Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Batavia

Selasa, 19 May 2026 13:02
    Bagikan  
Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Batavia
Nana Wiyono

Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Museum Taman Prasasti Jakarta Pusat merupakan objek cagar budaya abad ke-19 yang memiliki arsitektur gotik menyerupai katedral mini.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menjalankan pemeliharaan fisik secara berkala terhadap Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Museum Taman Prasasti, Jalan Tanah Abang I Nomor 1, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Upaya pelestarian ini difokuskan pada tugu berbahan perunggu peninggalan abad ke-19 guna mengantisipasi kerusakan akibat paparan cuaca luar ruangan. Struktur tersebut berdiri di area terbuka yang dahulu merupakan kawasan Pemakaman Kebon Jahe Kober.

Prosedur pembersihan teknis dilakukan oleh petugas konservasi menggunakan sikat khusus berbulu halus untuk mengangkat partikel debu, jamur, serta kotoran mikro. Penggunaan alat tersebut dipilih agar tidak menimbulkan goresan pada permukaan logam tua. Tim perawat cagar budaya juga menghindari pemakaian cairan kimia asam keras untuk mencegah kerusakan pada struktur asli nisan kolonial tersebut.
Pihak pengelola memilih untuk mempertahankan lapisan patina, yaitu lapisan alami berwarna hijau hasil proses oksidasi tembaga yang menyelimuti seluruh badan objek. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung interior perunggu dari laju pengeroposan akibat faktor kelembapan udara. Sebagai langkah perlindungan tambahan, aplikasi pelapis lilin khusus diterapkan guna menahan rembesan air hujan.
Berdasarkan catatan arsip militer Hindia Belanda, Mayor Jenderal Johan Jacob Perie merupakan perwira tinggi yang memegang peran dalam sistem pertahanan kolonial di Nusantara. Tokoh militer tersebut tercatat sebagai Komandan Pertama Divisi Militer Besar atau 1 Groote Militaire Afdeeling di Pulau Jawa. Jabatan ini membuatnya bertanggung jawab atas mobilisasi pasukan serta keamanan teritorial wilayah pusat pemerintahan.
Sepanjang masa dinasnya, Perie memimpin resimen kavaleri Hussar ke-7 yang terlibat dalam operasi pengawalan pergerakan militer. Pasukan komandonya dikerahkan selama periode perang di Jawa pada rentang tahun 1826 sampai 1830. Rekam jejak kepemimpinan lapangan tersebut membuat namanya tercatat dalam lembar sejarah militer kolonial.
Atas keterlibatan dalam operasi militer tersebut, Pemerintah Kerajaan Belanda menganugerahi penghargaan ksatria kelas empat Militaire Willems-Orde. Tanda kehormatan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan resmi dari pihak kerajaan. Selain itu, sang perwira menerima penghargaan Order of the Lion Belanda sebelum akhirnya wafat dan dikuburkan di Batavia.
Secara arsitektur, monumen makam perwira militer Belanda ini dirancang menyerupai bangunan katedral mini dengan langgam gotik Eropa. Struktur logam hijau pekat ini bertumpu pada pondasi batu alam bersegi delapan yang kokoh di atas tanah. Penataan fisik serta penelusuran latar belakang sejarah terus dijalankan oleh unit pelaksana teknis daerah untuk menjaga otentisitas aset cagar budaya tersebut.


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Batavia
Menilik Kemewahan dan Fasilitas Bisnis Premium di Vasa Hotel Surabaya
Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi Jakarta Tetap Sah Jadi Ibu Kota Negara
Orbit Bulan Perlahan Menjauh Kecepatan Rotasi Bumi Terdeteksi Melambat
Pasar Elektronik China Mengetat Samsung Resmi Tarik Lini Produk Rumah Tangga
Mengasah Kompetensi Psikologi di Akademi Militer:  Pengalaman Magang Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Destinasi Makan Siang Pengisi Tenaga di Sisi Jalur Rel
POMINDO Ekspansi Gila-Gilaan, Tembus 251 Depo di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke
Satpol PP Kabupaten Bandung Gaspol Tertibkan Reklame, Uwais Qorni: Ini Kebijakan Pemerintah Berlanjut
Ketua KPID Jabar: Disrupsi Teknologi dan Informasi Jadi Ancaman Mental Psikologis Generasi Muda
Belajar dan Bertumbuh Bersama Yard Cermin Jiwa yang Tak Bersuara
The Evolution and Philosophy of The Dark Horse
Review Film Narasinetwork The Legend of 1900 (1998) Eksistensi Bakat Musik Otodidak
The Burbs Kembali dalam Format Serial Televisi di Bawah Naungan Fuzzy Door Productions
Sketsa Gaya Rancangan Busana Tegas dan Berkarakter Vol.5
KTT ASEAN Presiden Prabowo Tegaskan Pangan Sebagai Penentu Kedaulatan Negara
Menjelang Iduladha 1447 H Kementan Perketat Pengawasan Penyakit Zoonosis dan Keamanan Pangan
Persib Berhasil Bungkam Persija di Segiri, Maung Bandung Makin Kokoh di Puncak
Big Match Panas! Persija vs Persib Sore Ini, Duel Gengsi yang Bikin Deg-degan
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek Dorong Perbaikan Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi Desa