 Mar 2026 14:40
    Bagikan  
Libur Lebaran Waktu yang Tepat untuk Kurangi Ketergantungan Anak pada Media Sosial
Istimewa

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak keluarga manfaatkan mudik dan libur Lebaran untuk memperkuat interaksi langsung dengan mengurangi penggunaan gawai, terutama bagi anak-anak.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak keluarga di seluruh Indonesia memanfaatkan momentum mudik dan libur Lebaran untuk memperkuat interaksi langsung antara orang tua dan anak. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan perangkat elektronik, khususnya bagi anak-anak.

Momen libur Lebaran menjadi kesempatan bagi keluarga untuk membangun komunikasi yang lebih erat, di tengah kondisi penggunaan teknologi digital yang terus meningkat. Hal itu disampaikan Meutya saat menghadiri acara pelepasan Tim Liputan Mudik SCTV, Rabu (11/03/2026).

"Gunakan momen liburan dan mudik ini untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Perangkat elektronik dapat dimatikan atau setidaknya penggunaannya dikurangi," ucap Meutya.

Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang akan mulai berlaku pada 28 Maret mendatang. Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk mulai membimbing anak-anak dalam mengurangi ketergantungan pada media sosial.

"Bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun, kebijakan perlindungan akan efektif pada 28 Maret. Sejak saat ini, orang tua dapat membimbing anak-anak untuk secara bertahap mengurangi penggunaan media sosial," jelasnya.

Perubahan pola penggunaan teknologi digital memerlukan kesiapan dari seluruh anggota keluarga. Peran orang tua memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang sehat antara generasi tua dan muda.

"Libur Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pembicaraan antara orang tua dan anak-anak guna melakukan persiapan terhadap kebijakan yang akan datang," ungkap Meutya.

Menteri berharap momentum mudik dan libur Lebaran dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melakukan aktivitas bersama. Dengan demikian, anak-anak dapat berinteraksi lebih banyak dengan anggota keluarga secara langsung, tanpa tergantung pada perangkat digital.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Hidangan Khas Malam Satu Suro dan Jejak Tradisi Tahun Baru Jawa
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Indonesia-Qatar Siapkan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Garuda Muda U-12 dan U-14 Wakili Indonesia pada AFC Vietnam Hanoi International 2026
Kopaja dalam Lintasan Sejarah Transportasi Jakarta
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial
Menjaga Nyala di Balik Kedaton Transisi Kebudayaan Ternate di Tangan Sultan ke-49
Apakah Aman Makan Telur Setiap Hari?
Peran Media Partner Dorong Keberhasilan Penyelenggaraan IMLF-4
Ananda Sukarlan Padukan Musik Portugal dan Tanah Airku untuk Film Dokumenter Rainha Boki Raja
PP TUNAS Mengatur Akses Digital Anak Demi Keamanan dan Pertumbuhan
Kisah Rainha Boki Raja Pemutaran Film dan Diskusi Sejarah di Galeri Nasional Indonesia
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Tingkatkan Kepatuhan Pajak
PCMB SPMB Jabar 2026 Diumumkan, Sistem Dikeluhkan Eror dan Sulit Diakses
DMDI Tiongkok Usulkan Aksara Jawi untuk Ikon Kota Bukittinggi
Kualitas Suara dan Kenyamanan Menjadi Alasan Walkman Sony Tetap Diminati
Pergeseran Teknologi Bawa Dampak pada Keberlangsungan Radio Konvensional
Piala Dunia 2026 Kunjungan Suporter Menurun Sektor Usaha Sesuaikan Target