Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan

Selasa, 16 Jun 2026 21:03
    Bagikan  
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Istimewa

Malam Satu Suro merupakan pergantian tahun dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram. Peringatan ini diisi dengan kegiatan keagamaan, perenungan, serta pelaksanaan tradisi seperti tirakat, tapa bisu, kirab pusaka, dan ngumbah keris.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Malam Satu Suro merupakan penanda pergantian tahun dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam. Bagi masyarakat Jawa, peringatan ini lebih banyak diisi dengan kegiatan keagamaan, perenungan, dan pelaksanaan adat daripada perayaan yang bersifat hiburan.

Tradisi tersebut telah berlangsung selama berabad-abad dan masih dijalankan di berbagai daerah, terutama di lingkungan keraton yang menjadi pusat pelestarian budaya Jawa.

Makna Malam Satu Suro

Malam Satu Suro dipahami sebagai waktu untuk mengevaluasi perjalanan hidup sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahun yang baru. Nilai yang sering dikaitkan dengan peringatan ini adalah eling lan waspada, yakni mengingat Tuhan serta menjaga sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, malam pergantian tahun Jawa juga dimanfaatkan untuk berdoa, memohon keselamatan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

Tradisi yang Dilaksanakan

Sejumlah tradisi masih dijumpai dalam peringatan Malam Satu Suro. Salah satunya adalah tirakat, yaitu kegiatan berdoa dan menahan diri dari berbagai hal yang dianggap dapat mengganggu ketenangan batin.

Sebagian masyarakat juga menjalankan semadi atau meditasi di tempat yang tenang sebagai sarana perenungan.

Di Yogyakarta dikenal tradisi Mubeng Beteng atau mengelilingi benteng keraton dengan berjalan kaki tanpa berbicara. Ritual ini disebut tapa bisu dan menjadi simbol pengendalian diri.

Sementara itu, keraton di Jawa masih melaksanakan kirab pusaka yang menampilkan berbagai benda bersejarah milik kerajaan. Prosesi tersebut disertai doa dan rangkaian upacara adat.

Tradisi lain yang masih dilakukan adalah ngumbah keris, yaitu membersihkan keris dan pusaka keluarga sebagai bagian dari perawatan benda warisan.

Pantangan yang Berkembang

Di sejumlah daerah, terdapat kepercayaan yang berkaitan dengan Malam Satu Suro. Sebagian masyarakat memilih tidak mengadakan hajatan, seperti pernikahan atau khitanan, pada periode tersebut.

Ada pula yang membatasi perjalanan pada malam hari kecuali untuk kepentingan tertentu. Selain itu, menjaga ucapan dan menghindari pertengkaran menjadi bagian dari sikap yang dianjurkan selama peringatan berlangsung.

Sejarah Kalender Jawa

Kalender Jawa yang digunakan saat ini merupakan hasil reformasi penanggalan yang dilakukan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1633 Masehi.

Sebelumnya, masyarakat Jawa menggunakan Kalender Saka yang berbasis peredaran matahari. Di sisi lain, kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan telah digunakan untuk kepentingan keagamaan.

Melalui reformasi tersebut, sistem Kalender Saka diubah mengikuti perhitungan lunar seperti kalender Hijriah. Namun, angka tahun Saka tetap dipertahankan sehingga kesinambungan penanggalan tidak terputus.

Bulan pertama dalam kalender baru itu diberi nama Suro yang berasal dari kata Asyura. Sejak saat itu, tanggal 1 Suro selalu bertepatan dengan 1 Muharram.

Jadwal Kirab Budaya Tahun 2026

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diperingati pada Selasa, 16 Juni 2026. Dalam tradisi Jawa, pergantian hari dimulai setelah matahari terbenam sehingga rangkaian Malam Satu Suro berlangsung sejak Senin malam, 15 Juni 2026.

Di Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran, kirab budaya dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam mulai pukul 19.00 WIB. Kegiatan tersebut meliputi kirab pusaka, tapa bisu, serta keikutsertaan Kebo Bule keturunan Kyai Slamet yang menjadi bagian dari tradisi Keraton Surakarta.

Sementara itu, Keraton Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian acara sejak pukul 20.00 WIB. Kegiatan diawali dengan persiapan peserta, dilanjutkan pembacaan tembang macapat dan upacara adat.

Tepat tengah malam, peserta memulai Mubeng Beteng dengan berjalan mengelilingi benteng luar keraton sejauh sekitar lima kilometer tanpa berbicara hingga prosesi berakhir.

Hingga kini, Malam Satu Suro tetap menjadi bagian dari tradisi budaya Jawa yang diperingati melalui kegiatan keagamaan, adat, dan pelestarian warisan budaya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Kuota TPA Sari Mukti Habis, Pengangkutan Sampah di Wilayah 4 Kabupaten Bandung Terhenti, Ancaman Penumpukan
BPBD Kabupaten Bandung Percepat Distribusi Air Bersih, Gandeng PMI hingga PDAM Tangani Dampak Kekeringan
DPD APPSI Kabupaten Bandung Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Berikut Nama-nama Pengurusnya
Dalam Rangka HUT RI, PDAM Tirta Raharja Luncurkan Program Subsidi Untuk Warga Masyarakat, Ini Penjelasannya
'Viralkan, Saya Kasih Hadiah!' Dedi Mulyadi Tantang Warga Bongkar Penjual Tramadol dan Miras Ilegal di Jabar
Riani Pemulung "A Mother from Tegal Turning a Simple Hut into a Place of Learning"
Bakso Abang-Abang Kuliner Sederhana dengan Rasa yang Sulit Dilupakan
Indonesian Stars Agnez Mo and Anggun C. Sasmi Join Reacher Season 4 as Powerful Antagonists
PLKI UPQ Ciawi Bogor Menyusuri Sejarah Percetakan Al-Qur’an Indonesia
Muharam Islamic Literacy Festival 1448 H, Hadirkan Literasi, Layanan Sosial, dan Wisata Edukasi Al-Qur'an
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI, Perkuat Persatuan dan Akhlak Bangsa
Kang Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2026, Usung Program Kesejahteraan Wartawan
Kepergian Nasirun Perupa dengan Jejak Panjang di Seni Rupa Indonesia
Transcendental Lyrical Mysticism A New Philosophical Aesthetic in Literature Liauw Pauw Phing
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Hadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Tokoh Lintas Agama
Wali Kota Padang Lepas Tim Safari Puisi Empat Negara Satupena Sumbar dan Sumbar Talenta
Safari Puisi Empat Negara Resmi Digelar Satupena Sumbar, Sumbar Talenta Perkenalkan Karya Sastra di Malaysia
Arif Onelegz "Rising Beyond Limits"
Registrasi SIM Biometrik Hadirkan Bilik Khusus Pengguna Berhijab, Komdigi Pastikan Privasi Pelanggan Terjaga
Polresta Bandung Bongkar Jaringan Narkoba, Ada 105 Kasus Dalam Waktu Dua Bulan