Langkah Pemerintah Menyusun Jadwal dan Pengaturan Pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri 2026

Rabu, 4 Mar 2026 19:56
    Bagikan  
Langkah Pemerintah Menyusun Jadwal dan Pengaturan Pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri 2026
Istimewa

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah pengaturan jadwal dan pelaksanaan Nyepi serta Idul Fitri tahun 2026, guna memastikan kedua perayaan berjalan tertib dan tidak bertentangan.

NARASINETWORK.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi terkait kemungkinan bertepatan antara malam Takbiran Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi pada (19/3/2026) Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Presiden di Istana Negara.

"Hari Nyepi mengharuskan tidak adanya suara gaduh maupun aktivitas kendaraan. Selain itu, kami juga menyiapkan langkah-langkah menjelang Hari Raya Idul Fitri," ujarnya kepada wartawan.

Kementerian Agama telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat di Bali untuk memastikan pelaksanaan kedua perayaan berjalan sesuai aturan dan saling menghormati.

"Kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait di Bali. Dari hasil diskusi, disepakati bahwa pelaksanaan Takbiran bisa dilakukan tanpa mengganggu pelaksanaan Nyepi," katanya.

Pelaksanaan Takbiran akan dilakukan dengan penyesuaian tertentu, termasuk waktu dan penggunaan sound system. "Nyepi akan mengikuti tradisi, sedangkan Takbiran disesuaikan. Takbiran tidak menggunakan sound system dan waktunya dibatasi dari pukul 18.00 sampai 21.00 WIB," tambahnya.

Kesepakatan ini menunjukkan adanya sikap saling menghormati di masyarakat. Menteri Agama menilai langkah ini sebagai bentuk kedewasaan dalam menjaga hubungan antarumat beragama.

"Ketika dua kegiatan keagamaan berdekatan, solusi dapat dicapai lewat dialog dan musyawarah. Penting untuk terus menjaga sikap toleransi," tuturnya.

Terkait kemungkinan perbedaan waktu penetapan Idul Fitri, Menteri Agama menyatakan hal tersebut sebagai bagian dari dinamika dalam proses penetapan hari raya.

"Perbedaan waktu penetapan sudah biasa terjadi. Pengumuman resmi akan disampaikan sesuai prosedur yang berlaku," tegasnya.

Pemerintah akan mengikuti mekanisme sidang isbat sebagai langkah resmi dalam menetapkan awal bulan Syawal. Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dan menjaga suasana yang kondusif.

"Umat beragama diharapkan menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Semua pihak diharapkan turut berkontribusi dalam menjaga hubungan sosial yang baik," pungkas Menteri Agama.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Langkah Pemerintah Menyusun Jadwal dan Pengaturan Pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri 2026
Dari PKB untuk Rakyat: Kang Cucun Hadirkan Ambulans Gratis di 31 Kecamatan
Antisipasi Kerawanan Ramadan, Satpol PP Kabupaten Bandung Turun Hingga Tingkat Desa
IANJO Art Installation Highlights Marginalised Stories of Ianfu Women
Perjanjian Perdagangan Energi dengan AS Tidak Perbesar Impor Nasional
Penguatan Pendidikan dan Riset di Papua melalui Alih Aset BRIN
Makan Bergizi Gratis: Program Bekelanjutan untuk Tingkatkan Kualitas SDM Sejak Dini
Data Indonesia Jadi Incaran Pengembangan AI Pemerintah Siapkan Langkah Perlindungan
Teknologi Maggot Didorong Jadi Andalan Pengolahan Sampah Nasional
Pekerja Menjadi Kelompok Terbesar dalam Program BP Tapera pada 2025
Perkuat Budaya Komunikasi Efektif, RSUD Majalaya Terapkan Metode SBAR
Penetapan Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Jenderal TNI (Purn.) H. Try Sutrisno 
Momentum Nyepi dan Ramadan Sinergi Umat Hindu dalam Aksi Kemanusiaan
MBG: Langkah Nyata Pemerintah Wujudkan Ketahanan Gizi ke Anak Sejak Dini di Kabupaten Blitar
Kementerian Agama Siapkan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H dengan Prosedur Terbuka
Komisi IX DPR Sebut Pentingnya Intervensi Gizi Sejak Dini dalam Sosialisasi Makan Bergizi Gratis di Kediri
7 Fitur Unggulan Samsung Galaxy S26 Series untuk Efisiensi dan Kreasi
Kemenkes RI Luncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara 2025–2034 dalam Rangka Menurunkan Angka Kematian
Kusdono Rastika Suara yang Berbisik dari Seni Lukis Kaca Cirebon
Ekspresi Seni Islam Ruang Tafakur Hadir di Bentara Budaya Jakarta