Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku

Minggu, 19 Apr 2026 19:35
    Bagikan  
Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku
Istimewa

Ayam woku merupakan hidangan khas Sulawesi Utara yang mengandalkan kekayaan rempah kuning dan beragam daun aromatik. 

NARASINETWORK.COM - MANADO, Ayam woku merupakan hidangan khas Sulawesi Utara yang menonjolkan penggunaan rempah serta bumbu kuning dengan tingkat kepedasan tinggi. Masakan ini menggunakan bahan dasar seperti kunyit, jahe, dan cabai untuk menghasilkan cita rasa tajam. Unsur kesegaran bahan menjadi penentu utama dalam menjaga kualitas rasa masakan tradisional tersebut.

Masyarakat Minahasa mengenal dua teknik memasak masakan ini, yakni woku balanga dan woku daun. Woku balanga diproses menggunakan kuali hingga kuah mengental, sementara woku daun dimasak dengan cara dibungkus daun pisang. Perbedaan metode tersebut diterapkan untuk menghasilkan tekstur daging serta aroma bumbu yang meresap secara maksimal.
Karakteristik masakan ini terletak pada penggunaan daun kunyit, daun jeruk, daun pandan, dan serai yang diiris halus sebagai penyedap alami. Pada tahap akhir, daun kemangi ditambahkan untuk memberikan aroma khas. Selain itu, potongan tomat dan perasan jeruk nipis digunakan sebagai penyeimbang rasa agar menghasilkan unsur asam yang tepat.
Penerapan bumbu ini tergolong fleksibel karena dapat diaplikasikan pada bahan pangan lain seperti ikan, udang, atau cumi. Hidangan tersebut sering menjadi menu utama pada acara resmi maupun konsumsi harian di wilayah setempat. Penggunaan rempah yang melimpah terus dipertahankan oleh masyarakat guna menjaga keaslian resep tradisional ini.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku
Ikan Bakar dan Dabu-Dabu Kombinasi Utama Kuliner Pesisir Sulawesi Utara
Menakar Keamanan Sistem Verifikasi Mandiri di Area Publik dan Hunian
UU PDP dan Dilema Keamanan Akses Gedung
Job Fair Bandung Bedas Expo 2026 Diserbu Pencari Kerja, Lebih dari 1.200 Lowongan Tersedia
Semarak Hari Jadi ke-385, Bapenda Kabupaten Bandung Ajak Warga Ramaikan “Bandung Bedas Expo 2026”
Situasi Selat Hormuz Dorong Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor
Tiga Regulasi Baru Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
WALHI Soroti Lahan Kritis dan Tutupan Hutan Kabupaten Bandung yang Terus Menyusut
Hari Seni Sedunia Memuliakan Ekspresi dan Budaya Global
Digitalisasi Khazanah Islam Menjaga Karya Ulama Tetap Hidup
Dirut BUMD Bandung Daya Sentosa Dijebloskan ke Tahanan, Skema Bisnis Berujung Dugaan Korupsi Ratusan Milyar
Program MBG Adalah Fondasi Membangun Generasi Sehat dan Cerdas di Srengat Blitar
Rini Intama Menyuarakan Sejarah Lewat Kata dan Kain 'Molase dan Dinayra'
Catatan Perjalanan dari Tepi Selat Lombok
Menelusuri Eksotisme Laut Asia Tenggara Bersama Silolona Sojourns
Sketsa Gaya 'Pilihan Busana Anggun untuk Usia 70 Tahun ke Atas' Vol.1
Tren Alas Kaki Pointy Paduan Kenyamanan Flat Shoes dan Estetika Penari
Pergeseran Pandangan Masyarakat Terhadap Batasan Usia Belajar Balet
Wajah Stasiun Jakarta Kota Ruang Ekspresi Musisi Jalanan yang Tertata dan Legal