Waspada Campak Jelang Libur Lebaran Imunisasi dan PHBS Jadi Perlindungan Utama

Minggu, 8 Mar 2026 15:29
    Bagikan  
Waspada Campak Jelang Libur Lebaran Imunisasi dan PHBS Jadi Perlindungan Utama
Istimewa

Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 8.372 kasus dan 6 kematian dengan 45 KLB di 11 provinsi. Meskipun tren kasus menurun, pemerintah mempercepat imunisasi kejar di 102 kabupaten/kota.

NARASINETWORK.COM - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran. Meningkatnya mobilitas masyarakat serta potensi terjadinya kerumunan dinilai dapat memperbesar risiko penyebaran penyakit menular, khususnya pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Hingga minggu ke-8 tahun 2026, data menunjukkan terdapat 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus dikonfirmasi dan 6 kasus kematian. Selain itu, tercatat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi di seluruh Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan perkembangan tren kasus campak selama beberapa bulan terakhir. Menurutnya, tren kasus sempat mengalami kenaikan pada Januari 2026, namun mulai menunjukkan perkembangan menurun sepanjang bulan Februari.

“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan langkah respons cepat untuk mencegah penyebaran yang lebih luas,” ujar dr. Andi Saguni dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring pada hari Jumat.

Meskipun tren kasus mulai menunjukkan penurunan, masyarakat tetap diminta untuk tidak mengendurkan kewaspadaan menjelang libur panjang Lebaran. Peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas berkumpul menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan kembali.

“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi terjadinya kerumunan menjadi lebih besar. Karena itu, masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” tambahnya.

Sebagai langkah pengendalian penyakit, Kementerian Kesehatan mempercepat pelaksanaan program Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) campak-rubella (MR). Program ini tidak hanya dilaksanakan di wilayah terdampak KLB, namun juga di wilayah yang berisiko tinggi. Kegiatan imunisasi akan berlangsung di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9 hingga 59 bulan selama bulan Maret 2026.

Pelayanan imunisasi diselenggarakan melalui berbagai titik layanan untuk menjangkau sebanyak mungkin anak yang membutuhkan. Beberapa lokasi pelayanan yang disiapkan antara lain puskesmas, posyandu, satuan pendidikan seperti PAUD dan taman kanak-kanak, tempat ibadah, serta pos pelayanan mudik yang akan dibuka menjelang periode perjalanan Lebaran.

“Kami mengajak para orang tua atau wali untuk segera memeriksa status imunisasi anak-anak mereka dan melengkapinya jika masih ada dosis yang tertinggal. Imunisasi merupakan upaya perlindungan paling efektif untuk mencegah anak-anak tertular campak,” kata dr. Andi.

Selain melalui imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain mencuci tangan secara teratur dengan menggunakan sabun dan air bersih, menerapkan etika batuk yang benar, serta menggunakan masker saat berada di tempat yang ramai atau kerumunan.

“Apabila anak mengalami gejala yang mengarah pada campak atau sedang dalam kondisi sakit, sebaiknya tidak melakukan perjalanan terlebih dahulu dan segera membawanya ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Mengurangi kontak dengan orang lain juga menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain,” jelasnya.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa keberhasilan upaya pengendalian penyebaran campak tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Keberhasilan tersebut sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah dalam melaksanakan program terkait, dukungan dari berbagai pihak dan lintas sektor, serta partisipasi aktif dari seluruh masyarakat untuk memastikan cakupan imunisasi mencapai minimal 95 persen. Angka tersebut menjadi target untuk membentuk kekebalan kelompok yang dapat mencegah penyebaran penyakit secara luas.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Waspada Campak Jelang Libur Lebaran Imunisasi dan PHBS Jadi Perlindungan Utama
Program MBG Pastikan Semua Anak Indonesia Mendapat Nutrisi yang Cukup
DPR RI Pastikan MBG Tak Pangkas Dana Pendidikan, Heru Tjahjono Angkat Bicara
Anggota DPR RI Heru Tjahjono Dorong Penguatan Rantai Pasok Lokal dalam Program MBG di Tulungagung
Estetik Islam dalam Seni Modern Diangkat dalam Acara di Bentara Budaya Jakarta
Perluas Penerima Manfaat, Program MBG Hadir di Desa Aryojeding Tulungagung
Hari Suci Magha Puja 2026 Rangkaian Kegiatan Keagamaan Berlangsung di Seluruh Vihara Indonesia
AI Keislaman Aiman dan Aisha Diluncurkan Disarankan Lengkapi dengan Rujukan Kitab dan Fatwa
Pemerintah Luncurkan Peraturan Implementasi PP TUNAS untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
Anggota DPR RI Pulung Agustanto Tekankan Peran Masyarakat Awasi Program MBG di Kediri
Arogansi Oknum KORMI Kab. Bandung di Acara Atlet Berprestasi, Lima Wartawan Dipersoalkan Identitasnya 
Film 'Yohanna' Angkat Isu Eksploitasi Pekerja Anak di Sumba Timur
Ridho Khaliq dan Sejarah Baru Aktor Down Syndrome di Perfilman Nasional
Aktivitas Ramadan Sebagai Media Pendidikan Kemandirian Anak
Teknologi Digital dan Lingkungan Hidup Pemerintah Dorong Inovasi di Sektor Engineering
Tantangan Global Tak Mengganggu Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026
Pemerintah dan MUI Bahas Kehalalan Produk dalam Perjanjian Dagang dengan Amerika Serikat
Langkah Pemerintah Menyusun Jadwal dan Pengaturan Pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri 2026
Dari PKB untuk Rakyat: Kang Cucun Hadirkan Ambulans Gratis di 31 Kecamatan
Antisipasi Kerawanan Ramadan, Satpol PP Kabupaten Bandung Turun Hingga Tingkat Desa