Dongeng Anak Narasinetwork "Petualangan Wai Menuju Bumi Larwul Ngabal"

Kamis, 19 Mar 2026 19:20
    Bagikan  
Dongeng Anak Narasinetwork "Petualangan Wai Menuju Bumi Larwul Ngabal"
Nana Wiyono

Wai dan ibunya naik kapal putih menuju Kepulauan Kei. Di perjalanan, Wai belajar sabar saat puasa, melihat lumba-lumba, dan bertemu banyak teman dari suku lain. Wai berjanji akan menjaga kebersihan laut saat sampai di rumah nanti.

NARASINETWORK.COM JAKARTA, Mulai November 2025 Narasinetwork.com menghadirkan "Pulau Imaji :  Berlayar dalam Dongeng Narasi" Digagas oleh Erna Winarsih Wiyono, program ini membawa kembali kehangatan tradisi mendongeng sebelum tidur dengan sentuhan modern dan suri tauladan.

Menikmati ilustrasi dan cerita dongeng pendek karya Kak Nana dalam "Pulau Imaji," hadir dua kali sebulan di rubrik Khazanah Narasinetwork.com

Program ini diharapkan menjadi ruang inklusif yang ramah bagi semua pembaca, baik dewasa maupun anak-anak Indonesia.

Episode ketiga bertutur tentang "Petualangan Wai Menuju Bumi Larwul Ngabal"  Selamat membaca.

Petualangan Wai Menuju Bumi Larwul Ngabal - Buku Cerita Anak 'Erna Winarsih Wiyono'

Felad ni nuhu, rahang ni ruan
Hormat bagi tanah, hormat bagi isi rumah

Di dermaga besar Tanjung Priok, ada sebuah kapal putih yang gagah bernama Kapal Pelni. Seorang anak laki-laki bernama Wai duduk di dekat jendela bersama Ina, ibunya. Mereka akan memulai perjalanan lima hari menuju Kepulauan Kei di Tual.
Sambil melihat ombak di samping kapal, Wai bertanya kepada ibunya.
"Ina, nggofo rumah kita jauh sekali di tengah laut ya? Kenapa tidak tinggal di darat saja?" tanya Wai.
Ina tersenyum lalu mengusap kepala Wai.
"Karena kita adalah anak nene pelaut, Wai.
Laut bukan pemisah, tapi jalan wong yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia. Kita harus bangga jadi orang Maluku Tenggara yang sopan dan sayang sesama, seperti ajaran di Bumi Larwul Ngabal."
Perjalanan itu sangat jauh, melewati Surabaya, Makassar, hingga Ambon. Karena sedang bulan puasa, Ina mengajak Wai belajar bersabar.
Udara laut yang asin terkadang membuat tenggorokan haus, tapi Wai ingat pesan ibunya:
"Sabar itu butuh waktu, nanti hasilnya pasti baik."
Saat sore tiba dan langit berwarna jingga, Wai mulai lapar. Ina membuka tas kain miliknya. Di dalamnya ada kotak bekal berisi sayur nangka muda, buah anggur, dan sate keju kesukaan Wai.
"Ayo makan, supaya kamu kuat sampai di Bumi Larwul Ngabal," kata Ina.
Wai senang sekali. "Wah, enak banget Ina! Masakan Ibu paling lezat."
Tiba-tiba, ada sesuatu di samping kapal. Wai berdiri dan memegang tangan ibunya.
"Ina, lihat itu! Ada lumba-lumba banyak sekali! Mereka melompat-lompat!" seru Wai gembira.
Lumba-lumba itu berenang mengikuti kapal. Ina mengajak Wai melihat dari pagar dek.
"Tuhan memberi kita laut yang indah.
Ada banyak ikan dan karang di sana. Kita harus jaga laut tetap bersih supaya hewan-hewan ini punya rumah yang nyaman.
Jangan buang sampah ke air ya?"
Wai mengangguk. "Janji Ina! Nanti kalau sudah sampai, aku ajak teman-teman membersihkan pantai too!"
Saat bintang muncul di langit malam, suara azan terdengar. Waktu buka puasa sudah tiba. Ina dan Wai duduk di sudut kapal yang tenang. Wai makan dengan lahap sambil mencium bau masakan yang harum.
Selesai makan, Wai berkata, "Terima kasih Ina sudah buat bekal enak. Rasanya seperti makan di rumah sendiri."
Ina memeluk Wai. "Anak pintar. Kalau kita selalu bersyukur, perjalanan jauh pun tidak akan terasa capek."
Malam hari, Wai jalan-jalan sebentar di atas kapal. Ia melihat banyak orang dari suku lain. Ada yang bicara bahasa Jawa, Bugis, dan Ambon. Mereka semua rukun dan saling berbagi makanan.
"Tadi ada ibu dari Sulawesi memberi aku pisang manis, Ina," cerita Wai.
Ina tersenyum. "Itulah Indonesia, Wai. Kita berbeda-beda tapi tetap satu keluarga besar."
Setelah beberapa hari, lampu-lampu di Pelabuhan Tual mulai kelihatan. Wai sangat senang melihat bukit hijau dan pantai pasir putih yang bersih.
"Ina, itu rumah kita! Cantik sekali!" teriak Wai.
Saat kapal berhenti, Wai memegang tangan ibunya erat-erat. Ia ingin sekali belajar banyak tentang budaya daerahnya dan menjaga alam di sana.
"Siap turun ke rumah kita, Wai?" tanya Ina.
"Siap, Ina! Aku ingin cepat bertemu Ama, Nene, dan teman-teman. Aku mau cerita soal lumba-lumba dan janji menjaga pantai!"
**
Pesan dari cerita dongeng pendek ini adalah :

