100 Tahun Jam Gadang IMLF-4 Hadirkan Festival Literasi Internasional dengan Konsep Serba Seratus

Sabtu, 3 Jan 2026 12:02
Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Kota Bukittinggi tahun 2026 akan diwarnai oleh International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) dengan konsep serba 100, seperti parade puisi 100 penyair dan peluncuran 100 buku. Sastri Bakry

NARASINETWORK.COM - Momen peringatan 100 Tahun Jam Gadang tahun 2026 diharapkan menumbuhkan semangat warga untuk lebih mencintai Kota Bukittinggi yang baru saja memperingati hari jadi ke-421. Sehingga rasa memiliki terhadap kota semakin dirasakan oleh warganya.

Demikian diungkapkan Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis, S.TP, usai mengikuti rapat persiapan Festival Literasi Internasional Minangkabau ke-4 (IMLF-4) pada Rabu lalu (31/12/2025) di ruang kerjanya. Rapat tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan peringatan 100 Tahun Jam Gadang, bersama kepala OPD terkait antara lain Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Nauli Handayani, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rofie Hendria, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi Yudhi Hidayat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala UPT Bung Hatta, serta OPD terkait lainnya.

Rapat juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Rismal Hadi yang menjabat sebagai Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Ketua IMLF-4 Sastri Bakry, Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung, dan Bendahara IMLF Siska Saputri.

Menurut Ibnu Asis, peringatan 100 Tahun Jam Gadang akan menggali berbagai aspek mulai dari sejarah, ekonomi kreatif, pariwisata, sosial, pendidikan, tata kota, hingga sastra, budaya, dan adat. Nilai-nilai kehidupan yang telah ada akan diperbincangkan kembali dalam rangkaian acara peringatan tersebut.

Berbagai kegiatan digelar selama peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang berlangsung sejak Januari hingga Desember 2026. Acara resmi meliputi seminar, diskusi panel, talkshow, berbagai lomba, termasuk festival literasi di area Jam Gadang. "Kita ingin momen 100 Tahun Jam Gadang ini membangkitkan minat masyarakat terhadap sejarah Bukittinggi dari berbagai sisi. Sehingga masyarakat peduli dengan kotanya sendiri. Pada momen ini, kita terus tumbuhkan semangat cinta warga terhadap kotanya, yakni Bukittinggi," ujar Ibnu Asis.

Kota Bukittinggi semakin tua seiring waktu. Kita mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan sejarah dan perjalanan kota. Sehingga dapat meningkatkan perhatian terhadap kenyamanan, keamanan, dan kebersihan kota. Apalagi Jam Gadang sebagai landmark utama Bukittinggi. Jika tidak ada kepedulian, masyarakat bisa saja membuang sampah sembarangan atau mengganggu wisatawan yang berkunjung. Hal ini pasti akan merusak citra Kota Bukittinggi, kata Ibnu Asis.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias sangat antusias dan serius menyelenggarakan perayaan 100 Tahun Jam Gadang. Walikota menunjuk langsung Sekda Kota sebagai Ketua Panitia agar memudahkan koordinasi teknis untuk seluruh kegiatan.

Dengan banyaknya acara selama peringatan 100 Tahun Jam Gadang, kita mengajak dan mengundang wisatawan dari berbagai kota dan negara untuk datang ke Bukittinggi. Mari saksikan berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Kita berharap rangkaian acara ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bukittinggi pada tahun 2026. "Satupena Sumatera Barat yang menyelenggarakan IMLF-4 pada tanggal 3 – 7 Juni 2026 akan mendapatkan dukungan penuh sesuai kesepakatan dengan Panitia," kata Ibnu Asis.

Ketua IMLF-4 Sastri Bakry menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan untuk menyelenggarakan IMLF-4 di Bukittinggi bersamaan dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. IMLF-4 merupakan kelanjutan dari IMLF-1 tahun 2023 yang diikuti oleh delegasi dari 12 negara, IMLF-2 tahun 2024 diikuti oleh 17 negara, dan IMLF-3 tahun 2025 diikuti oleh 24 negara. "Kita akan mengangkat tema 100 Tahun Jam Gadang dengan berbagai kegiatan yang mengusung konsep 'serba seratus', seperti Parade Baca Puisi Dunia dengan 100 penyair, Peluncuran 100 Buku, dan Antologi Puisi karya 100 Penulis.

Dari ratusan kegiatan yang akan diselenggarakan Pemko sepanjang tahun 2026, kita targetkan 50 kegiatan dilaksanakan oleh IMLF melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama Pemko Bukittinggi, Sumbar Talenta, Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Balai Bahasa, Balai Pelestarian Kebudayaan, Pemprov Sumbar, Pemko Padang, UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi, UPT Bung Hatta, Orbit, Yayasan DJA, dan lainnya," kata Sastri Bakry.

Tema IMLF-4 yang diselenggarakan pada momen 100 Tahun Jam Gadang adalah "Dari Literasi ke Lestari: Membangun Kesejahteraan, Perdamaian dan Pembelajaran Tanpa Henti". Kegiatan yang akan digelar meliputi seminar utama, seminar dan diskusi paralel, pertunjukkan kesenian dan kesusasteraan, pembacaan puisi, peluncuran buku, diskusi buku, literasi wisata alam dan kuliner, serta berbagai lomba seperti lomba randai, lomba bertutur, lomba menulis kata-kata bijak tokoh, dan Jam Gadang Run.

"Ditargetkan acara diikuti oleh 200 orang delegasi dari 30 – 40 negara. Peserta berasal dari kalangan sastrawan, penulis, penyair, akademisi, ASN, peneliti, mahasiswa, pelajar, dan berbagai profesi lainnya," ujar Sastri Bakry.

Sekda Kota Bukittinggi Rismal Hadi mengatakan, OPD terkait diminta mendukung berbagai kegiatan IMLF-4 pada peringatan 100 Tahun Jam Gadang. "Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bukittinggi diminta mengkoordinasikan persiapan dengan Panitia IMLF-4. Sehingga persiapan dapat dilakukan secara terperinci dan rinci, karena kita harus sukseskan acara ini. Kita ingin menghidupkan kembali Bukittinggi sebagai 'Detak Jantung Ibukota' sehingga tetap lestari dalam ingatan warga dan meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan yang datang, terutama delegasi IMLF," kata Rismal Hadi.

 

 

 


Berita Terkini