NARASINETWORK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyelenggarakan kegiatan Kemah Budaya ke kawasan adat Baduy sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026. Acara berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 16 hingga 17 Januari 2026, di Kabupaten Lebak, Banten, dan menghadirkan perwakilan dari dunia pers serta sastrawan untuk mempelajari nilai-nilai budaya yang dijunjung oleh masyarakat adat Baduy.
Kegiatan dengan tema "Belajar Mencintai dari Baduy" bertujuan untuk mempererat hubungan antara wartawan dan berbagai elemen masyarakat. Selain itu, acara ini memberikan kesempatan untuk mempelajari konsep kehidupan suku Baduy, seperti sikap saling membantu, rasa kebersamaan, serta penghargaan terhadap alam dan tradisi yang telah ada sejak lama.
Peserta mengikuti berbagai aktivitas termasuk kunjungan ke desa adat, pertemuan dengan pemangku adat, dan kegiatan kerja sama antar peserta. Tujuan utama adalah agar peserta dapat memahami pentingnya nilai-nilai budaya dalam menghadapi perkembangan zaman modern, khususnya dalam bidang pers dan komunikasi massa.
Rumah Baca Rissa Churria (RBC), yang dikenal juga sebagai Rumah Baca Ceria, adalah salah satu peserta yang mengikuti kegiatan Kemah Budaya HPN 2026. Perpustakaan ini berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di Blok Q6.20, Jalan Jambu, Jalan Raya Graha Mustika Media Nomor 6, Lubangbuaya, Kecamatan Setu.
Rumah Baca Ceria awalnya didirikan sebagai perpustakaan pribadi pada tahun 2014. Seiring waktu, perpustakaan ini berkembang menjadi fasilitas umum yang melayani masyarakat luas, mulai dari warga perumahan sekitar hingga seluruh penduduk Desa Lubangbuaya. Perkembangan ini dilakukan atas dedikasi pengelola yang juga merupakan penyair, Rissa Churria.
Sebagai tempat untuk pengembangan minat baca dan pengetahuan, Rumah Baca Ceria menyediakan berbagai fasilitas dan menyelenggarakan kegiatan beragam. Tempat ini digunakan untuk membaca koleksi buku dengan jenis yang beragam, mengadakan kegiatan pengajian bagi masyarakat sekitar, menjadi lokasi diskusi tentang isu-isu sosial budaya, serta sebagai ruang belajar bagi anak-anak, pelajar, dan mahasiswa yang membutuhkan akses sumber informasi serta dukungan dalam pendidikan. Hingga awal Januari 2026, perpustakaan ini terus menerima sumbangan buku dari berbagai pihak, yang digunakan untuk menambah koleksi dan memastikan masyarakat sekitar memiliki akses yang lebih luas terhadap karya sastra, buku pendidikan, dan bacaan umum yang berguna.
Pengelola Rumah Baca Ceria, Rissa Churria, memiliki peran dalam dunia sastra dan aktivisme sosial di Indonesia. Sebagai pendidik, penyair, penulis esai, pelukis, dan aktivis kemanusiaan, ia selalu memperhatikan berbagai permasalahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Selain mengelola Rumah Baca Ceria, ia juga menjabat sebagai pengurus Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan merupakan anggota aktif organisasi Penyair Perempuan Indonesia (PPI).
Karya-karya Rissa Churria telah dikenal di dalam dan luar negeri. Ia telah menerbitkan 11 buku puisi tunggal, 1 buku antologi kontemplasi, 1 buku pedoman berbahasa Indonesia untuk mahasiswa, serta 1 buku esai. Selain itu, karyanya juga dimuat dalam lebih dari 100 antologi bersama penyair dari Indonesia dan berbagai negara di dunia, yang menunjukkan jangkauan kontribusinya dalam perkembangan sastra Indonesia.
Dalam kegiatan Kemah Budaya HPN 2026, perwakilan Rumah Baca Ceria tidak hanya terdiri dari Rissa Churria, melainkan juga beberapa anggota inti dan tim media RBC. Di antaranya adalah Nurhayati, Hanna Sania, Udi Utama, beserta tim media yang terdiri dari Dzakiyah Habibatur Rohman AS dan Abdul Fahri.
Kehadiran mereka di acara ini diharapkan dapat menjadi hubungan antara dunia literasi dan pers, serta menyampaikan nilai-nilai budaya Baduy yang telah mereka pelajari kepada masyarakat luas melalui berbagai program yang akan diselenggarakan oleh Rumah Baca Ceria di masa mendatang.
Partisipasi Rumah Baca Ceria dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PWI Pusat menunjukkan bahwa kerja sama antara komunitas literasi dan dunia pers memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai persatuan, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap budaya lokal dapat terus ada dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.
