PWI Pusat Gelar Kemah Budaya di Kawasan Adat Baduy untuk HPN 2026 Rumah Baca Ceria Bekasi Ikut Berpartisipasi

Rabu, 21 Jan 2026 14:55
    Bagikan  
PWI Pusat Gelar Kemah Budaya di Kawasan Adat Baduy untuk HPN 2026 Rumah Baca Ceria Bekasi Ikut Berpartisipasi
Istimewa

Rumah Baca Ceria (RBC) dari Kabupaten Bekasi berpartisipasi dalam kegiatan ini. Didirikan pada 2014 sebagai perpustakaan pribadi, RBC kini menjadi fasilitas umum yang menyediakan buku beragam, kegiatan mengaji, diskusi sosial budaya, dan ruang belajar.

NARASINETWORK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyelenggarakan kegiatan Kemah Budaya ke kawasan adat Baduy sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026. Acara berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 16 hingga 17 Januari 2026, di Kabupaten Lebak, Banten, dan menghadirkan perwakilan dari dunia pers serta sastrawan untuk mempelajari nilai-nilai budaya yang dijunjung oleh masyarakat adat Baduy.

Kegiatan dengan tema "Belajar Mencintai dari Baduy" bertujuan untuk mempererat hubungan antara wartawan dan berbagai elemen masyarakat. Selain itu, acara ini memberikan kesempatan untuk mempelajari konsep kehidupan suku Baduy, seperti sikap saling membantu, rasa kebersamaan, serta penghargaan terhadap alam dan tradisi yang telah ada sejak lama.

Peserta mengikuti berbagai aktivitas termasuk kunjungan ke desa adat, pertemuan dengan pemangku adat, dan kegiatan kerja sama antar peserta. Tujuan utama adalah agar peserta dapat memahami pentingnya nilai-nilai budaya dalam menghadapi perkembangan zaman modern, khususnya dalam bidang pers dan komunikasi massa.

Rumah Baca Rissa Churria (RBC), yang dikenal juga sebagai Rumah Baca Ceria, adalah salah satu peserta yang mengikuti kegiatan Kemah Budaya HPN 2026. Perpustakaan ini berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di Blok Q6.20, Jalan Jambu, Jalan Raya Graha Mustika Media Nomor 6, Lubangbuaya, Kecamatan Setu. 

Rumah Baca Ceria awalnya didirikan sebagai perpustakaan pribadi pada tahun 2014. Seiring waktu, perpustakaan ini berkembang menjadi fasilitas umum yang melayani masyarakat luas, mulai dari warga perumahan sekitar hingga seluruh penduduk Desa Lubangbuaya. Perkembangan ini dilakukan atas dedikasi pengelola yang juga merupakan penyair, Rissa Churria.

Sebagai tempat untuk pengembangan minat baca dan pengetahuan, Rumah Baca Ceria menyediakan berbagai fasilitas dan menyelenggarakan kegiatan beragam. Tempat ini digunakan untuk membaca koleksi buku dengan jenis yang beragam, mengadakan kegiatan pengajian bagi masyarakat sekitar, menjadi lokasi diskusi tentang isu-isu sosial budaya, serta sebagai ruang belajar bagi anak-anak, pelajar, dan mahasiswa yang membutuhkan akses sumber informasi serta dukungan dalam pendidikan. Hingga awal Januari 2026, perpustakaan ini terus menerima sumbangan buku dari berbagai pihak, yang digunakan untuk menambah koleksi dan memastikan masyarakat sekitar memiliki akses yang lebih luas terhadap karya sastra, buku pendidikan, dan bacaan umum yang berguna.

Pengelola Rumah Baca Ceria, Rissa Churria, memiliki peran dalam dunia sastra dan aktivisme sosial di Indonesia. Sebagai pendidik, penyair, penulis esai, pelukis, dan aktivis kemanusiaan, ia selalu memperhatikan berbagai permasalahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Selain mengelola Rumah Baca Ceria, ia juga menjabat sebagai pengurus Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan merupakan anggota aktif organisasi Penyair Perempuan Indonesia (PPI).

Karya-karya Rissa Churria telah dikenal di dalam dan luar negeri. Ia telah menerbitkan 11 buku puisi tunggal, 1 buku antologi kontemplasi, 1 buku pedoman berbahasa Indonesia untuk mahasiswa, serta 1 buku esai. Selain itu, karyanya juga dimuat dalam lebih dari 100 antologi bersama penyair dari Indonesia dan berbagai negara di dunia, yang menunjukkan jangkauan kontribusinya dalam perkembangan sastra Indonesia.

Dalam kegiatan Kemah Budaya HPN 2026, perwakilan Rumah Baca Ceria tidak hanya terdiri dari Rissa Churria, melainkan juga beberapa anggota inti dan tim media RBC. Di antaranya adalah Nurhayati, Hanna Sania, Udi Utama, beserta tim media yang terdiri dari Dzakiyah Habibatur Rohman AS dan Abdul Fahri.

Kehadiran mereka di acara ini diharapkan dapat menjadi hubungan antara dunia literasi dan pers, serta menyampaikan nilai-nilai budaya Baduy yang telah mereka pelajari kepada masyarakat luas melalui berbagai program yang akan diselenggarakan oleh Rumah Baca Ceria di masa mendatang.

Partisipasi Rumah Baca Ceria dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PWI Pusat menunjukkan bahwa kerja sama antara komunitas literasi dan dunia pers memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai persatuan, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap budaya lokal dapat terus ada dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Geger! Seorang Pria di Jelekong Kabupaten Bandung Tewas Bersimbah Darah, Diduga Terbakar Api Cemburu
Keluhan Pelanggan Meningkat, Layanan PDAM Tirta Raharja Jadi Sorotan di Ciparay
Ridwan Ginanjar Serukan Pemuda Jawa Barat Ambil Peran Solusi Berbasis Komunitas di 2026
Sketsa Gaya 'Gaya Skater Santai dan Nyaman' Vol.3
Industri Makanan dan Minuman Pertahankan Produksi Pemerintah Dorong Inovasi Kemasan Alternatif
Satpol PP Kabupaten Bandung dan Sejumlah Pihak Tertibkan Bangli Di Wilayah Margahayu
DPP Partai Cinta Negeri Deklarasikan Samsuri sebagai Calon Presiden RI 2029
Sketsa Gaya 'Distinguished Look Elegan Sesuai Usia' Vol.2
Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas Nasional Pemerintah
Percepatan Indonesia Financial Center Tarik Investasi Global
Kemenpora Dukung Upaya Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kartini di Era Digital Menjaga Nilai Tata Krama di Tengah Kemajuan Zaman
Gizi Kuat, Bangsa Hebat: Nurhadi Gaungkan Program Makan Gratis di Kediri
Borobudur Sebagai Living Heritage dalam Kirab Pusaka Nusantara
Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku
Ikan Bakar dan Dabu-Dabu Kombinasi Utama Kuliner Pesisir Sulawesi Utara
Menakar Keamanan Sistem Verifikasi Mandiri di Area Publik dan Hunian
UU PDP dan Dilema Keamanan Akses Gedung
Job Fair Bandung Bedas Expo 2026 Diserbu Pencari Kerja, Lebih dari 1.200 Lowongan Tersedia
Semarak Hari Jadi ke-385, Bapenda Kabupaten Bandung Ajak Warga Ramaikan “Bandung Bedas Expo 2026”