  1. Sayangi dan jaga kebersihan laut.
  2. Selalu bersyukur dan bersabar.
  3. Bangga dengan daerah asal sendiri.
  4. Rukun dengan semua teman meskipun beda suku.
Daftar Kata :

  1. Wai: Panggilan anak laki-laki.
  2. Ina: Ibu.
  3. Ama: Ayah.
  4. Nene: Nenek atau kakek.
  5. Nggofo: Kenapa.
  6. Wong: Orang.
  7. Too: Juga.
  8. Larwul Ngabal: Nama daerah di Kepulauan Kei.

**

Source :

Cerita & Ilustrasi : Erna Winarsih Wiyono

Copyright Ilustrasi : NW Studio @ernawinarsihwiyono/2026/Maret

Kotak Saran : NW Studio - +6281212393683 (Jakarta).

**



Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Produksi Beras Capai 19,31 Juta Ton BPS Catat Kenaikan Tipis
Tata Kelola Migas dan Inovasi Teknologi dalam Menghadapi Tantangan Global
Waisak 2570 BE "Penghormatan dan Doa untuk Para Pejuang"
Riset Universitas Sebelas Maret Surakarta Ungkap Peran Adiwiyata dalam Membentuk Karakter
Mahasiswa Prodi Sosant UNS Teliti Penerapan Nilai Adiwiyata di Tiga Tingkatan Sekolah di Surakarta
Iyut Fitra Penyair yang Memeluk Kata Hingga Napas Terakhir
WOW! Rp. 220 Miliar Dianggarkan Untuk Pembangunan Danau, Retensi hingga Normalisasi Sungai di Kawasan Banjir
Dorong Prestasi dan Partisipasi, Raperda Keolahragaan Daerah Disetujui di Paripurna
KDS: Rekomendasi DPRD Jadi Acuan Perbaikan Kinerja Pemkab Bandung
KDS Tegaskan Komitmen Pembenahan Data Lahan di Rakor LP2B ATR/BPN
Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Terobosan Baru Susi Pudjiastuti, Ambil Alih Warga Terlilit Pinjol jadi Nasabah Bank BJB
BREAKING NEWS "Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur"
Geger! Seorang Pria di Jelekong Kabupaten Bandung Tewas Bersimbah Darah, Diduga Terbakar Api Cemburu
IMLF-4 Fadli Zon Dijadwalkan Tandatangani Sampul Peringatan Seabad Jam Gadang
Keluhan Pelanggan Meningkat, Layanan PDAM Tirta Raharja Jadi Sorotan di Ciparay
Ridwan Ginanjar Serukan Pemuda Jawa Barat Ambil Peran Solusi Berbasis Komunitas di 2026
Sketsa Gaya 'Gaya Skater Santai dan Nyaman' Vol.3
Industri Makanan dan Minuman Pertahankan Produksi Pemerintah Dorong Inovasi Kemasan Alternatif
Satpol PP Kabupaten Bandung dan Sejumlah Pihak Tertibkan Bangli Di Wilayah Margahayu