Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Hadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Tokoh Lintas Agama

Kamis, 30 Jul 2026 14:55
    Bagikan  
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Hadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Tokoh Lintas Agama
Istimewa

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, (1/8/2026).

NARASINETWORK.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, terutama di wilayah Jabodetabek, menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 17.00–21.30 WIB. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini menjadi bagian dari penyambutan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dan akan menghadirkan Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta doa lintas agama.

"Mari sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026," kata Nasaruddin Umar, Rabu (29/7/2026).

Ia mengajak masyarakat datang bersama keluarga, sahabat, dan kerabat untuk mengikuti seluruh rangkaian acara.

Peserta sudah dapat memasuki kawasan Monas mulai pukul 15.00 WIB melalui pintu pemeriksaan di sisi utara dan selatan. Bagi masyarakat yang tidak memperoleh tempat di area utama, panitia menyediakan layar LED di area luar agar seluruh rangkaian acara tetap dapat disaksikan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan kegiatan akan diawali dengan panduan suara, khataman Al-Qur'an, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, tilawah Al-Qur'an oleh Muhammad Zian Fahrezi, serta doa bersama yang dipimpin tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Menurut Kamaruddin, panitia juga menyiapkan ratusan toilet serta area wudu dengan sekitar 1.000 hingga 1.500 keran untuk mendukung kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung.

Panitia mengimbau peserta mengenakan pakaian berwarna putih, membawa perlengkapan salat yang praktis, dan membatasi barang bawaan. Masyarakat juga diminta tidak membawa bayi atau anak balita. Selain itu, benda tajam, senjata api, petasan, dan barang berbahaya lainnya dilarang masuk ke lokasi acara.

Kamaruddin mengatakan doa bersama lintas agama menjadi bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia memperoleh kemudahan mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.

Kementerian Agama berharap Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi ajang mempererat persaudaraan antarumat beragama sekaligus menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Hadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Tokoh Lintas Agama
Wali Kota Padang Lepas Tim Safari Puisi Empat Negara Satupena Sumbar dan Sumbar Talenta
Safari Puisi Empat Negara Resmi Digelar Satupena Sumbar, Sumbar Talenta Perkenalkan Karya Sastra di Malaysia
Arif Onelegz "Rising Beyond Limits"
Registrasi SIM Biometrik Hadirkan Bilik Khusus Pengguna Berhijab, Komdigi Pastikan Privasi Pelanggan Terjaga
Polresta Bandung Bongkar Jaringan Narkoba, Ada 105 Kasus Dalam Waktu Dua Bulan
Empat Dekade Bersastra Suriali Andi Kustomo Menata Langkah Baru Seni Kota Tegal
Satpol PP Kabupaten Bandung Perkuat Keamanan Komplek Pemerintahan
Hanna Sania dan Nurhayati dari RBC Sampaikan Pesan pada Aksi Unjuk Rasa, Unjuk Karya di TIM Melalui Puisi
narasinetwork.com Football Lab #01 "Membaca Tekanan Tinggi dan Serangan Efektif Indonesia atas Kamboja"
Hattrick Mitchell Baker Antar Timnas Indonesia Bungkam Kamboja 5-1 di Pembuka Piala AFF 2026
KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp.26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap
SatuPena dan IMLF Audiensi dengan Kapolda Sumbar Bahas Sinergi Literasi Budaya untuk Mendukung Kamtibmas
Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi V Persaid Jember Hadapi Persakabo Bogor pada Laga Pembuka
Peringati Hari Anak, Begini Pesan Ketua KPID Jawabarat
Komunitas Salihara Gelar SIPFest 2026 Bertema "asiaria", Hadirkan Seniman Asia dan Diaspora Asia
Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia Edisi V Digelar di Bogor Seleksi Tim Nasional Dimulai
“Sepak Bola Indonesia Menuju Era Baru Antara Kebangkitan Tim Nasional, Pembenahan Liga, dan Ujian Konsistensi"
Dewi Sri Dari Kisah Padi, Tradisi Agraris, hingga Ragam Seni Nusantara
"Jika Aku Terlahir sebagai Bayi yang Terbuang, Apakah Aku Tetap Berhak Merayakan Hari Anak Nasional 2026?"