PWI Banten dan Pemkab Lebak Gelar Kemah Budaya HPN 2026 di Wilayah Adat Baduy

Rabu, 14 Jan 2026 10:41
    Bagikan  
PWI Banten dan Pemkab Lebak Gelar Kemah Budaya HPN 2026 di Wilayah Adat Baduy
Istimewa

PWI Banten bersama Pemkab Lebak akan gelar Kemah Budaya HPN 2026 bertema Belajar Kearifan Baduy pada 16–17 Januari 2026 di Desa Kanekes, Lebak.

NARASINETWORK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lebak akan menyelenggarakan Kemah Budaya dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Belajar Kearifan Baduy” dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 16–17 Januari 2026, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan dibuka mulai 26 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026, dengan Kunni Masrohanti sebagai narahubung.

Kemah Budaya HPN 2026 dirancang sebagai ruang refleksi bagi insan pers untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal, menjaga etika jurnalistik, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HPN 2026 di Banten, yang bertujuan memperkuat pemahaman wartawan dan sastrawan terhadap budaya, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat adat Baduy yang masih terjaga hingga kini.

Ketua PWI Banten Rian Nopandra dalam keterangan di Serang menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan agar wartawan mengetahui kehidupan masyarakat adat secara langsung. Menurutnya, kearifan lokal masyarakat Baduy tercermin dalam kesederhanaan hidup mereka, antara lain konsistensi menjaga kawasan hutan sebagai titipan leluhur agar tetap hijau dan lestari. Kawasan hutan dan alam di pegunungan tempat tinggal Suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, sebagai hulu aliran sungai di Provinsi Banten, telah berhasil dijaga kelestariannya hingga saat ini.

Rian Nopandra menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi wartawan. “Kemah Budaya ini menjadi momentum bagi insan pers untuk belajar dari masyarakat Baduy tentang nilai kesederhanaan, kejujuran, dan hubungan erat dengan alam. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip jurnalisme yang beretika dan bertanggung jawab,” ujarnya pada Selasa (06/01/2026).

Menurutnya, dengan memahami budaya lokal, diharapkan wartawan dapat menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif. “Pers tidak boleh terlepas dari akar budaya. Dengan memahami budaya Baduy, wartawan dapat menghadirkan pemberitaan yang lebih berimbang, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Lebak menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Lebak sebagai wilayah yang memiliki kekayaan budaya masyarakat adat Baduy. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) DiskominfoSP Kabupaten Lebak, Sihabudin, menyatakan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian budaya serta memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang berakar pada nilai-nilai lokal.

Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, menyambut baik dan menyatakan kegembiraannya atas dipilihnya Kabupaten Lebak sebagai lokasi pelaksanaan Kemah Budaya HPN 2026.

Enam rangkaian agenda telah disiapkan dalam kegiatan ini, antara lain Workshop Reportase Budaya, Jelajah Budaya Baduy, Diskusi Budaya, Undangan Penulisan Buku, Malam Sastra, serta Dialog bersama Tetua Baduy. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap adat dan aturan yang berlaku di wilayah adat Baduy.

Peserta kegiatan diutamakan wartawan perempuan aktif yang dapat menunjukkan kartu pers dan kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Selain itu, sastrawan perempuan juga dapat mendaftar dengan melampirkan bukti karya sastra berupa buku tunggal puisi atau cerpen. Calon peserta diwajibkan mengirimkan karya feature atau foto jurnalistik yang telah diterbitkan di media massa dalam satu tahun terakhir.

Panitia juga menetapkan syarat bahwa peserta harus memiliki ketertarikan terhadap kebudayaan dan kearifan lokal, bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir, serta menaati adat istiadat Suku Baduy selama berada di kawasan adat. Setiap peserta diwajibkan menulis pengalaman selama mengikuti kegiatan di Baduy untuk dibukukan dan diluncurkan pada puncak peringatan HPN 2026 di Banten.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Hari Seni Sedunia Memuliakan Ekspresi dan Budaya Global
Digitalisasi Khazanah Islam Menjaga Karya Ulama Tetap Hidup
Dirut BUMD Bandung Daya Sentosa Dijebloskan ke Tahanan, Skema Bisnis Berujung Dugaan Korupsi Ratusan Milyar
Program MBG Adalah Fondasi Membangun Generasi Sehat dan Cerdas di Srengat Blitar
Rini Intama Menyuarakan Sejarah Lewat Kata dan Kain 'Molase dan Dinayra'
Catatan Perjalanan dari Tepi Selat Lombok
Menelusuri Eksotisme Laut Asia Tenggara Bersama Silolona Sojourns
Sketsa Gaya 'Pilihan Busana Anggun untuk Usia 70 Tahun ke Atas' Vol.1
Tren Alas Kaki Pointy Paduan Kenyamanan Flat Shoes dan Estetika Penari
Pergeseran Pandangan Masyarakat Terhadap Batasan Usia Belajar Balet
Wajah Stasiun Jakarta Kota Ruang Ekspresi Musisi Jalanan yang Tertata dan Legal
Perluas Penerima Manfaat, Sosialisasi Program MBG di Gelar di Desa Plandirejo Blitar
Program MBG di Kepatihan Tulungagung Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Harga Tahu Tempe Tetap Stabil Penyesuaian Hanya pada Volume
Pelantikan Dubes Andi Rahadian untuk Kesultanan Oman Merangkap Republik Yaman
Industri Kendaraan Niaga Menjadi Penopang Utama Sistem Logistik Nasional
Transformasi Birokrasi Kemenperin Optimalkan Layanan Lewat Digitalisasi
Kementerian Agama Terapkan WFH Setiap Jumat sebagai Bagian Modernisasi Budaya Kerja
Mengenal Koleksi Kundika Perunggu Dinasti Goryeo di Museum Nasional Korea
Sosialisasi MBG di Desa Bulupasar Kediri, Heru Tjahjono Ingatkan Pentingnya Nutrisi dan Pengasuhan Anak