Hari Tuli Nasional 2026 Inklusivitas Sebagai Tanggung Jawab Bersama Seluruh Elemen Masyarakat

Minggu, 11 Jan 2026 20:05
    Bagikan  
Hari Tuli Nasional 2026 Inklusivitas Sebagai Tanggung Jawab Bersama Seluruh Elemen Masyarakat
Istimewa

Hari Tuli Nasional diperingati setiap 11 Januari sebagai pengakuan terhadap perjuangan komunitas Tuli Indonesia untuk kesetaraan, pengakuan, dan akses yang adil.

NARASINETWORK.COM - Hari Tuli Nasional diperingati setiap 11 Januari sebagai tanda penting perjuangan komunitas Tuli di Indonesia. Peringatan ini mencerminkan upaya panjang untuk menuntut kesetaraan, pengakuan, dan akses yang adil bagi seluruh anggota komunitas.

Penetapan tanggal tersebut terkait erat dengan sejarah gerakan sosial komunitas Tuli. Perjuangan ini muncul dari pengalaman diskriminasi serta keterbatasan dalam memperoleh akses pendidikan.

Hari Tuli Nasional juga menjadi saat strategis untuk membangun kesadaran publik mengenai kondisi dan hak-hak komunitas Tuli. Inklusivitas merupakan tanggung jawab bersama yang harus diemban seluruh elemen masyarakat.

Hari Tuli Nasional memiliki hubungan erat dengan tokoh Tuli bernama Aek Natas Siregar. Ia mengalami langsung keterbatasan akses pendidikan pada era 1950-an hingga tahun 1960-an.

Pada masa itu, individu dengan gangguan pendengaran sering dianggap tidak mampu mengikuti jalur pendidikan formal. Stigma sosial yang melekat dan birokrasi yang tidak mendukung memperkuat marginalisasi yang dialami komunitas Tuli.

Bersama rekannya Mumuh Wiraatmadja, Aek Natas Siregar menggalang solidaritas antaranggota komunitas Tuli di Kota Bandung. Langkah ini menjadi awal terbentuknya kesadaran akan pentingnya perjuangan kolektif.

Tanggal 11 Januari secara khusus menandai berdirinya Serikat Kaum Tuli-Bisu Indonesia (SEKATUBI). Organisasi ini resmi didirikan di Bandung pada 11 Januari 1960.

SEKATUBI menjadi organisasi perwakilan komunitas Tuli pertama yang berdiri di Indonesia. Kehadirannya menjadi dasar awal bagi perjuangan memperjuangkan hak dasar yang seharusnya diperoleh komunitas Tuli.

Organisasi ini berperan sebagai ruang aman bagi anggotanya untuk berbagi pengalaman serta menyusun langkah-langkah advokasi. Fokus utama dari organisasi ini adalah memperjuangkan akses pendidikan yang layak dan kesempatan kerja yang setara.

SEKATUBI didirikan oleh Aek Natas Siregar, Mumuh Wiraatmadja, beserta 42 anggota lainnya yang memiliki komitmen sama. Mereka secara tegas menuntut pengakuan hak-hak komunitas Tuli sebagai warga negara Indonesia yang sah.

Setahun setelah pendirian SEKATUBI, para tokoh pendirinya menghadap Presiden Soekarno pada tanggal 1 Februari 1961. Pertemuan tersebut berlangsung melalui komunikasi dengan menggunakan media tertulis.

Presiden Soekarno memberikan dukungan moral dalam bentuk surat. Surat tersebut menjadi tanda nyata akan perhatian negara terhadap kondisi dan perjuangan komunitas Tuli.

Dukungan tersebut menjadi pengakuan moral atas perjuangan yang telah dilakukan dan sekaligus menambah semangat dalam setiap langkah advokasi yang dilakukan oleh komunitas Tuli.

Kini, Hari Tuli Nasional diperingati melalui berbagai bentuk kegiatan yang bersifat edukatif. Kegiatan sosialisasi bahasa isyarat dan diskusi publik mengenai isu-isu terkait komunitas Tuli sering digelar di berbagai daerah.

Peringatan tahunan ini juga mendorong pembentukan kebijakan yang lebih inklusif, terutama di bidang pendidikan dan penyediaan layanan publik. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya kesetaraan akses bagi semua kalangan.

Hari Tuli Nasional mengingatkan seluruh masyarakat bahwa inklusivitas bukan sekadar kata-kata kosong. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dilakukan bersama-sama oleh semua pihak.

 

 

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Cabang Madiun Perkuat Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Langkah Nyata RSUD Majalaya & IDI Kabupaten Bandung Temukan Potensi Thalassemia Sejak Dini
NARASINETWORK.COM Jadi Media Partner FESPIN XIII 2026, Perkuat Publikasi Diplomasi Budaya Asia
Mentan Amran Realisasikan Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani di Karawang
MTQ Nasional ke-31 di Semarang Bahas Keilmuan Al-Qur’an dan Transformasi Dakwah di Era AI
PMI Manufaktur Indonesia Turun Tipis pada Agustus 2026, Kemenperin Dorong Penguatan Industri dan Ekspor
Gencarkan Penertiban Pajak, Bapenda Kabupaten Bandung Gelar Operasi Gabungan 3 Hari
KDS Dukung Raperda Pornografi, Edukasi dan Pendampingan Anak Harus Diperkuat
Kawal Perubahan APBD 2026, Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Anggaran Harus Bekerja untuk Rakyat
Tri Suhartanto ke Polresta Bandung, Rekam Jejaknya Penuh Lika-liku
Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Penelusuran Rokok Ilegal di Kabupaten Bandung Mulai Diungkap, Satpol PP Gandeng Bea Cukai
Program Pentahelix Dibentuk, Camat Ciparay Dorong Mitigasi Sejak Dini
Pentahelix Dibentuk, Kapolsek Ciparay Siap Dukung dan Kawal Program Pemerintah
Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang